Kapan Anak Harus Tes Alergi? Kenali Indikasinya dan Cara Bacanya
Mam, ketika si Kecil sering mengalami ruam, batuk berulang, atau gangguan pencernaan setelah makan atau terpapar lingkungan tertentu, mungkin muncul pertanyaan: apakah ini alergi? Untuk memastikan penyebabnya, dokter biasanya merekomendasikan tes alergi anak.
Namun, tidak semua kondisi memerlukan pemeriksaan ini. Memahami kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan alergi anak akan membantu Mam mengambil keputusan yang lebih bijak dan tepat.
Kapan Anak Perlu Tes Alergi?
Pertanyaan utama yang sering muncul adalah, kapan anak perlu tes alergi? Secara umum, tes dilakukan jika si Kecil menunjukkan gejala alergi yang berulang atau tidak jelas penyebabnya. Beberapa kondisi yang menjadi indikasi antara lain :
- Ruam atau eksim yang tidak kunjung membaik
- Gangguan pernapasan seperti batuk atau mengi berulang
- Reaksi setelah makan makanan tertentu
- Riwayat keluarga dengan alergi
Jika gejala muncul berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari, dokter biasanya akan menyarankan tes alergi anak untuk mengidentifikasi pemicu secara lebih akurat.
Mengetahui kapan anak perlu tes alergi penting agar pemeriksaan dilakukan secara tepat, tidak terlalu dini tetapi juga tidak terlambat.
Jenis-Jenis Tes Alergi untuk Anak
Ada beberapa jenis tes alergi anak yang umum digunakan dalam dunia medis. Pemilihan metode akan disesuaikan dengan kondisi si Kecil. Berikut beberapa metode yang sering digunakan dalam pemeriksaan alergi anak:
1. Skin Prick Test (Tes Tusuk Kulit)
Metode ini dilakukan dengan meneteskan alergen ke kulit, lalu menusuk permukaan kulit secara ringan. Reaksi berupa bentol akan diamati dalam waktu singkat .
2. Tes Darah
Metode ini digunakan untuk mengukur kadar antibodi IgE dalam darah yang berkaitan dengan reaksi alergi .
3. Food Elimination Diet
Dilakukan dengan menghindari makanan tertentu selama periode tertentu, lalu memperkenalkannya kembali untuk melihat reaksi tubuh .
Memahami jenis tes alergi anak membantu Mam mengetahui bahwa tidak semua anak memerlukan jenis tes yang sama.
Perbedaan Skin Prick Test, Tes Darah, dan Food Elimination
Mam mungkin bertanya, apa perbedaan antara skin prick test anak, tes darah alergi anak, dan metode eliminasi makanan?
Skin prick test anak adalah metode yang cepat dan cukup sensitif untuk mendeteksi alergi terhadap alergen tertentu seperti debu, makanan, atau serbuk sari. Hasilnya bisa diketahui dalam waktu sekitar 15–20 menit2.
Sementara itu, tes darah alergi anak lebih cocok digunakan jika anak memiliki kondisi kulit tertentu atau tidak bisa menjalani tes kulit. Tes ini mengukur kadar IgE spesifik dalam darah, tetapi hasilnya membutuhkan waktu lebih lama3.
Di sisi lain, food elimination bukan tes laboratorium, melainkan pendekatan observasi. Metode ini membantu mengidentifikasi alergi makanan melalui pola makan dan reaksi tubuh4.
Ketiga metode ini sering digunakan secara kombinasi dalam pemeriksaan alergi anak untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Baca Juga : Gejala Alergi pada Anak dan Cara Mengatasinya
Apakah Tes Alergi Aman untuk Anak?
Banyak orang tua khawatir tentang keamanan tes alergi anak. Secara umum, prosedur ini aman jika dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Pada skin prick test anak, reaksi yang muncul biasanya ringan, seperti gatal atau bentol kecil, dan akan hilang dalam beberapa jam2.
Sedangkan pada tes darah alergi anak, prosedur yang dilakukan sama seperti pengambilan darah biasa, sehingga risikonya sangat minimal3. Dengan demikian, Mam tidak perlu khawatir selama tes dilakukan sesuai prosedur medis yang tepat.
Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Tes Alergi?
Sebelum melakukan pemeriksaan alergi anak, ada beberapa hal yang perlu Mam persiapkan:
- Mencatat riwayat gejala dan kemungkinan pemicu
- Menyampaikan riwayat kesehatan keluarga
- Memastikan kondisi si Kecil dalam keadaan stabil
- Hentikan obat antihistamin beberapa hari sebelum SPT. Tujuannya untuk mencegah hasil negatif palsu
Persiapan ini penting agar hasil tes alergi anak lebih akurat dan dapat diinterpretasikan dengan baik oleh dokter.
Kenapa Hasil Tes Harus Dibaca Bersama Gejala?
Mam perlu memahami bahwa hasil tes alergi anak tidak bisa berdiri sendiri. Hasil positif tidak selalu berarti anak pasti mengalami alergi klinis.
Itulah sebabnya dokter akan menggabungkan hasil tes dengan riwayat dan gejala alergi pada anak untuk menentukan diagnosis yang tepat. Pendekatan ini membantu menghindari overdiagnosis atau pembatasan makanan yang tidak perlu.
Kenali Risiko Alergi Sejak Dini
Sebelum melakukan tes, Mam juga bisa melakukan langkah awal dengan mengecek risiko alergi si Kecil secara mandiri melalui exceptional tools ini! Dengan memahami potensi risiko sejak awal, Mam bisa lebih siap menentukan langkah selanjutnya, termasuk apakah perlu melakukan tes alergi anak.
Mam tidak perlu menghadapi perjalanan ini sendirian. S-26 ParenTeam hadir sebagai partner terpercaya bagi Mams dan Paps dalam setiap langkah perjalanan tumbuh kembang si Kecil. Lebih dari sekadar platform parenting, S-26 ParenTeam adalah ruang dukungan berbasis keahlian dari Wyeth Nutrition, yang memadukan informasi nutrisi terpercaya, wawasan parenting, serta exceptional tools untuk membantu memantau pertumbuhan dan proses belajar anak secara menyeluruh.
Mam, memahami kapan anak perlu tes alergi adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan si Kecil. Dengan mengenali tanda-tanda yang muncul, memahami jenis tes alergi anak, serta mengetahui perbedaan metode seperti skin prick test anak dan tes darah alergi anak, Mam dapat mengambil keputusan yang lebih tepat. Pemeriksaan yang dilakukan secara tepat akan membantu mengidentifikasi pemicu alergi dan mendukung tumbuh kembang si Kecil secara optimal.
Pertanyaan Seputar Tes Alergi Anak
1. Apakah tes darah bisa mendeteksi semua alergi?
Tidak semua alergi dapat terdeteksi melalui tes darah. Hasilnya perlu dikombinasikan dengan gejala klinis.
2. Mengapa hasil tes alergi harus dibaca bersama gejala?
Karena hasil tes hanya menunjukkan sensitivitas, bukan selalu reaksi alergi yang nyata.
3. Berapa biaya tes alergi anak?
Biaya bervariasi tergantung jenis tes dan fasilitas kesehatan, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Referensi
1. Contributors, W. E. (n.d.). When to Get an Allergy Test for Your Child. WebMD. https://www.webmd.com/allergies/allergy-test-child
2. Heinzerling, L., Mari, A., Bergmann, K.-C., Bresciani, M., Burbach, G., Darsow, U., Durham, S., Fokkens, W., Gjomarkaj, M., Haahtela, T., Bom, A. T., Wöhrl, S., Maibach, H., & Lockey, R. (2013). The skin prick test – European standards. Clinical and Translational Allergy, 3(1). https://doi.org/10.1186/2045-7022-3-3
3. Sicherer, S. H., Wood, R. A., & American Academy of Pediatrics Section On Allergy And Immunology. (2012). Allergy testing in childhood: using allergen-specific IgE tests. Pediatrics, 129(1), 193–197. https://doi.org/10.1542/peds.2011-2382
4. Gargano, D., Appanna, R., Santonicola, A., De Bartolomeis, F., Stellato, C., Cianferoni, A., Casolaro, V., & Iovino, P. (2021). Food Allergy and Intolerance: A Narrative Review on Nutritional Concerns. Nutrients, 13(5), 1638. https://doi.org/10.3390/nu13051638
5. Sicherer SH, Sampson HA. Food allergy: A review and update on epidemiology, pathogenesis, diagnosis, prevention, and management. J Allergy Clin Immunol. 2018 Jan;141(1):41-58. doi: 10.1016/j.jaci.2017.11.003.
6. Bantz SK, Zhu Z, Zheng T. The Atopic March: Progression from Atopic Dermatitis to Allergic Rhinitis and Asthma. J Clin Cell Immunol. 2014 Apr;5(2):202. doi: 10.4172/2155-9899.1000202.
7. Ansotegui IJ, Melioli G, Canonica GW, Caraballo L, Villa E, Ebisawa M, et al. IgE allergy diagnostics and other relevant tests in allergy, a World Allergy Organization position paper. World Allergy Organ J. 2020 Feb 25;13(2):100080. doi: 10.1016/j.waojou.2019.100080. Erratum in: World Allergy Organ J. 2021 Jun 17;14(7):100557. doi: 10.1016/j.waojou.2021.100557.
Produk wyeth nutrition