Terlambat Bicara: Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya
Ditulis Oleh: Tim Penulis
Penyebab terlambat bicara dan bahasa adalah faktor genetik, lahir prematur, gangguan fungsi pendengaran seperti infeksi telinga, dan kurangnya stimulasi.
Umumnya, anak usia 1 tahun sudah bisa mengucapkan satu kalimat sederhana seperti “Mama” atau “Papa”. Menginjak 18 bulan hingga 2 tahun, ia bisa mengombinasikan 2-3 patah kata. Jika sampai umur 2 tahun ia belum mengucapkan satu patah pun, mungkin ia mengalami keterlambatan bicara (delayed) yang disebabkan banyak faktor. Jangan khawatir, Mam, dengan stimulasi tepat hal ini bisa diatasi.

Apa Itu Keterlambatan Bicara?
Terlambat bicara adalah kondisi ketika perkembangan kemampuan berbicara anak tidak sesuai dengan tahapan usia yang diharapkan. Perlu dipahami bahwa setiap anak berkembang dengan ritme yang berbeda. Namun, ada batasan usia tertentu yang menjadi acuan perkembangan bahasa.
Menurut American Academy of Pediatrics, kemampuan bahasa anak berkembang pesat pada tiga tahun pertama kehidupan. Jika pada periode ini anak tidak mencapai milestone tertentu, maka perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut.
Terlambat bicara bisa bersifat ringan dan sementara, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya gangguan perkembangan yang lebih kompleks jika tidak ditangani dengan tepat.
Penyebab terlambat bicara dan bahasa pada umumnya bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, lahir prematur, gangguan fungsi pendengaran seperti infeksi telinga, dan kurangnya stimulasi.
Banyak yang mengira keterlambatan bicara pada anak dianggap sebagai gejala autisme, karena anak lebih banyak menggunakan bahasa isyarat ketimbang bahasa verbal. Pernyataan ini tidak benar karena terdapat perbedaan di antara keduanya. Salah satunya, autisme sulit diarahkan sedang anak delayed mudah diarahkan dan dikendalikan.
Anak-anak yang terlambat berbicara mungkin memiliki masalah terkait bahasa dan mengembangkan kemampuan belajar di sekolah, karena bahasa lisan adalah fondasi untuk semua bidang akademik, termasuk membaca, menulis, dan matematika.
Baca Juga : Tahap Perkembangan Kognitif Pada Anak yang Perlu Mam Ketahui!
Tanda-Tanda Anak Terlambat Bicara
Mam perlu memperhatikan beberapa tanda berikut sebagai indikator awal:
1. Usia 12 Bulan Belum Mengucapkan Kata Sederhana
Pada usia sekitar 12 bulan, umumnya anak sudah mampu mengucapkan kata sederhana seperti “mama” atau “papa”. Jika Si Kecil belum menunjukkan upaya mengucapkan kata atau bahkan belum babbling (mengeluarkan suara berulang seperti “ba-ba”), ini bisa menjadi tanda awal terlambat bicara.
2. Usia 2 Tahun Belum Bisa Menggabungkan Kata
Di usia 24 bulan, sebagian besar anak sudah mampu menggabungkan dua kata sederhana seperti “mau susu” atau “bola besar”. Jika Si Kecil belum mampu melakukannya, Mam sebaiknya mulai memantau lebih serius perkembangan bahasanya.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), keterlambatan dalam menggabungkan kata pada usia 2 tahun termasuk salah satu red flag perkembangan bahasa.
Penyebab Umum Terlambat Bicara
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terlambat bicara pada anak.
1. Faktor Genetik
Riwayat keluarga dengan gangguan bicara atau bahasa dapat meningkatkan risiko anak mengalami kondisi serupa. Jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat speech delay, Mam sebaiknya lebih waspada sejak dini.
2. Gangguan Pendengaran
Kemampuan mendengar sangat berperan dalam perkembangan bahasa. Anak yang mengalami gangguan pendengaran mungkin kesulitan meniru suara atau memahami kata-kata yang didengar. Karena itu, pemeriksaan pendengaran menjadi langkah penting jika dicurigai adanya terlambat bicara.
3. Kurang Stimulasi Bahasa
Anak belajar berbicara melalui interaksi. Jika Si Kecil jarang diajak berbicara, dibacakan cerita, atau berkomunikasi dua arah, perkembangan bahasanya bisa terhambat. Terlalu banyak screen time juga dapat mengurangi kesempatan interaksi langsung yang penting untuk stimulasi bahasa.
Stimulasi penting untuk merangsang kemampuan bicara ekspresifnya. Mam bisa membantunya dengan memberikan stimulasi berikut agar anak mau mengembangkan kemampuan bicaranya:
1. Pancing keingintahuannya lewat cerita
Jangan bosan mengajaknya bicara, membacakan buku cerita menarik, atau bernyanyi bersama. Cerita atau tokoh yang menarik minatnya bisa membuat ia tergerak mencari tahu lebih banyak lagi.
2. Kenalkan dengan benda-benda sekitar
Ceritakan apa yang terjadi di sekitar lingkungan. Misalnya saat belanja kenalkan ia dengan nama buah-buahan dan benda lainnya. Mam bisa memancingnya dengan menanyakan apa yang ia inginkan. Mungkin ia hanya menunjuk tanpa mengeluarkan kata. Bersabarlah Mam, si Kecil sedang melatih kemampuan komunikasinya. Paling tidak ia mengerti dan memberi respon positif.
3. Luangkan waktu sebanyak mungkin
Kunci dari komunikasi adalah adanya interaksi, dalam hal ini percakapan. Meski ia belum bisa mengerti apa yang kita ucapkan, namun jangan jadikan itu halangan untuk mengajaknya mengobrol.
4. Lebih hati-hati saat bicara
Gunakan kata-kata yang jelas dan mudah dimengerti. Untuk awal, gunakan satu kata dan ucapkan dengan jelas. Misalnya: ucapkan susu, bukan cucu. Jangan berbicara dengan intonasi yang tinggi. Hal itu akan membuat mereka menjadi takut dan enggan belajar bicara.
5. Bangun suasana rumah yang nyaman
Buat suasana rumah yang tenang dan tidak hiruk pikuk. Jaga agar volume televisi berada di level yang normal.
Mam, terlambat bicara memang bisa menimbulkan kekhawatiran. Namun, dengan pemahaman yang tepat, stimulasi yang konsisten, serta dukungan penuh kasih, banyak anak mampu mengejar ketertinggalannya.
Hal yang terpenting, jangan membandingkan Si Kecil dengan anak lain. Fokuslah pada perkembangannya sendiri dan berikan lingkungan yang kaya akan komunikasi. Jika diperlukan, jangan ragu mencari bantuan profesional. Langkah cepat dan tepat hari ini akan sangat berarti bagi kemampuan komunikasi Si Kecil di masa depan.
Jika tidak ada respon dan Mam khawatir, tidak ada salahnya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan terapi yang dibutuhkan.
Pertanyaan Seputar Terlambat Bicara:
1. Usia berapa anak seharusnya mulai bicara?
Kata pertama biasanya muncul sekitar usia 12 bulan.
2. Apa penyebab anak terlambat bicara?
Kurangnya stimulasi, gangguan pendengaran, atau keterlambatan perkembangan.
3. Bagaimana cara menstimulasi anak yang terlambat bicara?
Sering ajak berbicara, membaca buku bersama, dan batasi screen time.
Referensi
- American Academy of Pediatrics. (2019). Language delays in toddlers: Information for parents. AAP Publications.
- Centers for Disease Control and Prevention. (2023). Developmental milestones. U.S. Department of Health & Human Services.
- Romeo, R. R., Leonard, J. A., Robinson, S. T., et al. (2018). Beyond the 30-million-word gap: Children’s conversational exposure is associated with language-related brain function. Psychological Science, 29(5), 700–710. https://doi.org/10.1177/0956797617742725
- World Health Organization. (2019). Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age. WHO Press.
Produk wyeth nutrition