11 Cara Mendidik Anak agar Nurut dan Pintar tanpa Membentak
Cara mendidik anak agar nurut dan pintar tanpa membentak bukan dengan membuat anak takut, melainkan dengan membantu mereka memahami aturan, belajar bertanggung jawab, dan percaya pada kemampuannya sendiri.
Orang tua dapat melakukannya dengan memberikan instruksi yang jelas, menghargai usaha anak, membiarkannya belajar dari kesalahan, mendorong eksplorasi hal baru, memberi kesempatan mengambil keputusan, serta melatih kemampuan memecahkan masalah secara mandiri.
Melalui pola asuh yang hangat dan konsisten, anak akan lebih mudah bekerja sama, memiliki rasa percaya diri yang baik, serta berkembang menjadi pribadi yang mandiri dan siap menghadapi berbagai tantangan.
Cara Mendidik Anak agar Nurut dan Pintar
Banyak orang tua menganggap bahwa cara mendidik anak agar nurut dan pintar adalah membuat anak selalu mengikuti setiap perintah. Padahal, kepatuhan sesaat (compliance) berbeda dengan kemampuan bekerja sama (cooperation).
Anak mungkin langsung menurut karena takut dimarahi, tetapi belum tentu memahami alasan di balik aturan tersebut.
Sebaliknya, anak yang memahami tujuan suatu aturan, merasa dihargai, dan memiliki hubungan yang positif dengan orang tuanya cenderung akan bekerja sama dengan sukarela.
Apa saja yang dapat Mam dan Pap lakukan untuk dukung si Kecil percaya diri dan di kemudian hari dengan lantang berkata, “Aku anak pintar”? Yuk, simak penjelasan singkatnya di bawah ini.
1. Beri ruang bagi si Kecil untuk membuat kesalahan
Bantu si Kecil memahami bahwa setiap orang pasti membuat kesalahan. Bahwa salah itu wajar, yang penting kemudian ia belajar dari kesalahan tersebut. Dengan begitu si Kecil akan lebih percaya diri dalam melakukan sesuatu karena ia tidak takut berbuat salah atau gagal. Ia akan tahu bagaimana cara belajar dari kesalahan.
2. Dorong si Kecil untuk mencoba berbagai hal baru
Jika si Kecil dapat menguasai dan melakukan berbagai hal, tentu rasa percaya dirinya akan terbangun.
3. Berikan instruksi yang singkat dan jelas
Saat memberikan arahan, gunakan kalimat yang singkat, jelas, dan sesuai dengan usia si Kecil. Sebelum berbicara, pastikan anak memperhatikan, misalnya dengan mendekat, melakukan kontak mata, atau memanggil namanya terlebih dahulu.
Sampaikan satu instruksi dalam satu waktu menggunakan bahasa yang sederhana, lalu pastikan anak memahami apa yang diminta. Hindari memberikan penjelasan yang terlalu panjang atau beberapa instruksi sekaligus agar anak lebih mudah memproses dan mengikutinya.
Baca Juga : 11 Cara Mendidik Anak Agar Hebat dan Pintar
4. Jangan selalu melindungi si Kecil dari kegagalan.
Orang tua pasti ingin memastikan anaknya bahagia dan ingin melindungi anaknya. Tetapi si Kecil dapat belajar berbagai hal dari mencoba melakukan dan kegagalan.
Misalnya, jika Mam melarang si Kecil naik sepeda agar ia tidak pernah jatuh dari sepeda, tentunya si Kecil tidak akan pernah bisa belajar mengendarai sepeda.
5. Hargai usaha yang dilakukan si Kecil
Proses belajar penting dalam tumbuh kembang anak. Jadi puji usaha si Kecil, baik saat hasilnya memuaskan atau tidak. Karena dengan begitu si Kecil tidak akan merasa malu untuk mencoba melakukan sesuatu.
6. Biarkan anak mengambil keputusan sendiri
Pasalnya, jika si Kecil sudah tebiasa mentukan pilihan sejak usia dini, dia akan percaya diri akan kemampuannya menilai sesuatu dalam mengambil keputusan.
Mam dapat mulai dari hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mislanya menu makan siang. Beri si Kecil dua pilihan menu dan minta ia memilih salah satu.
7. Dukung minat dan bakat si Kecil
Mam memang perlu mendorong si Kecil untuk mencoba berbagai hal baru. Dan jika kemudian si Kecil menemukan hal yang menjadi minatnya atau ia menemukan bakatnya, dorong ia untuk menekuni hal tersebut, walaupun mungkin teman-temannya kebanyakan menyukai hal lain.
8. Beri kesempatan anak pintar untuk berinteraksi dengan orang dewasa
Memang penting bagi si Kecil untuk bermain atau berinteraksi dengan anak lain seusianya. Tetapi berinteraksi dengan orang dewasa juga bisa memberikan manfaat bagi anak.
Diantaranya adalah mengembangkan kosakata anak, memberi cara berpikir yang berbeda, mendorong anak untuk berani berbicara dengan orang dewasa lain selain Mam dan Pap, dan lain-lain.
10. Beri si Kecil stimulasi untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah
Si Kecil kemudian akan memiliki rasa percaya diri dan yakin akan kemampuannya sendiri ketika dihadapi dengan masalah. Ia tidak akan selalu berpaling ke Mam dan Pap untuk meminta tolong.
11. Dorong anak untuk bisa melakukan berbagai hal sendiri
Walau prosesnya mungkin tak mudah. Mam perlu menahan diri untuk tidak buru-buru membantu anak atau memperbaiki apabila hasilnya kurang baik. Dengan begitu anak akan dengan percaya diri berkata “Aku bisa!” dan “Aku anak pintar!”
Baca Juga : Cara Mendidik Anak Sesuai Umur dan Tahapan Usia
Jangan Lakukan Cara Ini dalam Mendidik Anak
Beberapa cara mendidik justru dapat membuat anak lebih mudah melawan atau kehilangan rasa percaya diri. Oleh karena itu, sebaiknya hindari beberapa hal berikut:
1. Terlalu sering memberikan ceramah panjang
Penjelasan yang bertele-tele membuat anak lebih sulit memahami pesan yang ingin disampaikan.
2. Terus-menerus memerintah atau mengancam
Cara ini mungkin membuat anak menurut sesaat, tetapi belum tentu membuatnya memahami alasan di balik aturan.
3. Menghukum tanpa penjelasan
Anak perlu memahami hubungan antara perilaku yang dilakukan dengan konsekuensi yang diterimanya.
4. Mengabaikan perasaan anak
Mendengarkan perasaan si Kecil membantu mereka merasa dihargai dan lebih mudah diajak bekerja sama.
Selain menerapkan pola asuh anak cerdas, jangan lupa lengkapi kebutuhan gizi otak anak pintar agar perkembangan otak dan sistem sarafnya dapat berlangsung optimal.
S-26 Procal Nutrissentials hadir dengan Kolin, AHA, DHA, Alfa-Laktalbumin, Omega 3 & 6, dilengkapi vitamin serta mineral untuk dukung perkembangan otak, daya tahan tubuh, dan pertumbuhan si Kecil setiap hari. Dukung belajar pintar si Kecil dengan tubuh dan otak yang optimal.
Pertanyaan yang sering ditanyakan?
1. Apa yang harus dilakukan jika anak tidak nurut?
Tetap tenang, berikan instruksi yang singkat dan jelas sesuai usia anak. Pastikan anak memperhatikan, lalu berikan konsekuensi yang logis dan konsisten bila diperlukan.
2. Gizi apa yang dapat meningkatkan tingkat kecerdasan kognitif balita?
Perkembangan kognitif didukung oleh berbagai gizi, seperti DHA, AA, protein, zat besi, kolin, vitamin, dan mineral yang diperoleh melalui pola makan bergizi seimbang.
3. Bagaimana cara orang tua menerapkan kedisiplinan kepada anak?
Terapkan aturan yang jelas dan konsisten, berikan pilihan yang sesuai usia, gunakan konsekuensi yang logis, serta berikan pujian atas usaha dan perilaku positif anak.
Produk wyeth nutrition

