Cek Alergi Anak_Langkah Penting untuk Kesehatan Si Kecil.jpg

Cara Mencegah dan Mengatasi Alergi Dingin pada Anak Balita

Ditulis Oleh : Tim Penulis
Ditinjau Oleh DR. dr. Tinuk Agung Meilany, Sp.A, Subsp.NPM (K)

Jul 22, 2026
4 mins
Listen Transcript

Cara Mencegah dan Mengatasi Alergi Dingin pada Anak Balita

Alergi dingin pada anak adalah reaksi sistem imun terhadap paparan suhu rendah yang dapat memicu gejala seperti gatal, ruam, hingga pembengkakan pada kulit. Kondisi ini sering membuat orang tua khawatir, terutama saat si Kecil sering terpapar udara dingin atau air dingin. 

Oleh karena itu, penting bagi Mam dan Pap untuk mengetahui cara mencegah alergi dingin, seperti menjaga tubuh anak tetap hangat, menggunakan pelembap untuk melindungi kulit, serta memastikan asupan nutrisi yang cukup agar daya tahan tubuh tetap optimal. 

Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko kambuhnya alergi dingin bisa diminimalkan.

 

Apa Itu Alergi Dingin?

Alergi dingin (urtikaria dingin) adalah suatu kondisi yang menyebabkan reaksi alergi terhadap suhu dingin. Kondisi ini lebih mungkin menyerang anak dan remaja dibanding kelompok umur lainnya. Seseorang dengan urtikaria dingin mungkin mengalami ruam atau gatal-gatal setelah:

  • Makan atau minum sesuatu yang dingin
  • Menempatkan es di kulit mereka
  • Berenang atau mandi dengan air dingin
  • Berjalan di luar ruangan dalam cuaca dingin

Ada dua jenis urtikaria dingin:

Acquired cold urticaria

Disebut juga urtikaria dingin esensial. Jenis ini terjadi pada seseorang yang tidak memiliki riwayat penyakit dalam keluarga. Gejala biasanya muncul beberapa menit setelah terpapar dingin, seperti gatal, kemerahan, benjol, atau bisa juga demam. Gejala tersebut cenderung hilang dalam satu atau dua jam.

Urtikaria dingin familial

Disebut juga urtikaria dingin herediter. Jenis ini diturunkan dalam keluarga. Gejala mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk muncul (dari 30 menit hingga 48 jam setelah terpapar) dan gejala bisa bertahan 1-2 hari.

Faktanya Mam, alergi dingin merupakan salah satu pemicu dermatitis atopik atau eksim kering. Ini adalah peradangan kulit yang ditandai dengan kulit kering, gatal secara terus-menerus, dan ruam merah di kulit.

Kondisi ini muncul pada satu atau beberapa bagian tubuh, tetapi biasanya terjadi di wajah, lengan, dan kaki.

Dermatitis atopik tidak menular dan biasanya muncul pada balita, serta bisa kambuh hingga dewasa. Akan tetapi, dermatitis atopik juga dapat dialami oleh remaja atau dewasa yang tidak pernah mengalami sebelumnya.

 

Gejala Alergi Dingin

Beberapa menit setelah terpapar dingin, orang yang memiliki alergi dingin bisa merasakan bilur yang terasa gatal dan kulit kemerahan.

Namun, reaksi alergi dingin tersebut bisa berbeda pada setiap orang, ada yang ringan hingga berat. Berikut ciri-ciri alergi dingin pada anak:

  • Area kulit yang terkena dingin terasa gatal
  • Reaksi memburuk saat kulit memanas
  • Tangan bengkak saat memegang benda dingin
  • Bibir bengkak akibat mengonsumsi makanan atau minuman dingin

Gejala yang parah mungkin termasuk:

  • Respons seluruh tubuh (anafilaksis), yang dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar kencang, pembengkakan pada anggota badan atau batang tubuh, dan syok
  • Pembengkakan pada lidah dan tenggorokan, sehingga membuat sulit bernapas

Gejala alergi dingin muncul tidak lama setelah kulit terkena penurunan suhu udara atau air dingin secara tiba-tiba. Kondisi lembap dan berangin dapat membuat gejala lebih mungkin kambuh.

Reaksi terburuk umumnya terjadi ketika kulit terpapar secara penuh, seperti berenang di air dingin. Reaksi seperti itu bisa mengakibatkan hilangnya kesadaran dan tenggelam.

Baca Juga : Ini Penyebab dan Risiko Alergi Pada Anak yang Perlu Mam Tahu

 

Penyebab Alergi Dingin pada Anak

Alergi dingin bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Penyebab alergi dingin pada anak dan kebanyakan orang adalah idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya. Ada beberapa pemicu alergi dingin, yakni dingin, menggaruk kulit, stres, gigitan serangga, obat-obatan, infeksi, atau kanker darah.

Dalam kasus yang jarang terjadi, anak mungkin terkena alergi dingin karena diturunkan dari anggota keluarga dekat. Jenis ini dapat menyebabkan ruam yang menyakitkan dan gejala mirip flu.

 

Cara Mencegah Alergi Dingin

1. Beri Pelembap Bayi

Gunakan pelembap khusus bayi secara rutin, terutama setelah mandi. Pelembap membantu menjaga kelembapan kulit dan memperkuat lapisan pelindung alami kulit bayi.

2. Pakaian Hangat

Kenakan pakaian yang hangat, lembut, dan menyerap keringat untuk melindungi kulit bayi dari udara dingin. Hindari bahan kasar yang dapat memperparah iritasi.

3. Perhatikan Asupan Nutrisi

Asupan nutrisi yang seimbang membantu menjaga kesehatan kulit bayi dari dalam. Nutrisi yang cukup mendukung regenerasi kulit dan membantu mengurangi risiko kulit kering dan gatal.

Selain itu, dokter mungkin meresepkan obat antihistamin sebagai cara mencegah alergi dingin. Obat ini juga bisa mengurangi gejala ringan. Jika antihistamin tidak membantu, anak Mam mungkin akan diresepkan obat lain.

Hal lainnya yang Mam juga harus perhatikan adalah apakah si Kecil juga alergi terhadap hal lain. Saat si Kecil alergi terhadap satu alergen, besar kemungkinan si Kecil juga memiliki risiko alergi terhadap alergen lainnya, seperti risiko alergi susu sapi.

Untuk si Kecil yang memiliki risiko alergi susu sapi, Mam bisa berikan susu terhidrolisa parsial. Penelitian membuktikan konsumsi susu terhidrolisis parsial dapat mengurangi risiko anak terjangkit dermatitis atopik jika dibandingkan dengan anak yang mengonsumsi susu dengan protein utuh.

 

Perbedaan Alergi Dingin dengan Biduran Biasa

Dengan gejala hampir mirip, pernahkah Mam bingung apakah tangan bentol-bentol si Kecil disebabkan oleh alergi dingin atau biduran biasa? Atau malah gigitan serangga?

Perbedaan utamanya terletak pada pemicu spesifiknya, Mam. Biduran pada anak muncul karena alergen umum, seperti makanan, obat, gigitan serangga, hingga stres. Sedangkan, penyebab alergi dingin lebih spesifik pada paparan suhu rendah, baik dari udara maupun air.

Cara membedakannya pun cukup mudah. Mam tinggal memperhatikan kapan munculnya biduran, misalnya ketika si Kecil memegang es, mandi air dingin, atau di ruangan ber-AC. Di luar faktor ini, kemungkinan besar si Kecil mengalami biduran biasa.

Baca Juga : Jenis Tes Alergi Anak, Langkah Penting untuk Kesehatan Si Kecil

 

Pertolongan Pertama Saat si Kecil Mengalami Alergi Dingin

Lalu, bagaimana cara mencegah alergi ketika si Kecil sudah menunjukkan gejalanya? Mam tidak perlu panik. 

Pertama, hangatkan tubuh si Kecil dengan selimut, jaket, sarung, tangan, dan kaos kaki. Untuk berjaga-jaga, Mam bisa selalu membawa jaket ke mana saja.

Mam juga bisa memberikan minuman atau sup hangat untuk membantu menaikkan suhu tubuhnya secara perlahan, terutama untuk mengatasi gejala alergi di saluran pernapasan.

 

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Sebagian besar gejala alergi dingin pada anak bisa menghilang dengan sendirinya. Bahkan, urtikaria dingin bisa menghilang dalam hitungan minggu atau bulan. Namun, dalam beberapa kasus, ada juga yang bertahan lama.

Untuk itu, Mam dan Pap bisa membawa si kecil ke tenaga profesional agar mendapatkan penanganan lebih lanjut. Meskipun gejalanya ringan, dokter akan mengevaluasi penyebabnya.

Selain itu, jika gejala urtikaria menjalar ke seluruh tubuh atau si Kecil tampak kesulitan bernapas setelah terpapar udara dingin, segera bawa ke instalasi gawat darurat. 

Itulah beberapa informasi mengenai cara mencegah alergi dingin pada anak. Semoga membantu mengawasi tumbuh kembang si Kecil ya, Mam!

 

Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Gatal Pada Bayi

  1. Apa ciri-ciri anak mengalami alergi dingin?
    Ciri-ciri alergi dingin pada anak meliputi munculnya bentol atau ruam kemerahan pada kulit, rasa gatal, bengkak ringan, serta kadang disertai hidung berair atau bersin setelah terpapar udara atau air dingin.
     
  2. Apa penyebab alergi dingin pada anak?
    Alergi dingin disebabkan oleh reaksi berlebihan sistem imun terhadap suhu dingin, yang memicu pelepasan histamin sehingga menimbulkan gejala pada kulit atau saluran pernapasan.
     
  3. Apakah alergi dingin berbahaya?
    Pada umumnya alergi dingin tidak berbahaya dan bersifat sementara. Namun, pada kasus yang jarang, reaksi bisa lebih berat sehingga perlu perhatian medis, terutama jika muncul sesak napas atau pembengkakan hebat.
     
  4. Bagaimana cara mengatasi alergi dingin pada anak?
    Cara mengatasi gatal pada bayi meliputi menghindari paparan suhu dingin berlebihan, menjaga tubuh tetap hangat, menggunakan pakaian yang sesuai, serta berkonsultasi ke dokter jika gejala sering muncul atau semakin berat.
     
  5. Apakah alergi dingin pada anak bisa sembuh total?
    Alergi dingin bisa mereda seiring bertambahnya usia si Kecil. Namun, cara terbaik adalah selalu menghindari pemicunya untuk mencegah kekambuhan gejala.
     
  6. Apa bedanya alergi dingin dengan biduran biasa?
    Biduran biasa dipicu alergen umum, seperti makanan atau obat-obatan. Sementara itu, alergi dingin spesifik muncul sesaat setelah si Kecil terpapar udara, benda, atau air bersuhu rendah.
     
  7. Kapan alergi dingin harus diperiksakan ke dokter?
    Segera periksakan si Kecil ke dokter jika ia mengalami sesak napas dan area reaksi menjalar ke seluruh tubuh.

Referensi

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Penyebab Biduran dan Cara Mengatasinya. Dari: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/853/penyebab-biduran-dan-cara-…. Diakses pada 09/06/2026

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Tips Jitu Mengatasi Alergi Dingin pada Anak. Dari: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1058/tips-jitu-mengatasi-alerg…. Diakses pada 09/06/2026

Cleveland Clinic. Cold Urticaria: What It Is, Symptoms, Causes & Treatment. Dari: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24629-cold-urticaria. Diakses pada 09/06/2026

Liv Hospital. Insightful What To Drink For Allergies: Drink Allergy Relief. Dari: https://int.livhospital.com/insightful-what-to-drink-for-allergies-drin…. Diakses pada 09/06/2026

Mayo Clinic. Cold urticaria - Symptoms and causes. Dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cold-urticaria/symptoms-…. Diakses pada 09/06/2026

Produk wyeth nutrition

S-26 Procal GOLD

S-26 Procal GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 1-3 tahun)

S-26 Promise GOLD

S-26 Promise GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 3-12 tahun)

S-26 Procal Ultima

S-26 Procal Ultima

Susu pertumbuhan pertama di Indonesia yang menggunakan susu skim bubuk berasal dari sapi A2 untuk anak usia 1 - 3 tahun.

8886472105816_C1C1_idID.png

S-26 Procal Honey

Susu Pertumbuhan Anak usia 1-3 Tahun untuk dukung kesiapan belajarnya.

Promise Nutrissentials

S-26 Promise Nutrissentials

Susu bubuk Anak usia 3-12 Tahun. Berikan Nutrisi, Inspirasi, & Stimulasi tepat untuk bantu Ia siap belajar.

S-26 Procal GOLD pHPro

S-26 Procal GOLD pHPro

NAN pHPro 3 kini menjadi S-26 Procal GOLD pHPro 3, Susu Pertumbuhan Untuk Anak Usia 1-3 tahun.

Diformulasikan dengan partially hydrolized protein, bantu kurangi risiko alergi.

Join Sekarang
Join Sekarang