7 Penyebab IQ Rendah yang Perlu Diketahui Orang Tua

7 Penyebab IQ Rendah yang Perlu Diketahui Orang Tua

Sep 25, 2026
4 mins
Listen Transcript

7 Penyebab IQ Rendah yang Perlu Diketahui Orang Tua

Nilai IQ dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan berpikir, memecahkan masalah, memahami konsep, serta memproses informasi. 

IQ rendah pada anak dapat disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan mulai dari kondisi selama kehamilan, komplikasi persalinan, kekurangan nutrisi penting, hingga kurangnya stimulasi di masa tumbuh kembang. 

Memahami penyebab IQ rendah dapat membantu orang tua memberikan dukungan yang tepat agar anak dapat berkembang secara optimal.

Pengertian IQ (Intelligence Quotient)

Tes IQ adalah salah satu jenis pemeriksaan psikologi yang digunakan untuk mengukur berbagai kemampuan kognitif anak. 

Tes ini menghasilkan skor yang dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan intelektual dan potensi seseorang dalam memahami informasi, memecahkan masalah, serta memproses pengetahuan.

Tes IQ termasuk salah satu tes psikologi yang paling sering digunakan. Namun, penting dipahami bahwa skor IQ tidak sepenuhnya menentukan apakah anak dapat disebut pintar atau tidak. 

Kecerdasan anak memiliki banyak aspek, termasuk kemampuan emosional, kreativitas, kemampuan beradaptasi, pengalaman, serta keterampilan sosial yang tidak selalu dapat diukur melalui tes IQ.

Karena itu, tes IQ lebih tepat digunakan sebagai salah satu alat evaluasi untuk memahami kemampuan kognitif anak, termasuk membantu mengidentifikasi kemungkinan adanya hambatan intelektual atau kebutuhan dukungan belajar tertentu. 

Hasil tes IQ perlu dilihat secara menyeluruh bersama faktor perkembangan lainnya agar orang tua dapat memahami potensi anak dengan lebih tepat.

Perbedaan IQ Rendah dan Kesulitan Belajar Tertentu

Skor IQ di bawah 100 dikategorikan sebagai kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Sementara itu, skor IQ di bawah 70 dikategorikan sangat rendah dan biasanya menjadi perhatian khusus karena dapat mengindikasikan adanya kemungkinan hambatan intelektual atau kebutuhan evaluasi perkembangan lebih lanjut. 

Hambatan intelektual adalah kondisi yang memengaruhi kemampuan anak dalam belajar, berpikir, memecahkan masalah, serta menjalankan aktivitas sehari-hari sesuai dengan tahap usia.

Sedangkan, kesulitan belajar (learning disabilities) adalah gangguan yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar, berpikir, memahami, dan memproses informasi. 

Kondisi ini umumnya berkaitan dengan kesulitan pada keterampilan tertentu, bukan karena rendahnya tingkat kecerdasan secara keseluruhan.
Diperkirakan sekitar 8–10% anak usia sekolah mengalami kesulitan belajar. Kondisi ini seringkali baru terlihat ketika anak mulai mengikuti kegiatan akademik di sekolah, meskipun tanda-tandanya sebenarnya dapat muncul sejak usia dini.

Kesulitan belajar dapat memengaruhi berbagai kemampuan, seperti:

  • Membaca dan memahami tulisan
  • Mengeja atau mengenali bunyi kata
  • Menulis dengan jelas
  • Menghitung atau memahami soal matematika
  • Mengingat informasi tertentu
  • Memusatkan perhatian saat belajar
  • Mengikuti instruksi
  • Mengatur waktu dan menyelesaikan tugas

Tanda kesulitan belajar dapat berbeda pada setiap anak. Misalnya, ada anak yang mengalami hambatan membaca tetapi memiliki kemampuan berpikir dan kreativitas yang baik di bidang lain.

Tanda Anak Memiliki Hambatan Kognitif

Hambatan kognitif dapat memengaruhi kemampuan anak dalam memahami informasi, belajar, mengingat, serta menjalankan aktivitas sehari-hari. 
Tanda-tandanya dapat terlihat berbeda pada setiap anak, tergantung pada tingkat hambatan dan tahap perkembangannya.

Beberapa tanda anak mengalami hambatan kognitif antara lain:

  • Kesulitan mengingat informasi, misalnya sering menanyakan hal yang sama berulang kali atau mengulang cerita yang sama.
  • Kesulitan mempelajari hal baru dan berkonsentrasi, seperti membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami instruksi atau menyelesaikan tugas.
  • Mengalami hambatan dalam komunikasi, seperti kesulitan berbicara atau menyampaikan keinginan sesuai usia.
  • Kesulitan mengenali orang atau tempat, serta mudah merasa bingung ketika berada di lingkungan atau situasi baru.
  • Mengalami kebingungan atau mudah gelisah saat menghadapi perubahan aktivitas atau lingkungan.
  • Mengalami perubahan suasana hati atau perilaku, seperti menjadi lebih mudah marah, menarik diri, atau menunjukkan respons yang berbeda dari biasanya.
  • Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti memakai pakaian, menggunakan alat makan, bermain, atau melakukan tugas sederhana yang sesuai dengan usianya.

Adanya beberapa tanda tersebut tidak selalu berarti anak memiliki IQ rendah. Evaluasi perkembangan secara menyeluruh diperlukan untuk mengetahui penyebabnya, termasuk menilai kemampuan berpikir, komunikasi, keterampilan sosial, serta kemampuan anak dalam beradaptasi sehari-hari.

Baca Juga : Tingkatan IQ Menurut Skor: Cara Membaca Hasil Tes Anak

7 Penyebab IQ Rendah yang Perlu Diketahui Orang Tua

Hambatan intelektual pada anak bisa menjadi penyebab IQ rendah. Berikut beberapa faktor genetik dan lingkungan penyebab IQ rendah:

1. Faktor Genetik

Kondisi genetik tertentu dapat memengaruhi perkembangan kemampuan intelektual anak. Contohnya adalah sindrom Down dan sindrom fragile X, yang dapat menyebabkan perbedaan dalam perkembangan otak serta kemampuan belajar anak.

2. Masalah Selama Kehamilan

Perkembangan otak janin dapat terganggu akibat beberapa kondisi selama kehamilan, seperti konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu selama kehamilan, kekurangan nutrisi pada ibu hamil, infeksi selama masa kehamilan, serta adanya komplikasi kehamilan seperti preeklamsia.

3. Komplikasi Saat Persalinan

Masalah yang terjadi saat proses kelahiran juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan otak bayi. Misalnya, bayi mengalami kekurangan oksigen selama persalinan atau lahir sangat prematur sehingga organ tubuh, termasuk otak, belum berkembang secara optimal.

4. Masalah Otak

Beberapa penyakit dan kondisi kesehatan tertentu dapat meningkatkan risiko hambatan intelektual, seperti infeksi yang menyerang otak atau sistem saraf, misalnya meningitis. 

Selain itu, cedera kepala berat, hampir, kekurangan nutrisi berat, paparan zat beracun seperti timbal, serta kondisi pengabaian atau kekerasan berat juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif anak.

5. Kekurangan Nutrisi 

Nutrisi memiliki peran penting dalam perkembangan otak dan kemampuan belajar anak. Kekurangan zat gizi tertentu, terutama pada masa awal kehidupan, dapat menghambat pertumbuhan dan fungsi otak.

Beberapa nutrisi memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan kognitif anak yaitu protein, zat besi, omega-3, zinc, dan berbagai vitamin dan mineral lainnya. 

6. Kurangnya Stimulasi

Lingkungan yang kurang memberikan stimulasi dapat memengaruhi perkembangan kemampuan berpikir dan belajar anak. Otak anak berkembang melalui pengalaman, eksplorasi, komunikasi, dan interaksi dengan orang di sekitarnya. 

Kurangnya stimulasi dapat terjadi ketika anak jarang diajak berbicara, bermain, membaca buku bersama, atau melakukan aktivitas yang melatih kemampuan berpikir.

7. Gangguan Tiroid Bawaan (Hipotiroid Kongenital)

Hormon tiroid memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan otak sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan bayi. 

Kekurangan hormon tiroid pada periode tersebut dapat menghambat perkembangan otak dan meningkatkan risiko gangguan perkembangan intelektual apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Hipotiroid kongenital dapat terjadi akibat kelenjar tiroid yang tidak berkembang dengan baik atau kekurangan asupan yodium selama kehamilan. 

Jika tidak segera diobati, kekurangan hormon tiroid dapat mengganggu pembentukan jaringan otak, proses perpindahan sel saraf, pembentukan sinaps (hubungan antarsel saraf), serta mielinisasi, yaitu proses pembentukan selubung mielin yang penting untuk menghantarkan sinyal saraf.

Oleh karena itu, deteksi dini melalui skrining bayi baru lahir dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk membantu mendukung tumbuh kembang otak anak secara optimal.

Baca Juga : Cara Meningkatkan IQ Anak secara Optimal tanpa Jalan Pintas

Kapan Orang Tua Perlu Berkonsultasi?

Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog perkembangan apabila menemukan:

  • Anak mengalami keterlambatan perkembangan dibandingkan teman seusianya
  • Kemampuan bahasa atau komunikasi tidak berkembang sesuai usia
  • Anak kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri
  • Ada penurunan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai
  • Anak mengalami kesulitan belajar yang menetap

Evaluasi perkembangan dapat membantu mengetahui apakah anak mengalami hambatan kognitif, kesulitan belajar tertentu, atau membutuhkan pendekatan stimulasi yang berbeda.

Dengan mengenali penyebab IQ rendah dan tanda anak memiliki IQ rendah, Mam dapat memberikan stimulasi yang tepat, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk mencari cara mengatasi IQ rendah pada anak.

S-26 Procal Gold hadir dengan Most Advanced Formulation yang dilengkapi Multilearn Connect, kombinasi nutrisi penting untuk mendukung perkembangan otak dan sistem saraf si Kecil secara optimal. 

Diperkaya Sphingomyelin & Fosfolipid untuk membantu mempercepat arus informasi di otak, AA & DHA untuk perkembangan otak, serta Alfa-laktalbumin yang mendukung komunikasi saraf. Didukung nutrisi tepat dengan jumlah dan waktu yang tepat, S-26 Procal Gold membantu si Kecil tumbuh cerdas, siap belajar, dan berkembang optimal hari ini hingga masa depannya.

*Baca Label Sebelum Membeli dan Baca Peringatan pada Label

Pertanyaan Seputar Penyebab IQ Rendah pada Anak

1. Apakah IQ rendah pada anak bisa ditingkatkan?
IQ anak yang rendah bisa ditingkatkan.  Cara meningkatkan IQ anak adalah melalui stimulasi yang rutin, pola asuh positif, nutrisi yang cukup, serta lingkungan belajar yang mendukung.

2. Apa tanda-tanda anak mengalami hambatan kognitif?
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi kesulitan memahami instruksi, lambat mempelajari keterampilan baru, keterlambatan bahasa, dan kesulitan memecahkan masalah sesuai usia.

3. Apakah faktor gizi berperan dalam penyebab IQ rendah pada anak?
Nutrisi berperan penting dalam perkembangan otak, terutama pada masa pertumbuhan. Kekurangan zat gizi tertentu dapat memengaruhi kemampuan belajar dan fungsi kognitif anak.

4. Apakah IQ rendah selalu berarti anak mengalami keterlambatan perkembangan?
Anak dengan IQ rendah belum tentu mengalami keterlambatan perkembangan di semua aspek. Sebaliknya, anak dengan kesulitan belajar tertentu juga belum tentu memiliki IQ rendah.

Referensi

  1. Cherry, K. (2023, June 27). How IQ test scores are calculated. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/how-are-scores-on-iq-tests-calculated-2795584 diakses pada 03/08/2026
  2. Cherry, Kendra. (2026). What Is The Average IQ and How Is It Measured?. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-the-average-iq-2795284  diakses pada 12/08/2026
  3. Berger, M. (2023). Intellectual disability vs. learning disability: What's the difference? Healthline. https://www.healthline.com/health/intellectual-disability-vs-learning-disability diakses pada 03/08/2026
  4. Dakhal, Aayush. & Bobrin, Bradford D. (2023). Cognitive deficit. National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559052/ diakses pada 03/08/2026
  5. Byrd, Florence. (2024). Intellectual disability in children. WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/child-intellectual-disability diakses pada 03/08/2026
  6. Brkić, Diandra., et al. (2026). Relationship between Nutrition, Brain, Cognition, Learning, and Behavior in School Age Children: Systematic Evidence and Future Opportunities. Oxford Academic. https://academic.oup.com/nutritionreviews/advance-article/doi/10.1093/nutrit/nuaf280/8425951
  7. Uchida, K., & Suzuki, M. (2021). Congenital hypothyroidism and brain development: Association with other psychiatric disorders. Frontiers in Neuroscience, 15, Article 772382. https://doi.org/10.3389/fnins.2021.772382 

Produk wyeth nutrition

S-26 Procal GOLD

S-26 Procal GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 1-3 tahun)

S-26 Promise GOLD

S-26 Promise GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 3-12 tahun)

S-26 Procal Ultima

S-26 Procal Ultima

Susu pertumbuhan pertama di Indonesia yang menggunakan susu skim bubuk berasal dari sapi A2 untuk anak usia 1 - 3 tahun.

8886472105816_C1C1_idID.png

S-26 Procal Honey

Susu Pertumbuhan Anak usia 1-3 Tahun untuk dukung kesiapan belajarnya.

Promise Nutrissentials

S-26 Promise Nutrissentials

Susu bubuk Anak usia 3-12 Tahun. Berikan Nutrisi, Inspirasi, & Stimulasi tepat untuk bantu Ia siap belajar.

S-26 Procal GOLD pHPro

S-26 Procal GOLD pHPro

NAN pHPro 3 kini menjadi S-26 Procal GOLD pHPro 3, Susu Pertumbuhan Untuk Anak Usia 1-3 tahun.

Diformulasikan dengan partially hydrolized protein, bantu kurangi risiko alergi.

Join Sekarang
Join Sekarang