Gangguan Kognitif adalah Masalah Fungsi Berpikir: Kenali Tandanya pada Anak

Gangguan Kognitif adalah Masalah Fungsi Berpikir: Kenali Tandanya pada Anak

Sep 17, 2026
4 mins
Listen Transcript

Gangguan Kognitif adalah Masalah Fungsi Berpikir: Kenali Tandanya pada Anak

Apakah Mam sudah memahami tentang gangguan kognitif?  Gangguan kognitif pada anak adalah kondisi ketika kemampuan otak anak untuk berpikir, belajar, mengingat, atau memecahkan masalah mengalami hambatan yang memengaruhi tumbuh kembangnya.

Kondisi ini bisa tampak dari kesulitan berkonsentrasi, terlambat bicara, atau lambat memahami pelajaran, dan bukan berarti anak tidak cerdas, melainkan perlu evaluasi serta dukungan yang tepat.

Anak dengan gangguan kognitif mungkin lebih sulit berkonsentrasi, mengingat informasi, memahami instruksi, atau menyelesaikan masalah dibandingkan anak seusianya.

Kemampuan kognitif berperan penting dalam proses belajar, berkomunikasi, hingga menjalani aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, Mom perlu mengenali ciri gangguan kognitif pada anak untuk memastikan  milestone perkembangan kognitif anak sesuai dengan tahapannya.

Untuk memahami lebih lanjut tentang penyebab gangguan kognitif dan ciri gangguan kognitif pada anak, simak penjelasan berikut ya, Mam!

Apa itu Gangguan Kognitif?

Fungsi kognitif adalah kemampuan otak untuk menerima, mengolah, memahami, menyimpan, dan menggunakan informasi. Kemampuan ini berperan dalam proses belajar, mengingat, memahami informasi, mengambil keputusan, dan menyelesaikan berbagai aktivitas sehari-hari.

Gangguan kognitif adalah kondisi ketika satu atau beberapa fungsi kognitif tersebut mengalami penurunan sehingga kemampuan berpikir dan belajar menjadi terganggu. Pada anak, gangguan kognitif dapat mengganggu berbagai fungsi otak, seperti:

  • Perhatian dan konsentrasi
  • Daya ingat (memori)
  • Kemampuan berbahasa
  • Fungsi eksekutif, seperti merencanakan dan menyelesaikan tugas
  • Penalaran logis
  • Kemampuan memecahkan masalah
  • Kecepatan memproses informasi.

Gangguan pada salah satu atau beberapa fungsi tersebut dapat memengaruhi prestasi akademik, interaksi sosial, hingga kemandirian anak.

5 Ciri Gangguan Kognitif pada Anak

Mam perlu mengenali ciri gangguan kognitif pada anak agar dapat memberikan penanganan sejak dini. Berikut beberapa ciri gangguan kognitif pada anak:

1. Sulit Memusatkan Perhatian

Anak tampak mudah terdistraksi, sulit menyelesaikan tugas hingga selesai, atau tidak mampu mengikuti instruksi yang diberikan secara berurutan.

2. Gangguan Memori

Anak kesulitan mengingat informasi yang baru dipelajari juga merupakan salah satu tanda gangguan kognitif. Anak mungkin mudah lupa terhadap jadwal, nama benda, atau langkah-langkah sederhana.

3. Keterlambatan Bahasa

Gangguan kognitif dapat memengaruhi kemampuan memahami dan kemampuan bahasa anak. Anak mungkin terlambat berbicara, sulit menyusun kalimat, atau kesulitan memahami instruksi.

4. Kesulitan Memecahkan Masalah

Anak tampak bingung saat menghadapi situasi baru, sulit menemukan solusi sederhana, atau membutuhkan bantuan terus-menerus untuk menyelesaikan tugas.

5. Kesulitan Belajar

Salah satu ciri anak lambat belajar adalah membutuhkan waktu jauh lebih lama dibandingkan teman seusianya untuk memahami materi, meskipun sudah mendapatkan penjelasan berulang.

Selain itu, anak mungkin sulit mengenali huruf atau angka, kesulitan memahami konsep matematika sederhana, sulit mengingat pelajaran yang baru diajarkan, prestasi belajar tidak berkembang sesuai usianya.

Baca juga: Tahap Perkembangan Kognitif Anak Berdasarkan Usia

Apa Saja Faktor Penyebab Gangguan Kognitif pada Anak?

Penyebab gangguan kognitif anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, evaluasi secara menyeluruh perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya. Berikut beberapa faktor yang perlu dinilai untuk mengetahui penyebab gangguan kognitif anak:

1. Perkembangan Anak

Setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda-beda. Namun, ada milestone perkembangan kognitif yang perlu dicapai anak sesuai usianya. Perkembangan anak dapat dinilai dari kemampuan seperti memahami instruksi, mengingat informasi, berbahasa, dan memecahkan masalah.

2. Kondisi Kesehatan

Beberapa masalah kesehatan, seperti gangguan pendengaran atau penglihatan, anemia, kekurangan nutrisi, gangguan tiroid, maupun kurang tidur dapat memengaruhi fungsi kognitif. Oleh karena itu, penting untuk melakukan skrining kesehatan anak.

3. Lingkungan

Faktor lingkungan juga memengaruhi perkembangan kognitif anak, misalnya stimulasi yang diberikan di rumah, pola pengasuhan, serta lingkungan belajar anak. Lingkungan yang mendukung berperan penting dalam perkembangan kemampuan kognitif.

4. Kondisi Neurologis

Gangguan kognitif juga dapat berkaitan dengan kondisi yang memengaruhi sistem saraf, seperti epilepsi, cerebral palsy, cedera otak, atau kelainan genetik tertentu.

Baca juga: Mengenal Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini: Tahapan dan Cara Mendukungnya

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Diduga Mengalami Gangguan Kognitif?

Jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda gangguan kognitif, seperti sulit berkonsentrasi, mudah lupa, atau mengalami kesulitan belajar, jangan menunggu hingga gejala semakin berat, ya, Mam.  Deteksi dini dapat membantu Si Kecil mendapatkan evaluasi dan dukungan yang tepat sedini mungkin.

1. Pantau Perkembangan dan Lakukan Skrining

Memantau perkembangan anak harus dilakukan secara rutin untuk menilai apakah perkembangan anak sudah mencapai milestone perkembangan kognitif sesuai usianya.

Jika terdapat kekhawatiran terhadap perkembangan anak, skrining perkembangan dapat dilakukan menggunakan alat penilaian yang terstandar untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya keterlambatan perkembangan.

Menurut CDC, skrining perkembangan direkomendasikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan 30 bulan, atau kapan pun jika orang tua maupun tenaga kesehatan memiliki kekhawatiran terhadap perkembangan anak.

2. Asesmen Profesional

Apabila hasil skrining menunjukkan adanya hambatan perkembangan, asesmen yang lebih mendalam diperlukan untuk mengetahui fungsi kognitif yang terdampak dan mencari tahu penyebabnya.

Asesmen profesional dapat melibatkan dokter anak, dokter spesialis tumbuh kembang, psikolog, atau dokter spesialis saraf anak.

Pada kondisi tertentu, pemeriksaan tambahan seperti tes pendengaran, tes penglihatan, atau pemeriksaan laboratorium juga dapat dilakukan untuk membantu menentukan diagnosis. Dengan diagnosis yang tepat, dokter dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi Si Kecil.

3. Berikan Dukungan di Rumah

Peran keluarga sangat penting dalam mendukung perkembangan anak. Beberapa aktivitas sederhana berikut dapat membantu mendukung perkembangan kognitif anak.

  • Membaca buku dan bercerita bersama.
  • Bermain puzzle, balok, atau permainan yang melatih logika.
  • Mengajak anak berbicara dan berdiskusi sesuai usianya.
  • Menciptakan rutinitas belajar yang konsisten.
  • Memberikan apresiasi atas setiap kemajuan yang dicapai anak.
  • Bekerja sama dengan guru dan tenaga kesehatan untuk memantau perkembangan anak.

Selain itu, asupan nutrisi juga berperan dalam perkembangan otak yang memengaruhi fungsi kognitif anak. Oleh karena itu, Mam harus memberikan makanan bernutrisi untuk anak setiap hari. Selain itu, mam juga bisa memberikan susu untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Si Kecil.

S-26 Procal Gold hadir dengan Most Advanced Formulation yang dilengkapi Multilearn Connect, kombinasi nutrisi penting untuk mendukung perkembangan otak dan sistem saraf si Kecil secara optimal.

Diperkaya Sphingomyelin & Fosfolipid untuk membantu mempercepat arus informasi di otak, AA & DHA untuk perkembangan otak, serta Alfa-laktalbumin yang mendukung komunikasi saraf. Didukung nutrisi tepat dengan jumlah dan waktu yang tepat, S-26 Procal Gold membantu si Kecil tumbuh cerdas, siap belajar, dan berkembang optimal hari ini hingga masa depannya.

 

*Baca Label Sebelum Membeli dan Baca Peringatan pada Label

Pertanyaan Seputar Gangguan Kognitif

1. Apa itu keterampilan kognitif pada anak usia dini?

Keterampilan kognitif adalah kemampuan anak untuk berpikir, mengingat, belajar, memperhatikan, memahami informasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Kemampuan ini berkembang secara bertahap sejak bayi melalui interaksi dengan lingkungan.

2. Apa contoh aktivitas yang membutuhkan kecerdasan kognitif?

Contoh aktivitas yang melatih kecerdasan kognitif meliputi menyusun puzzle, membaca buku, mengenal huruf dan angka, mengelompokkan benda berdasarkan warna atau bentuk, bermain balok, menghafal cerita, serta permainan yang melatih logika dan pemecahan masalah.

3. Apakah gangguan kognitif anak bisa diatasi?

Banyak anak dengan gangguan kognitif dapat mengalami perkembangan yang lebih baik melalui deteksi dini, stimulasi yang tepat, terapi sesuai kebutuhan, serta dukungan dari keluarga dan sekolah. Hasil penanganan bergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan seberapa cepat intervensi dimulai.

Referensi

Bickley, L. S., & Logan, S. (2023). Cognitive deficits. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559052/

Lipkin, P. H., Macias, M. M., Council on Children With Disabilities, Section on Developmental and Behavioral Pediatrics, Norwood, K. W., Brei, T. J., Davidson, L. F., Davis, B. E., Ellerbeck, K. A., Houtrow, A. J., Kushner, H. I., Guralnick, M. J., Kuo, D. Z., & Mulligan, C. K. (2020). Promoting optimal development: Identifying infants and young children with developmental disorders through developmental surveillance and screening. Pediatrics, 145(1), e20193449. https://publications.aap.org/pediatrics/article/145/1/e20193449/36971/Promoting-Optimal-Development-Identifying-Infants 

Centers for Disease Control and Prevention. (2025, April 10). Developmental monitoring and screening. https://www.cdc.gov/act-early/about/developmental-monitoring-and-screening.html

Produk wyeth nutrition

S-26 Procal GOLD

S-26 Procal GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 1-3 tahun)

S-26 Promise GOLD

S-26 Promise GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 3-12 tahun)

S-26 Procal Ultima

S-26 Procal Ultima

Susu pertumbuhan pertama di Indonesia yang menggunakan susu skim bubuk berasal dari sapi A2 untuk anak usia 1 - 3 tahun.

8886472105816_C1C1_idID.png

S-26 Procal Honey

Susu Pertumbuhan Anak usia 1-3 Tahun untuk dukung kesiapan belajarnya.

Promise Nutrissentials

S-26 Promise Nutrissentials

Susu bubuk Anak usia 3-12 Tahun. Berikan Nutrisi, Inspirasi, & Stimulasi tepat untuk bantu Ia siap belajar.

S-26 Procal GOLD pHPro

S-26 Procal GOLD pHPro

NAN pHPro 3 kini menjadi S-26 Procal GOLD pHPro 3, Susu Pertumbuhan Untuk Anak Usia 1-3 tahun.

Diformulasikan dengan partially hydrolized protein, bantu kurangi risiko alergi.

Join Sekarang
Join Sekarang