Gaya Belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik pada Anak
Pernahkah Mam memperhatikan reaksi Si Kecil saat bermain atau belajar? Si Kecil mungkin tampak lebih antusias ketika Mam mengajaknya membaca buku bergambar daripada melakukan permainan fisik, seperti lempar bola.
Atau Si Kecil lebih senang ketika Mam menceritakan dongeng atau menyanyikan lagu daripada menggambar atau mewarnai. Kemungkinan itu berhubungan dengan gaya belajar Si Kecil, Mam.
Gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik digunakan untuk menggambarkan kecenderungan atau preferensi anak dalam menerima dan mengolah informasi. Mengenali preferensi tersebut dapat membantu Mam memilih aktivitas belajar yang lebih menarik dan bervariasi bagi si Kecil.
Tipe Gaya Belajar Anak Usia Dini
Gaya belajar (learning style) anak usia dini merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana anak mengumpulkan, menyaring, menafsirkan, menyusun, menyimpulkan, dan menyimpan informasi untuk digunakan kembali di kemudian hari.
Gaya belajar juga dianggap sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan anak di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Secara umum, gaya belajar anak usia dini bisa dibedakan menjadi tiga tipe, yakni:
1. Visual
Anak dengan gaya belajar visual lebih baik saat menggunakan indera penglihatan untuk mempelajari sesuatu. Si Kecil lebih tertarik dengan buku bergambar maupun membaca. Juga lebih tertarik belajar dengan diagram, gambar, atau video.
Anak yang memiliki dengan gaya belajar visual umumnya mengumpulkan informasi dari membaca, membuat atau melihat tulisan, diagram, atau alat bantu visual lainnya.
2. Auditori
Berbeda dengan gaya belajar anak visual yang mengandalkan indera penglihatan dalam proses pembelajaran, gaya belajar auditori paling baik menggunakan indera pendengaran.
Anak dengan gaya belajar auditori akan lebih mudah dan cepat mengingat atau memahami konsep maupun informasi baru yang disampaikan dengan jelas melalui audio atau suara.
Tidak harus mendengarkan suara dari sumber atau orang lain. Anak dengan gaya belajar auditori juga bisa belajar lebih baik saat membaca dengan lantang. Juga dapat mengingat informasi lebih baik yang dipadukan dengan audio seperti musik atau tepukan tangan.
3. Kinestetik
Tipe ketiga adalah gaya belajar kinestetik yang lebih mengutamakan pembelajaran melalui fisik. Anak dengan gaya belajar ini akan lebih mudah menyerap informasi melalui sentuhan dan gerakan.
Kata kinestetik mengacu pada kemampuan tubuh dalam merasakan posisi dan gerakan. Oleh karena itu, cara belajar anak kinestetik biasanya melibatkan aktivitas seperti menyentuh, mencoba, memindahkan benda, atau mengeksplorasi lingkungan secara langsung.
Baca Juga : 7 Tipe Belajar Anak yang Wajib Mams Dipahami
Mengenali Gaya Belajar Anak Usia Dini
Cara terbaik untuk mengetahui gaya belajar anak adalah dengan mengamati Si Kecil. Coba Mam perhatikan bagaimana Si Kecil bermain dan bertindak. Cari tahu minat dan preferensinya dalam memproses sebuah informasi.
Mam juga tidak harus melakukan tes gaya belajar anak untuk mengetahui preferensi belajar si Kecil. Pengamatan terhadap kebiasaan anak saat bermain, belajar, dan berinteraksi sehari-hari umumnya sudah dapat memberikan gambaran mengenai cara belajar yang paling nyaman baginya. Hasil pengamatan tersebut digunakan sebagai panduan untuk memilih cara belajar yang tepat.
Namun, meskipun si Kecil mungkin tampak lebih menyukai cara belajar tertentu, hal tersebut tidak berarti ia hanya dapat belajar melalui satu cara saja.
Kemampuan anak dalam memahami informasi melalui gambar, suara, maupun pengalaman langsung akan terus berkembang seiring bertambahnya usia dan stimulasi yang diberikan.
Oleh karena itu, Mam dapat memberikan pengalaman belajar yang bervariasi sekaligus mengamati aktivitas yang paling membuat si Kecil tertarik dan nyaman belajar.
Ciri-Ciri Gaya Belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik
Selain mengamati kebiasaan si Kecil saat bermain dan belajar, Mam juga dapat mengenali kecenderungan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik melalui beberapa ciri berikut.
1. Ciri-ciri gaya belajar auditori
● Umumnya menyukai musik dan bisa mudah menghafal lirik
● Mudah memahami dan mengikuti arahan secara lisan
● Senang membaca dengan suara keras walaupun sedang sendirian
● Lebih senang mendengarkan cerita daripada membaca sendiri
● Lebih mudah memahami penjelasan lisan dibandingkan membaca melalui tulisan
2. Ciri-ciri gaya belajar visual
● Mudah mengingat tanda atau simbol visual, seperti warna dan bentuk
● Menyukai warna-warna cerah dan terang
● Senang menggambar dan melukis
● Dapat menceritakan ulang secara detail buku yang sudah dibaca
● Lebih senang diberi contoh saat mempelajari hal baru
● Dapat mengikuti hal yang dilakukan oleh orang lain
3. Ciri-ciri gaya belajar kinestetik
● Lebih menyukai permainan yang mendorong interaksi
● Mempelajari benda yang baru dikenal dengan menyentuhnya
● Senang membentuk sesuatu seperti lilin permainan daripada menggambar atau mencorat-coret
● Senang melakukan kegiatan yang aktif bergerak seperti olahraga
Perlu diingat bahwa ciri anak visual, auditori, maupun kinestetik tidak selalu muncul secara terpisah. Dalam situasi tertentu, si Kecil dapat menunjukkan lebih dari satu cara belajar sekaligus.
Misalnya, ia senang melihat gambar saat membaca buku, tetapi juga lebih mudah mengingat informasi setelah mendengarkan cerita atau mencobanya secara langsung.
Baca Juga : 5 Cara Mengajari Membaca dan Menulis dengan Cepat dan Tepat
Tips Mendukung Proses Belajar Anak
Apapun gaya belajar anak, kewajiban orang tua adalah mendukungnya agar dapat belajar dengan baik. Berikut beberapa tips yang bisa Mam lakukan untuk mendukung proses belajar Si Kecil sesuai macam-macam gaya belajar anak usia dini:
● Menstimulasi anak dengan gaya belajar visual bisa menggunakan alat peraga yang menarik, seperti kartu bergambar, poster, boneka, dan sebagainya. Gunakan ekspresi wajah saat menyampaikan sesuatu. Mam juga bisa menulis atau menggambar pada kertas atau papan tulis ketika menjelaskan suatu hal.
● Untuk menstimulasi anak dengan gaya belajar auditori, biasakan berbicara dengan jelas dan lantang, seperti ketika membacakan buku cerita.
Mam juga bisa menggunakan lagu yang ceria dan berima saat mengajarkan hal baru. Ajak Si Kecil ke dalam diskusi atau tanya jawab dan selalu dengarkan apa yang dikatakan anak.
● Cara belajar anak kinestetik dapat didukung melalui aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh, permainan eksplorasi, eksperimen sederhana, maupun kegiatan yang memungkinkan anak menyentuh dan mencoba benda secara langsung dengan tetap memperhatikan faktor keamanan.
Dalam praktiknya, Mam tidak harus memilih satu metode belajar saja. Berbagai cara dapat dipadukan dalam satu aktivitas agar proses belajar menjadi lebih menyenangkan.
Misalnya saat mengenalkan nama buah, Mam dapat menunjukkan gambar buah, menyebutkan namanya dengan suara yang jelas, mengajak si Kecil menyentuh atau mencicipi buah tersebut, lalu bermain tebak gambar atau menyortir buah berdasarkan warna dan bentuk.
Kombinasi gambar, suara, gerakan, dan pengalaman langsung dapat membantu anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam.
Oleh karena itu, Mam tidak perlu terpaku pada satu gaya belajar saja. Coba kombinasikan berbagai aktivitas dan sesuaikan dengan kebutuhan, minat, serta situasi belajar si Kecil.
Lingkungan belajar juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan si Kecil agar ia lebih nyaman dan mudah berkonsentrasi. Mam dapat menyediakan tempat belajar dengan pencahayaan yang cukup, mengurangi gangguan seperti televisi atau gawai, serta memberikan waktu istirahat apabila anak mulai kehilangan fokus.
Selain memberikan stimulasi sesuai gaya belajar anak, Mam bisa mendukung perkembangan dan membantu pembelajaran Si Kecil dengan memenuhi kebutuhan gizinya.
S26 Procal Gold hadir dengan Most Advanced Formulation yang dilengkapi Multilearn Connect, kombinasi nutrisi penting untuk mendukung perkembangan otak dan sistem saraf si Kecil secara optimal.
Diperkaya Sphingomyelin & Fosfolipid untuk membantu mempercepat arus informasi di otak, AA & DHA untuk perkembangan otak, serta Alfa-laktalbumin yang mendukung komunikasi saraf.
Didukung nutrisi tepat dengan jumlah dan waktu yang tepat, S-26 Procal Gold membantu si Kecil tumbuh cerdas, siap belajar, dan berkembang optimal hari ini hingga masa depannya.
Pertanyaan Seputar Gaya Belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik
Apa itu gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik?
Gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kecenderungan anak dalam menerima dan mengolah informasi. Ada anak yang lebih mudah memahami melalui gambar (visual), ada yang lebih responsif terhadap penjelasan lisan (auditori), dan ada pula yang senang belajar melalui gerakan atau praktik langsung (kinestetik).Namun, sebagian besar anak dapat belajar secara optimal dengan memanfaatkan kombinasi berbagai cara belajar.
Apakah gaya belajar seorang anak dapat berubah seiring bertambahnya usia?
Ya. Preferensi belajar anak dapat berkembang seiring pertumbuhan, pengalaman, dan jenis aktivitas yang dilakukan. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu memberi label bahwa anak hanya memiliki satu gaya belajar tertentu. Berikan pengalaman belajar yang beragam untuk membantu anak mengembangkan berbagai keterampilan.- Bagaimana cara mengajari membaca anak yang bertipe auditori?
Jika anak tampak lebih responsif terhadap suara, bacakan cerita dengan intonasi yang menarik, mengajak anak membaca bersama dengan suara lantang, menggunakan lagu atau rima, serta berdiskusi tentang isi bacaan. Meski begitu, kegiatan membaca tetap sebaiknya dipadukan dengan gambar, permainan, dan aktivitas lain agar pengalaman belajar menjadi lebih kaya.
Referensi
1. Roark, C. L., Lescht, E., Hampton Wray, A., & Chandrasekaran, B. (2023). Auditory and visual category learning in children and adults. Developmental psychology, 59(5), 963–975. https://doi.org/10.1037/dev0001525
Produk wyeth nutrition

