Mengajarkan Anak Untuk Saling Menyayangi

8 Gejala Campak pada Anak, Penanganan, dan Tanda

Agu 12, 2026
4 mins
Listen Transcript

8 Gejala Campak pada Anak, Penanganan, dan Tanda

Virus campak adalah virus yang sangat menular dan menyebar melalui percikan batuk atau bersin dari penderita. Setelah masuk ke dalam tubuh, virus ini biasanya memerlukan waktu sekitar 7-14 hari sebelum menimbulkan gejala. 

Gejala campak pada anak umumnya diawali dengan demam, batuk, pilek, mata merah dan berair, serta munculnya bercak putih keabu-abuan di dalam mulut (Koplik spot). 

Beberapa hari kemudian, akan muncul ruam merah pada anak yang biasanya dimulai dari wajah dan leher sebelum menyebar ke seluruh tubuh. 

Karena campak dapat menyebabkan komplikasi serius, penting bagi orang tua untuk memahami gejala, cara penanganan, pencegahan, serta tanda bahaya yang memerlukan pertolongan medis agar si Kecil mendapatkan perawatan yang tepat.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia berada dalam 10 besar negara dengan jumlah kasus campak terbanyak di dunia. Kementerian Kesehatan juga mencatat kasus campak terus meningkat selama 5 tahun terakhir. Pada 2018, di beberapa provinsi di Indonesia sempat ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) karena tingkat kasus campak yang tinggi.

Oleh karena itu, Mam perlu mengenali apa itu virus campak,  gejala campak pada anak, memahami cara penularannya, serta mengetahui kapan si Kecil perlu segera mendapatkan pertolongan medis. 

 

Virus Campak

Penyakit campak (measles) disebabkan virus RNA (famili Paramyxovirus) dan sangat menular. Penularan virus ini pun termasuk sangat mudah. Penderita campak akan menyebarkan penyebab virus campak melalui udara saat batuk atau bersin. 

Virus yang beredar di udara ini kemudian masuk ke saluran pernapasan manusia lainnya. Bila daya tahan tubuh sedang lemah, apalagi belum pernah divaksin campak sebelumnya, akan sangat mudah tertular.

Virus campak juga bisa bertahan dalam waktu yang lama di berbagai benda. Cara penularan campak juga bisa terjadi ketika benda-benda tersebut tersentuh, kemudian terhirup.  

Minum dari gelas yang sama dengan penderita campak juga bisa memicu penularan. Cara penularan campak juga bisa terjadi karena adanya kontak dengan penderita campak memang menjadi penyebab virus campak menyebar dengan mudah.

 

Gejala Campak pada Anak

Setubuh terpapar virus campak, dibutuhkan waktu sekitar 7–14 hari sebelum gejala muncul. Gejala awal campak umumnya berupa: 

  1. Demam
  2. Batuk kering
  3. Pilek
  4. Mata merah dan berair (konjungtivitis)
  5. Peka terhadap cahaya
  6. Sakit tenggorokan
  7. Koplik spot yaitu bercak-bercak putih keabu-abuan dengan titik tengah berwarna merah sebesar butiran pasir pada langit-langit mulut
  8. Ruam yang merata di seluruh tubuh

Sekitar 3–5 hari setelah gejala awal, akan muncul ruam merah pada anak. Ruam biasanya dimulai dari wajah dan leher, kemudian menyebar ke dada, lengan, perut, tungkai, hingga kaki dalam beberapa hari sebelum akhirnya memudar.

Baca Juga : Anak Terkena Campak? Ini Penyebab Virus Campak dan Pencegahannya

 

Tahapan Perkembangan Penyakit Campak

Bila pasien sudah positif didiagnosis campak, ada tiga stadium penderita campak setelah masa inkubasi:

● Stadium Prodromal atau Kataral

Pada stadium ini, timbul beberapa gejala yang mirip seperti influenza yaitu pilek, batuk kering, demam, sakit tenggorokan (nyeri saat menelan), dan lemas. Mata penderita juga terlihat merah, berair, dan nyeri saat melihat cahaya matahari. Mam dan Pap bisa mengecek langit-langit mulut si Kecil untuk melihat apakah ada koplik spot atau tidak. Hal ini untuk membedakan apakah si Kecil memang terkena campak atau hanya influenza. Gejala pada stadium ini bisa berlangsung selama 2-5 hari.

● Stadium Erupsi

Stadium ini berlangsung sekitar 5-6 hari. Mulai timbul ruam merah di leher bagian belakang dan belakang telinga. Sekitar 24 jam kemudian, ruam semakin menyebar ke bagian lengan atas, wajah, dan dada. Hari berikutnya, ruam semakin menyebar ke seluruh bagian tubuh lainnya. Gejala lain seperti batuk dan pilek juga semakin berat. 

Demam pun semakin tinggi. Banyak atau tidaknya ruam yang muncul berbeda-beda pada setiap penderita. Ruam dengan kategori sangat ringan akan muncul di beberapa area kulit tubuh, tetapi tidak rapat. Sedangkan ruam dengan kategori berat akan terlihat rapat, bahkan seperti bengkak.

● Stadium Penyembuhan atau Konvalensi

Bila tidak terjadi komplikasi, suhu tubuh yang terkena demam akan berangsur normal. Ruam pada kulit mulai terlihat menghitam serta mengelupas. Menurunnya suhu tubuh dan hilangnya ruam akan berlangsung sekitar 3 hari. 

Seperti ketika timbul ruam, berkurangnya ruam juga akan berlangsung secara berurutan, tetapi terbalik. Bagian yang terakhir timbul ruam akan sembuh lebih dulu. Area belakang leher dan telinga akan menjadi yang terakhir. Kulit akan kembali bersih setelah ruam menghitam dan mengelupas dalam waktu sekitar 1-2 minggu.

Baca Pelajari : 5 Langkah Penanganan Alergi pada Anak di Rumah

 

Cara Mengatasi Campak

Campak termasuk self-limiting disease. Artinya, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Jadi, sebetulnya tidak perlu ada penanganan khusus, selama tidak menimbulkan komplikasi dan daya tahan tubuh penderita termasuk baik.

Meski demikian, pastikan Mam berkonsultasi dengan dokter mengenai keadaan si Kecil. Penanganan yang tepat dapat membantu si Kecil pulih lebih cepat dan terhindar dari komplikasi akibat penanganan yang salah.

Selama menjalani perawatan di rumah, pastikan si Kecil mendapatkan waktu istirahat yang cukup, minum lebih banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi, serta memperoleh obat penurun demam sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat merekomendasikan pemberian vitamin A untuk membantu mengurangi risiko komplikasi.

 

Cara Mencegah Campak pada Anak

● Imunisasi

Penyakit campak bisa dicegah dengan vaksin MR (Measles-Rubella/Campak-Rubella). Imunisasi campak dilakukan 2 kali, pada usia 9 bulan dan 24 bulan (2 tahun). Jika si Kecil tetap terkena campak setelah mendapatkan imunisasi, efeknya bisa diminimalkan karena tubuh sudah memiliki kekebalan terhadap penyebab virus campak.

Di Indonesia, vaksin campak termasuk imunisasi yang wajib diberikan kepada anak. Ada juga vaksin MMR yang merupakan gabungan dari campak, gondongan, dan rubella. Mam dan Pap bisa mengikuti jadwal pemberian campak berdasarkan tabel atau konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.Vaksin MR bisa diberikan kepada anak di atas 6 bulan sebagai pencegahan darurat jika berisiko tinggi terkena campak. Situasi yang mengharuskan si Kecil mendapatkan vaksin darurat antara lain adanya wabah di lingkungan sekitar atau kontak fisik dengan penderita campak.

● Isolasi 

Jika terkena campak, sebaiknya Mam meminimalkan interaksi si Kecil dengan banyak orang, terutama anak sebayanya. Si kecil bisa tidak masuk sekolah selama masih menderita campak. Meminimalkan penderita campak bertemu banyak orang merupakan salah satu pencegahan agar wabah campak tidak semakin menyebar. Ini terutama mengingat wabah ini bisa menular dengan sangat cepat.

Selain itu, usahakan si Kecil beristirahat di rumah dan membatasi kontak dengan anggota keluarga lain hingga minimal 4 hari setelah ruam muncul, terutama dengan bayi, ibu hamil, dan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Pastikan seluruh anggota keluarga telah mendapatkan imunisasi campak (MR/MMR) sesuai jadwal, serta biasakan mencuci tangan dan menerapkan etika batuk maupun bersin untuk membantu mengurangi risiko penularan di rumah.

 

Waspada Komplikasi Virus Campak Masuk ke Dalam Tubuh

Anak-anak paling rentan terkena campak. Namun, virus campak sebetulnya bisa menyerang siapa pun. Bila daya tahan tubuh melemah, apalagi belum pernah diberi vaksin campak sebelumnya, harus waspada terjadinya komplikasi. 

Bila hal ini terjadi, jangan pernah menganggap ringan. Bayi juga berisiko komplikasi apabila terkena campak. Begitu juga dengan balita yang mengalami gizi buruk. Diare berat, bronchitis, infeksi telinga, kebutaan, radang paru-paru, dan radang otak merupakan komplikasi yang mungkin saja terjadi akibat penyebab virus campak.

Ibu hamil yang terkena campak juga bisa mempengaruhi kesehatan bayi yang dikandung. Campak juga bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Timbulnya komplikasi yang cukup berat mengharuskan Mam dan Pap mewaspadai penyebab virus campak. Caranya adalah dengan memberikan imunisasi secara terjadwal. Pastikan keluarga Mam selalu melakukan gaya hidup sehat agar daya tahan tubuh terus terjaga.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera bawa si Kecil ke dokter atau fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, demam tinggi yang tidak kunjung turun, sulit makan atau minum hingga berisiko mengalami dehidrasi, tampak sangat lemas atau kesadarannya menurun, atau mengalami kejang. 

Kondisi tersebut dapat menjadi tanda komplikasi, seperti pneumonia atau infeksi otak (ensefalitis), yang memerlukan penanganan medis segera.

Selain memastikan si Kecil mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, jangan lupa penuhi kebutuhan nutrisi hariannya melalui pola makan bergizi seimbang. 

S-26 Procal Nutrissentials hadir dengan Kolin, AHA, DHA, Alfa-Laktalbumin, Omega 3 & 6, dilengkapi vitamin serta mineral untuk mendukung perkembangan otak, daya tahan tubuh, dan pertumbuhan si Kecil setiap hari. Dukung belajar pintar si Kecil dengan tubuh dan otak yang optimal.

 

Pertanyaan yang sering ditanyakan?

1. Berapa lama masa inkubasi virus campak sejak hari pertama menginfeksi tubuh anak?

Masa inkubasi campak umumnya berlangsung sekitar 7–14 hari sejak anak terpapar virus hingga gejala pertama mulai muncul.

2. Apakah virus campak pada anak dapat menular kepada orang dewasa yang berada di sekitarnya?

Ya. Campak sangat mudah menular kepada siapa saja yang belum memiliki kekebalan, termasuk orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi atau belum pernah mengalami campak.

3. Makanan apa saja yang dianjurkan untuk dihindari selama anak masih menunjukkan gejala penyakit campak? 

Selama sakit, berikan makanan bergizi seimbang, buah dan sayur, sumber protein, serta cairan yang cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan mencegah dehidrasi. Jika nafsu makan menurun, berikan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. 

Referensi

Produk wyeth nutrition

S-26 Procal GOLD

S-26 Procal GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 1-3 tahun)

S-26 Promise GOLD

S-26 Promise GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 3-12 tahun)

S-26 Procal Ultima

S-26 Procal Ultima

Susu pertumbuhan pertama di Indonesia yang menggunakan susu skim bubuk berasal dari sapi A2 untuk anak usia 1 - 3 tahun.

8886472105816_C1C1_idID.png

S-26 Procal Honey

Susu Pertumbuhan Anak usia 1-3 Tahun untuk dukung kesiapan belajarnya.

Promise Nutrissentials

S-26 Promise Nutrissentials

Susu bubuk Anak usia 3-12 Tahun. Berikan Nutrisi, Inspirasi, & Stimulasi tepat untuk bantu Ia siap belajar.

S-26 Procal GOLD pHPro

S-26 Procal GOLD pHPro

NAN pHPro 3 kini menjadi S-26 Procal GOLD pHPro 3, Susu Pertumbuhan Untuk Anak Usia 1-3 tahun.

Diformulasikan dengan partially hydrolized protein, bantu kurangi risiko alergi.

Join Sekarang
Join Sekarang