Cara Anak Cepat Berbicara dengan Latihan di Rumah
Ditulis Oleh: Tim Penulis
Ditinjau Oleh: dr.Vinia Rusli, Sp.A(K)
Kemampuan bahasa adalah bagian penting dalam tumbuh kembang anak, terutama dalam proses belajar berkomunikasi sejak dini. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami cara melatih anak berbicara agar kemampuan bahasanya berkembang optimal. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain mengajak anak berbicara sejak bayi, rutin membacakan buku, bernyanyi bersama, serta menciptakan komunikasi dua arah dalam aktivitas sehari-hari. Dengan stimulasi yang konsisten dan sesuai usia, si Kecil dapat lebih cepat memahami kata dan mulai berbicara dengan percaya diri.
5 Cara Melatih Anak Berbicara di Rumah
Apa saja sih yang dapat Mam lakukan sebagai cara melatih anak berbicara? Yuk, simak penjelasan singkat seputar cara anak cepat berbicara di bawah ini.
1. Mulai sejak dini.
Ya, salah satu cara anak cepat berbicara adalah dengan mengajaknya berbicara, bahkan sejak ia baru dilahirkan. Telinga bayi dan bagian otak yang merespon suara sudah berkembang baik saat ia dilahirkan. Jadi, walaupun si Kecil belum bisa menjawab, Mam tetap perlu mengajaknya bicara, atau ‘mengobrol’, karena sebenarnya ia sudah menyerap kata-kata yang Mam ucapkan.
2. Beri stimulasi yang sesuai dengan usia anak
Setiap tahap usia dan tahap perkembangan bahasa tentu membutuhkan stimulasi yang berbeda agar kemampuan bicara anak dapat optimal. Berikut ini adalah beberapa contoh stimulasi di setiap tahap usia yang dapat Mam berikan sebagai cara anak cepat berbicara.
Usia 0-6 bulan:
- Berbicara pada anak saat Mam beraktivitas dengannya seperti memandikan, mengganti popok, dan lainnya.
- Menyanyikan lagu untuk si Kecil.
- Mendekatkan wajah Mam ke wajah anak saat berbicara dengannya.
- Mengulang bunyi yang si Kecil buat, cara ini akan membantu anak belajar mendengarkan dan bergantian saat berbicara.
Usia 6-12 bulan:
- Menunjuk suatu objek sambil menyebutkan nama objek tersebut. Misalnya, “Lihat, ada ikan” sambil menunjuk ikan di kolam.
- Mengajak anak ‘membaca’ buku. Perlihatkan gambar yang ada di buku sambil berbicara mengenai gambar tersebut. Misalnya warna baju yang dikenakan anak di dalam buku, ada berapa ekor bebek di buku, dan sebagainya.
Usia 12-18 bulan:
- Perkenalkan berbagai kosakata baru. Misalnya dengan memberi si Kecil pilihan. “Adik mau makan pakai baju warna merah atau warna ungu?” “Adik mau makan buah jeruk atau buah semangka?”.
- Gunakan mainan atau buku yang bisa mengeluarkan bunyi untuk melatih kemampuan mendengar anak.
- Perbaiki jika si Kecil salah mengucapkan kosakata. Misalnya jika ia menyebut “Jeyuk” untuk “Jeruk”. Maka Mam bisa memperbaikinya tanpa mengkritik, cukup katakan, “Iya, ini buah jeruk.”
- Bernyanyi bersama anak, terutama yang bisa diikuti dengan gerakan tubuh.
3. Membaca buku
Buku beberapa kali disebutkan di atas sebagai bagian dari cara anak cepat berbicara. Membacakan buku bisa dimulai sejak si kecil masih bayi. Gunakan jenis buku dan metode yang sesuai dengan usia anak. Misalnya dimulai dari boardbook yang kalimatnya pendek-pendek dan lebih banyak gambarnya dan meningkat terus ke buku yang ceritanya lebih panjang. Selain membantu memperkaya kosakata anak, membantu kemampuan mendengar, kebiasaan ini juga akan menumbuhkan kesukaan anak terhadap membaca.
4. Ciptakan dialog dengan anak
Pastikan ‘obrolan’ Mam dan si Kecil berjalan dua arah. Bahkan sejak si Kecil masih mengoceh dengan ‘bahasa bayi’. Misalnya saat Mam menunjuk ikan di kolam dan berkata, “Lihat, ada ikan!” kemudian si Kecil menyahut dengan ocehan bayi, maka Mam bisa mengatakan, “Iya, ikannya sedang makan”. Dengan cara ini si Kecil akan belajar mengenai percakapan dua arah.
5. Kenali tanda-tanda hambatan bicara
Mam tentu juga perlu mengenali tanda-tanda si Kecil mengalami hambatan berbicara. Tujuannya supaya Mam bisa segera mendiskusikan dengan dokter spesialis anak dan segera mencari solusinya. Kekhawatiran apapun yang Mam temui bisa segera Mam sampaikan kepada ahlinya.
Yuk Mam, selalu beri stimulasi yang tepat bagi anak agar tumbuh kembangnya berjalan optimal dan si Kecil menjadi anak pintar.
Tahap Perkembangan Bahasa Anak Sesuai Usia
Mam, memahami tahap perkembangan bahasa anak sangat penting untuk memantau proses belajar si Kecil. Berdasarkan panduan ahli kesehatan, berikut pencapaian kemampuan bahasa si Kecil yang perlu Mam cermati:
- Usia 12 bulan: Sudah bisa "dadah", memanggil mama atau papa, dan memahami larangan "tidak".
- Usia 18 bulan: Sudah bisa menggunakan setidaknya tiga kata selain "mama" atau "papa", hingga mengikuti perintah tanpa memberikan gestur.
- Usia 24 bulan: Mereka sudah bisa menunjuk gambar saat disebutkan nama gambarnya, menujukkan bagian tubuhnya, membuat kalimat terdiri dari dua kata seperti “minum susu”, hingga menggunakan gestur seperti “dadah” atau mengangguk.
- Usia 36 bulan: Si Kecil sudah bisa berbincang, mulai sering banyak bertanya, membuat kalimat yang lebih panjang, serta menjawab dan memahami pertanyaan tentang rutinitasnya, termasuk pertanyaan apa, siapa, kapan, dan di mana.
Apakah usia di bawah 2 tahun boleh terpapar Screen Time?
Paparan layar gawai (screen time) tidak dianjurkan untuk anak usia 0-2 tahun, kecuali untuk video call dengan keluarga dan harus didampingi.
Si Kecil sangat membutuhkan interaksi dua arah dan tatap muka langsung untuk mempelajari gestur, ekspresi wajah, serta pelafalan kata yang benar.
Si Kecil dapat terpapar gawai di usia 2-6 tahun maksimal hanya 1 jam per hari. Itu pun harus dengan pendampingan orang tua, bukan dibiarkan menonton sendirian. Pilih konten edukatif dan interaktif, bukan tontonan pasif.
7 Aktivitas Harian sebagai Cara Melatih Anak Berbicara
Selain melakukan beberapa langkah di atas, ada banyak rutinitas menyenangkan yang bisa dijadikan stimulasi anak cepat bicara. Berikut adalah tujuh aktivitas harian yang patut dicoba sebagai cara melatih anak berbicara:
1. Tunjuk dan Tirukan
Tunjuk suatu benda dan sebutkan namanya agar ditiru si Kecil. Misalnya, “lihat, ada kucing”.
2. Bernyanyi Bersama
Bernyanyi dengan rima yang mudah diucapkan dan diulang-ulang dapat membantu si Kecil mengingat kata-kata.
3. Narasikan Rutinitas
Kegiatan rutin menjadi waktu terbaik untuk mengajarkan kalimat/kata-kata. Misalnya, jelaskan warna atau gambar baju yang akan dipakai.
4. Perintah Sederhana
Gunakan perintah yang sederhana dan pendek agar mudah dipahami. Misalnya, “tutup pintunya” atau “ambilkan gelas itu”.
5. Lengkapi Kalimatnya
Bantu si Kecil merangkai atau melengkapi kalimatnya. Misalnya, ketika si Kecil mengatakan “copot baju”, lengkapi dengan “iya, sebelum mandi ayo copot baju dulu”.
6. Maksimalkan Waktu Makan
Saat makan bersama di ruang makan, ajari si Kecil dengan kata-kata yang berhubungan dengan makanan, seperti tekstur keras, rasa manis, atau suhu panas.
7. Membacakan Buku
Membacakan buku sangat bermanfaat bagi si Kecil. Bacakan dengan mengajaknya terlibat dalam cerita. Misalnya, tanyakan bagaimana nasib karakter A atau ke mana B akan pergi.1
Proses belajar berbicara si Kecil adalah jalan yang panjang. Selamat mendampinginya dengan penuh cinta dengan berbagai cara melatih anak berbicara di atas ya, Mam!
Pertanyaan Seputar Cara Melatih Anak Berbicara
1. Pada umur berapa anak seharusnya sudah bisa berbicara dengan jelas?
Umumnya pada usia 36 bulan, si Kecil sudah mulai bisa merangkai kalimat sederhana yang ucapannya jelas dan sebagian besar dapat dipahami oleh orang lain di sekitarnya.
2. Apakah terlalu sering main gadget bisa menyebabkan anak terlambat bicara?
Benar, Mam. Menatap layar gawai yang minim interaksi tatap muka berisiko menjadi pemicu keterlambatan bicara pada si Kecil.
3. Kapan anak yang belum lancar berbicara harus segera diperiksakan ke dokter?
Segera konsultasikan ke dokter anak jika si Kecil belum merespons saat dipanggil pada usia 12 bulan, atau belum mengucap kata bermakna di usia 15 bulan.
Referensi:
1. CDC. Milestones by 1 Year. Learn the Signs. Act Early. Dari: https://www.cdc.gov/act-early/milestones/1-year.html. Diakses pada 09/06/2026
2. CDC. Milestones by 18 Months. Learn the Signs. Act Early. Dari: https://www.cdc.gov/act-early/milestones/18-months.html. Diakses pada 09/06/2026
3. CDC. Milestones by 2 Years. Learn the Signs. Act Early. Dari: https://www.cdc.gov/act-early/milestones/2-years.html. Diakses pada 09/06/2026
4. Essex Partnership University NHS Foundation Trust. 36 to 48 Months - Essex Partnership University NHS Foundation Trust. Dari: https://www.eput.nhs.uk/services/childrens-speech-language-therapy/universal-support-for-speech-language-and-communication-development-from-birth/36-48-months/. Diakses pada 09/06/2026
5. Takahashi, I. (2023). Screen time at age 1 year and communication and problem-solving developmental delay at 2 and 4 years. JAMA Pediatrics, 177(10). https://doi.org/10.1001/jamapediatrics.2023.3057
6. Oxford Health NHS. Play, conversation and interaction. Children’s Integrated Therapies. Dari: https://oxfordhealth.nhs.uk/cit/resources/play-early-conversation/. Diakses pada 09/06/2026
7. NHS. Help your baby learn to talk. Dari: https://www.nhs.uk/baby/babys-development/play-and-learning/help-your-baby-learn-to-talk/. Diakses pada 09/06/2026
8. NHS. First words: 1 to 2 years - Best Start in Life. Dari: https://www.nhs.uk/best-start-in-life/toddler/learning-to-talk/first-words-and-little-sentences-1-to-2-years/. Diakses pada 09/06/2026
9. Raising Children Network. Reading and storytelling with babies and children. Dari: https://raisingchildren.net.au/babies/play-learning/literacy-reading-stories/reading-storytelling. Diakses pada 09/06/2026
10. IDAI. Keamanan Menggunakan Internet bagi Anak. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/keamanan-menggunakan-internet-bagi-anak. Diakses pada 7/7/2026
Produk wyeth nutrition

