Manfaat Kolin untuk Otak Anak dan Proses Belajar Si Kecil
Ditulis Oleh : Tim Penulis
Ditinjau Oleh Chairunita M.Si
Kolin adalah salah satu nutrisi penting karena perannya yang besar dalam mendukung perkembangan dan kinerja otak anak. Berbagai manfaat kolin untuk anak adalah untuk membantu pembentukan membran sel otak, mendukung pengiriman sinyal saraf, serta meningkatkan fungsi kognitif seperti daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan belajar si Kecil.
Sebagai senyawa yang mirip dengan vitamin B, kolin juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan mendukung perkembangan otak sejak masa janin hingga masa tumbuh kembang, sehingga berpengaruh pada kemampuan berpikirnya di masa depan. Dengan asupan kolin yang cukup sejak dini baik melalui ASI maupun makanan seperti telur, daging, dan kacang-kacangan; maka anak dapat lebih fokus saat belajar, lebih mudah menyerap informasi, dan memiliki memori yang lebih optimal.
Manfaat Kolin untuk Otak Anak
Kolin adalah bahan kimia mirip dengan vitamin B yang melayani berbagai fungsi dalam tubuh kita, termasuk membentuk membran sel otak, melindungi jantung, serta mendukung perkembangan otak pada janin. Kandungan ini penting untuk perkembangan otak anak. Selain itu banyak fungsi kolin bagi tubuh, sehingga perlu dikonsumsi sejak dini.
Kolin secara alami diperoleh si Kecil dari ASI. Namun, terdapat pula sumber kolin pada makanan di antaranya hati sapi, daging sapi, telur, kembang kol, tahu, almond, dan juga selai kacang.
Zat penting bagi tubuh ini merupakan anggota dari kelompok vitamin B yang mendukung fungsi otak dan memainkan peran penting dalam proses belajar dan daya ingat si Kecil. Bahan vitamin yang mirip dengan vitamin B ini merupakan unsur penting dalam pembangunan semua membran sel, sehingga kadang-kadang disebut "vitamin memori."
Tak cukup itu, manfaat kolin sangat penting selama perkembangan otak janin, di mana nutrisi ini dapat mempengaruhi memori dan fungsinya hingga dewasa kelak. Beberapa studi telah menunjukkan kolin bersama dengan asam lemak omega-3, mampu meningkatkan konten membran sinaptik dan dapat meningkatkan fungsi kognitif pada percobaan hewan di laboratorium.
Kolin untuk otak anak juga dianggap penting dalam fungsi membran sel, yang memungkinkan lewatnya nutrisi dan pelepasan limbah tubuh. Kekurangan kolin dapat menyebabkan gangguan hati, karena mengurangi kemampuan hati untuk mengedarkan lemak. Selain itu, kekurangan kandungan ini juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan saraf otot karena tidak cukup asetilkolin, yaitu salah satu bahan yang terbuat dari kolin.
Baca Juga : Nutrisi Penting untuk Mendukung Perkembangan Otak Si Kecil
Kebutuhan Kolin Harian pada Anak
Mengutip dari Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kebutuhan Gizi (AKG) yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia, kebutuhan zat gizi kolin pada anak usia 1-3 tahun yakni 200 mg per hari; anak usia 4-6 tahun membutuhkan 250 mg kolin per hari; dan anak usia 7-9 tahun membutuhkan 375 mg kolin setiap harinya.1
Mam bisa membantu memenuhi kebutuhan kolin harian si Kecil dengan memasukkan bahan makanan mengandung kolin ke dalam menu makan sehat hariannya. Berikut ini, 5 contoh makanan tinggi kandungan kolin yang bisa menjadi menu sehari-hari untuk anak:
- Hati sapi, dalam 85 gram hati sapi dapat mengandung hingga 356 mg kolin.
- Telur rebus, sebutir telur ukuran besar dapat mengandung sekitar 147 mg kolin.
- Daging sapi, mengandung hingga 117 mg kolin untuk setiap 85 gram daging sapi.
- Kedelai, setengah mangkuk kacang kedelai yang disangrai dapat mengandung hingga 107 mg kolin.
- Dada ayam, setiap 85 gram dapat mengandung sekitar 72 mg kolin.2
Gejala Kekurangan Kolin
Kasus kekurangan atau defisiensi kolin terbilang jarang. Kendati demikian bukan berarti tidak mungkin terjadi. Mam perlu waspada beberapa gejala kekurangan kolin berikut ini:
- Mudah kelelahan
- Otot pegal
- Disfungsi organ hati
- Gangguan neurologis
- Gangguan metabolisme lipid
- Masalah kardiovaskular
- Peradangan
- Ketidakseimbangan hormon
- Gangguan memori dan daya ingat3
Untuk mencegah si Kecil mengalami defisiensi kolin, Mam perlu memenuhi kebutuhan hariannya dengan memberi asupan makanan mengandung kolin. Berikan tidak hanya satu jenis makanan, namun beberapa makanan sumber kolin agar kebutuhan gizi hariannya dapat terpenuhi.
Selain memberi asupan makanan bergizi seimbang setiap hari, Mam juga bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi penting si Kecil, termasuk kolin, dengan memberinya susu S-26 Procal ULTIMA.
Susu S-26 Procal Ultima merupakan susu pertumbuhan pertama di Indonesia yang menggunakan susu skim bubuk yang berasal dari sapi A2, diformulasikan untuk anak usia 1-3 tahun.
S-26 Procal ULTIMA Multicare System juga mengandung nutrisi seperti Sphingomyelin, Fosfolipid, AA, DHA, Omega 3 & 6, Kolin untuk dukung perkembangan otak si Kecil, serta kalsium, selenium, vitamin D, dan zat besi untuk dukung pertumbuhannya.
Nah, kini Mam sudah lebih tahu tentang kolin dan juga manfaat kolin kan? Semoga informasi yang disajikan di artikel ini bisa bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu memberikan nutrisi penting ini pada si Kecil, ya!
Baca Juga : Jenis Nutrisi dan Makanan untuk Perkembangan Otak Si Kecil
Pertanyaan Seputar Manfaat Kolin
1. Apa manfaat utama kolin untuk perkembangan otak anak?
Manfaat utama kolin untuk perkembangan otak anak salah satunya membentuk membran sel otak dan mendukung perkembangan otak pada janin. Kolin juga berperan penting dalam proses belajar dan daya ingat sehingga terkadang juga disebut dengan vitamin memori.
2. Apa bedanya kolin dengan omega-3?
Meskipun sama-sama penting untuk fungsi otak anak, kolin berbeda dengan omega 3. Kolin merupakan mikronutrien yang berperan dalam produksi asetilkolin yang mengatur memori, sedangkan omega 3 adalah asam lemak esensial yang menjadi komponen penyusun membran sel di otak.
3. Makanan apa yang mengandung kolin paling tinggi?
Bahan makanan yang mengandung kolin paling tinggi salah satunya adalah hati sapi. Dalam 85 gram hati sapi dapat mengandung hingga 356 mg kolin.
Referensi
1. Permenkes RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. 2019.
2. Healthline. What Is Choline? An Essential Nutrient With Many Benefits. Dari https://www.healthline.com/nutrition/what-is-choline. Diakses 11/06/2026
3. Manipal Cigna. Deficiency of Choline. Dari https://www.manipalcigna.com/deficiency/deficiency-of-choline. Diakses 11/06/2026
Produk wyeth nutrition

