Perkembangan Bahasa Anak: Tahapan, Stimulasi, dan Tanda Waspada
Tahapan perkembangan bahasa anak usia dini dan cara menstimulasi anak bicara merupakan hal penting yang perlu dipahami orang tua untuk mendukung kemampuan komunikasi si Kecil.
Perkembangan bahasa dimulai sejak bayi lahir dan berlangsung secara bertahap, mulai dari merespons suara, mengoceh (babbling), mengucapkan kata sederhana, hingga mampu menyusun kalimat yang lebih kompleks. '
Cara menstimulasi anak bicara adalah dengan mengajak berbicara, membacakan buku, bernyanyi bersama, dan bermain interaktif.
Dengan memahami tahapan perkembangan bahasa yang sesuai usia serta memberikan stimulasi yang tepat, Mam dapat membantu si Kecil mengembangkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi secara optimal.
Perbedaan Bahasa Reseptif, Ekspresif, Artikulasi, dan Komunikasi Sosial
Sebelum memantau usianya, Mam perlu mengetahui bahwa kemampuan berbahasa tidak hanya seputar berbicara saja. Ada empat pilar penting yang saling berkaitan dalam proses ini:
1. Bahasa Reseptif
Kemampuan Si Kecil untuk memahami bahasa yang disampaikan orang lain, seperti mengerti arti kata, kalimat, atau instruksi dari Mam.
2. Bahasa Ekspresif
Kemampuan Si Kecil untuk menggunakan bahasa dalam menyampaikan pikiran, kebutuhan, keinginan, atau informasi kepada orang lain.
3. Artikulasi
Kemampuan Si Kecil menghasilkan bunyi ujaran secara tepat dan jelas, sehingga ucapannya dapat dipahami oleh orang di sekitarnya.
4. Komunikasi Sosial
Kemampuan menggunakan bahasa dan perilaku komunikasi secara tepat dalam interaksi sosial, seperti merespons orang lain dan mengikuti aturan bergantian saat berbicara.
Baca Juga : Kenali Tahap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini
Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini
Untuk memahami apakah capaian kemampuan bahasa Si Kecil sudah berada dalam jalur yang tepat, berikut adalah tahapan perkembangan bahasa anak usia dini yang perlu Mam ketahui:
Usia 2 bulan
Si Kecil mulai menunjukkan kemampuan komunikasi awal dengan bereaksi terhadap suara keras dan menenangkan diri ketika diajak berbicara atau digendong.
Usia 4–6 bulan
Si Kecil semakin aktif merespons suara dan mulai mengeluarkan berbagai suara (babbling) sebagai bentuk komunikasi awal.
Usia 9 bulan
Si Kecil mulai menggunakan suara untuk mendapatkan perhatian atau menunjukkan keinginannya serta semakin aktif dalam interaksi komunikasi dengan orang lain.
Usia 15-18 bulaN
Anak mulai meningkatkan penggunaan kata untuk berkomunikasi dan memahami semakin banyak kata atau perintah sederhana dalam rutinitas sehari-hari.
Usia 18-24 bulan
Tahapan ini disebut tahap dua kata di mana Si Kecil mulai dapat merangkai kalimat singkat dengan hubungan semantik yang sederhana.
Usia 24-30 bulan
Tahap telegrafis atau tahap multikata awal (multi-morfem) merupakan tahap di mana Si Kecil mulai menyusun kalimat leksikal. Artinya kalimat tersebut bersifat tetap dan tidak terikat dengan konteks kalimatnya alias berdiri sendiri.
Usia di atas 30 bulan
Di atas 30 bulan, Si Kecil memasuki tahap multikata lanjutan di mana di sini dia mulai dapat menyusun kalimat-kalimat gramatikal atau fungsional. Artinya kalimat dia tidak lagi menggunakan kata-kata yang berdiri sendiri, melainkan sudah berubah jadi kalimat utuh dengan kata-kata yang saling berkaitan satu sama lain.
Meski tidak melulu harus sesuai dengan tahapan pencapaian, tahapan tersebut dapat dijadikan panduan bagi Mam untuk memantau perkembangan berbahasa Si Kecil.
Cara Menstimulasi Anak Bicara
Momen Si Kecil mengucapkan kata pertamanya adalah momen mendebarkan, ya, Mam. Sedikit banyak muncul perasaan terharu dan lega karena Mam kini dapat mengerti apa yang dia inginkan dan dapat berkomunikasi dengan lebih jelas dengan Si Kecil.
Nah, selain mengikuti tahapan-tahapan tersebut, Mam juga dapat melakukan berbagai stimulasi untuk mendukung perkembangan bahasa anak-anak dengan cara sebagai berikut: Berikut adalah cara menstimulasi anak bicara melalui aktivitas sehari-hari yang menyenangkan:
1. Ajak Si Kecil Berbicara Terus-Menerus
Narasikan semua hal yang dilakukan setiap kali Mam berinteraksi dengan Si Kecil. Ceritakan padanya hal apa yang sedang atau akan Mam lakukan dengannya. Dengan demikian, dia akan sering terpapar oleh bahasa dan ucapan yang sama sehingga dia akan mengerti banyak hal dengan lebih cepat.
Ajak Si Kecil berbicara secara rutin dan responsif. Narasikan semua aktivitas yang sedang Mam lakukan bersamanya. Berikan kesempatan Ia untuk merespons agar Si Kecil terbiasa mendengarkan serta menggunakan bahasa.
2. Banyaklah Membacakan Buku atau Cerita Untuknya
Meski belum mengerti, membacakan sesuatu untuk Si Kecil dapat dilakukan sejak bayi. Waktu yang dihabiskan orang tua untuk membacakan sesuatu bagi Si Kecil dapat memprediksi kemampuan membacanya di masa depan.
Mulailah dengan buku mainan, lalu bertransisi ke buku bergambar, dan mulailah membacakan cerita lebih panjang seiring dengan bertambahnya usia. Selain membantu perkembangan kemampuan berbahasanya, sering membacakan buku juga akan menumbuhkan minat dan rasa cintanya terhadap literasi.
Bacakan buku secara rutin dan libatkan Si Kecil secara aktif dengan menunjuk gambar, menyebutkan nama benda, atau mengajukan sederhana mengenai isi cerita. Kegiatan ini sangat efektif sebagai stimulasi kecerdasan bahasa mereka.
3. Nikmati Musik dan Lagu Bersama
Anak-anak sangat menyukai lagu yang dapat membuatnya bergerak mengikuti irama. Senandungkan atau perdengarkan lagu anak-anak bernada ceria dengannya. Gunakan lagu anak-anak yang sederhana untuk memperkenalkan kata, bunyi, dan pola bahasa baru secara menyenangkan. Ulangi lirik lagu bersama-sama untuk mendorong partisipasi verbalnya.
4. Ceritakan Sesuatu yang Sesuai Minatnya
Karang cerita baru dengan karakter, konflik, petualangan hingga tamat. Ceritakan sesuatu yang berbeda-beda setiap harinya agar dia selalu tertarik.
5. Ikuti Keinginannya
Jika Si Kecil menunjukkan minat terhadap suatu gambar di buku, lanjutkan cerita mengenai gambar tersebut. Jika dia tertarik pada gambar kuda atau kapal laut, maka Mam dapat menunjukkan gambar-gambar lain dengan objek yang sama. Bahas dengannya secara mendalam, ulangi ocehannya, ajukan pertanyaan, dan terus berinteraksi dengannya.
6. Jangan Kritisi Artikulasi atau Cara Bicaranya
Cara agar anak cepat ngomong dengan percaya diri adalah dengan tidak menyalahkan ucapannya yang keliru, melainkan Mam cukup mengulangi kata tersebut dengan pelafalan yang benar sambil mengapresiasi usahanya.
7. Kurangi Waktu Menonton atau Main Game
Menurut American Academy of Pediatrics, anak-anak di bawah 2 tahun sebaiknya tidak menonton TV sama sekali dan di atas 2 tahun, sebaiknya Mam membatasi waktu menontonnya hingga 2 jam saja dengan tontonan yang berkualitas. Meski banyak acara bagus, menonton hanya memberinya kesempatan komunikasi satu arah saja sementara anak butuh komunikasi dua arah.
8. Bermain Interaktif
Manfaatkan momen bermain untuk berkomunikasi secara alami. Mam dapat mengikuti permainan Si Kecil, memberikan respons terhadap ucapannya, serta memperkenalkan kosakata baru yang berkaitan dengan mainannya.
Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia Si Kecil, tanpa disadari cerewetnya Si Kecil dengan ocehan yang tidak bisa Mam pahami akan cepat berubah menjadi betapa cerdasnya dia dalam berkata-kata.
Tanda Keterlambatan yang Memerlukan Pemeriksaan Pendengaran atau Tumbuh Kembang
Meskipun setiap anak memiliki lini masa perkembangannya masing-masing, Mam tetap harus peka terhadap beberapa tanda keterlambatan berikut yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut:
- Anak tidak merespons atau tidak konsisten merespons suara pada usia berapa pun perlu dievaluasi karena dapat mengindikasikan gangguan pendengaran.
- Terjadi kemunduran kemampuan bahasa atau sosial yang sebelumnya sudah berhasil dikuasai oleh Si Kecil.
- Tidak mengoceh pada usia 9 bulan, tidak menunjuk atau menggunakan gestur pada usia 12 bulan, serta tidak mengucapkan kata tunggal yang dapat dipahami pada usia 16 bulan merupakan tanda keterlambatan yang perlu diperhatikan.
- Anak yang belum menunjukkan joint attention pada usia 15 bulan, belum mengucapkan frasa spontan dua kata atau belum mampu mengikuti instruksi sederhana pada usia 24 bulan, serta ucapannya masih sulit dipahami pada usia 36 bulan perlu mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
Baca Juga : Terlambat Bicara: Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya
Selain stimulasi melalui komunikasi dan aktivitas bermain, perkembangan bahasa anak juga perlu didukung oleh asupan nutrisi untuk perkembangan otak yang optimal.
S-26 Procal Nutrissentials hadir dengan Kolin, AHA, DHA, Alfa-Laktalbumin, Omega 3 & 6, dilengkapi vitamin serta mineral untuk dukung perkembangan otak, daya tahan tubuh, dan pertumbuhan si Kecil setiap hari. Dukung belajar pintar si Kecil dengan tubuh dan otak yang optimal.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
1. Bagaimana cara stimulasi anak bicara?
Ajak anak berbicara setiap hari, bacakan buku, bernyanyi bersama, bermain interaktif, dan batasi screen time agar komunikasi berkembang optimal.
2. Permainan untuk mendukung kecerdasan bahasa anak?
Membaca buku bergambar, bermain peran, bernyanyi, serta permainan tebak gambar dapat membantu memperkaya kosakata dan kemampuan berkomunikasi anak.
3. Nutrisi untuk membantu perkembangan bahasa anak?
Penuhi kebutuhan gizi seimbang setiap hari, termasuk protein, zat besi, zinc, DHA, vitamin, dan mineral untuk mendukung perkembangan otak serta kemampuan belajar dan berbahasa anak.
Referensi
- Wieczorek, K., DeGroot, M., Ganshorn, H., & Graham, S. A. (2025). Connecting Language Abilities and Social Competence in Children: A Meta-Analytic Review. Child development, 96(3), 930–946. https://doi.org/10.1111/cdev.14218
- Harding, S., Burr, S., Cleland, J., Stringer, H., & Wren, Y. (2024). Outcome measures for children with speech sound disorder: an umbrella review. BMJ open, 14(4), e081446. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2023-081446
- CDC. (2026). CDC's Developmental Milestones. CDC. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/index.html
- Shaw A. (2021). Read, speak, sing: Promoting early literacy in the health care setting. Paediatrics & child health, 26(3), 182–196. https://doi.org/10.1093/pch/pxab005
- Finestack, L. H., Elmquist, M., Kuchler, K., Ford, A. B., Cakir-Dilek, B., Riegelman, A., Brown, S. J., & Marsalis, S. (2022). Caregiver-Implemented Communication Interventions for Children Identified as Having Language Impairment 0 Through 48 Months of Age: A Scoping Review. Journal of speech, language, and hearing research : JSLHR, 65(8), 3004–3055. https://doi.org/10.1044/2022_JSLHR-21-00543
- Liang, W. H. K., Gn, L. W. E., Tan, Y. C. D., & Tan, G. H. (2023). Speech and language delay in children: a practical framework for primary care physicians. Singapore medical journal, 64(12), 745–750. https://doi.org/10.4103/singaporemedj.SMJ-2022-051
Produk wyeth nutrition

