10 Jenis Games Mengasah Otak Anak yang Bisa Dilakukan Bersama di Rumah-thum.jpg

10 Game untuk Mengasah Otak Anak yang Seru dan Edukatif

Agu 18, 2026
4 mins
Listen Transcript

10 Game untuk Mengasah Otak Anak yang Seru dan Edukatif

Bermain games adalah salah satu cara untuk mengusir bosan pada anak-anak. Tidak melulu games hiburan, di sisi lain banyak games yang, selain membuat Si Kecil senang saat memainkannya, juga berperan sebagai games mengasah otak anak sehingga membantu pertumbuhannya. 

Games yang dimainkan tentu bukan sembarang games. Brain teaser atau secara harfiah berarti ‘penggoda otak’ merupakan games yang melatih otak Si Kecil dan sebaiknya menjadi opsi untuk dimainkan oleh anak usia dini. 

Menurut penelitian, games jenis ini memberi pengaruh positif terhadap sistem saraf pusat sekaligus mengaktivasi hormon stress. Reaksi tersebut memicu perubahan pada sinyal otak diikuti dengan perbaikan elemen-elemen kognitif seperti atensi pemainnya sehingga dapat melatih fokus.

 

10 Games yang Mengasah Otak Anak

Games yang mengasah otak anak dapat menjadi sarana untuk menstimulasi kemampuan kognitif, bahasa, motorik, sosial, dan emosional melalui aktivitas yang menyenangkan. 

UNICEF menjelaskan bahwa bermain merupakan salah satu cara pertama anak belajar, berinteraksi, dan memahami lingkungan di sekitarnya. WHO juga menempatkan kesempatan belajar sejak dini dan pengasuhan yang responsif sebagai bagian penting dalam mendukung perkembangan anak.

Namun, jenis permainan dan tingkat kesulitannya perlu disesuaikan dengan usia, kemampuan, serta minat si Kecil. Buku KIA menyediakan panduan stimulasi sesuai usia anak, sedangkan IDAI menyarankan orang tua mempertimbangkan tahapan perkembangan ketika memilih mainan.

Berikut pilihan game edukasi anak yang dapat Mam berikan berdasarkan usia si Kecil.

 

Jenis Permainan untuk Usia 1–3 Tahun

Pada usia 1–3 tahun, si Kecil sedang aktif mengenali bentuk, warna, ukuran, tekstur, serta hubungan sebab dan akibat. Permainan yang diberikan sebaiknya sederhana, menggunakan benda berukuran aman, dan dapat dilakukan dengan pendampingan orang tua.

1. Balok

Balok merupakan mainan asah otak anak yang dapat disusun menjadi menara, rumah, jembatan, atau bentuk sederhana lainnya. Permainan ini memberi ruang bagi si Kecil untuk bereksplorasi sekaligus membantu mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir spasial, koordinasi mata dan tangan, serta keterampilan motorik halus.

Untuk anak usia 1–3 tahun, pilih balok berukuran besar, ringan, tidak memiliki sudut tajam, dan tidak mudah tertelan.

2. Puzzle Sederhana

Puzzle membantu si Kecil mengenali bentuk, warna, gambar, dan posisi setiap keping. Saat mencoba memasukkan keping ke tempat yang tepat, anak juga belajar berkonsentrasi, mengingat pola, serta mengoordinasikan gerakan tangan dan penglihatannya.

Mam dapat memulai dengan puzzle berukuran besar yang terdiri dari dua hingga enam keping. Pilih gambar benda, buah, hewan, atau anggota tubuh yang sudah dikenal oleh si Kecil.

3. Berburu Benda

Berburu benda dapat menjadi aktivitas menyenangkan untuk melatih daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan mengamati lingkungan. Mam dapat meminta si Kecil mencari benda sederhana yang ada di rumah, seperti bola, sendok, boneka, atau benda dengan warna tertentu.

Berikan petunjuk singkat dan jelas, misalnya, “Coba cari bola berwarna merah.” Selain melatih ingatan, aktivitas ini juga membantu si Kecil mengenal nama benda, warna, dan lokasi.

 

Jenis Permainan untuk Usia 3–5 Tahun

Memasuki usia prasekolah, anak mulai mampu mengikuti aturan sederhana, mengingat beberapa instruksi, dan menyelesaikan tantangan yang lebih terstruktur. Mam dapat mengenalkan permainan yang melibatkan kosakata, strategi sederhana, dan pemecahan masalah.

4. Word Hunt

Word Hunt atau berburu kata merupakan game edukasi anak yang dapat membantu memperkaya kosakata. Mam dapat menyiapkan kartu bergambar, kemudian meminta si Kecil mencari benda yang sesuai dengan gambar tersebut di sekitar rumah.

Setelah benda ditemukan, ajak si Kecil menyebutkan namanya, menjelaskan warna atau bentuknya, lalu mengulang kosakata yang baru dipelajari. Untuk anak yang mulai mengenal huruf, Mam juga dapat menggunakan kartu berisi huruf awal dari nama benda.

Baca Juga : Latihan Otak Seru untuk Anak: Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

5. Labirin Sederhana

Labirin mengajak si Kecil mencari jalan dari titik awal menuju tujuan. Permainan ini membantu anak belajar merencanakan langkah, memperhatikan arah, menganalisis pilihan, dan menemukan solusi secara bertahap.

Untuk anak usia 3–5 tahun, pilih labirin sederhana dengan jalur yang lebar dan tidak terlalu banyak persimpangan. Mam dapat menggunakan lembar aktivitas bergambar atau membuat jalur sederhana menggunakan balok dan mainan.

6. Petak Umpet

Petak umpet tidak hanya melibatkan aktivitas fisik, tetapi juga membantu si Kecil belajar menganalisis situasi dan mengambil keputusan. Saat mencari tempat bersembunyi, anak perlu memperkirakan lokasi yang sulit ditemukan. Sementara itu, saat menjadi pencari, ia belajar mengingat dan memeriksa berbagai kemungkinan tempat.

Pastikan permainan dilakukan di area yang aman dan tentukan batas tempat bersembunyi agar si Kecil tidak masuk ke lokasi yang berbahaya.

7. Congklak Sederhana

Congklak dapat membantu anak belajar berhitung, memindahkan benda satu per satu, menunggu giliran, dan menyusun strategi sederhana. Permainan ini juga melatih konsentrasi serta koordinasi antara mata dan tangan.

Untuk anak usia prasekolah, Mam dapat menggunakan papan dengan jumlah lubang dan biji yang lebih sedikit. Dampingi si Kecil sambil mengajaknya menghitung setiap biji yang dipindahkan.

 

Jenis Permainan untuk Usia 6 Tahun ke Atas

Anak usia sekolah umumnya mulai mampu mengikuti aturan yang lebih kompleks, mempertahankan konsentrasi lebih lama, serta menggunakan logika dan strategi dalam menyelesaikan masalah. Tingkat kesulitan permainan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak.

8. Sudoku

Sudoku merupakan permainan yang melatih logika, konsentrasi, dan kemampuan mengenali pola. Si Kecil perlu mengisi setiap kotak berdasarkan aturan tertentu tanpa mengulang simbol yang sama pada baris atau kolom.

Mam dapat mengenalkan Sudoku gambar atau warna terlebih dahulu sebelum beralih ke Sudoku angka. Mulailah dengan kotak berukuran kecil dan tingkat kesulitan yang sederhana agar anak dapat memahami cara bermainnya secara bertahap.

9. Teka-Teki Silang

Teka-teki silang membantu memperkaya kosakata, melatih kemampuan mengeja, memahami petunjuk, serta mengingat informasi yang telah dipelajari. Permainan ini juga mendorong anak untuk tetap tekun ketika mencari jawaban.

Pilih teka-teki silang dengan tema yang dekat dengan kehidupan si Kecil, seperti nama hewan, buah, benda di sekolah, atau anggota tubuh. Sesuaikan jumlah kotak dan tingkat kesulitan pertanyaan dengan kemampuan membaca anak.

10. Rubik’s Cube

Rubik’s Cube menantang si Kecil untuk mencocokkan warna pada setiap sisi kubus. Ketika dimainkan secara bertahap, permainan ini dapat melatih konsentrasi, daya ingat, kemampuan berpikir logis, serta keterampilan mencoba berbagai strategi untuk memecahkan masalah.

Untuk pemula, Mam dapat memilih kubus berukuran 2 × 2 sebelum mengenalkan Rubik’s Cube 3 × 3. Dampingi anak dalam memahami pola dan langkah dasarnya tanpa menuntutnya untuk langsung menyelesaikan seluruh sisi.

Setiap anak memiliki kemampuan dan minat yang berbeda. Oleh karena itu, perhatikan respons si Kecil ketika bermain dan sesuaikan tingkat kesulitannya. Berikan bantuan secukupnya, tetapi tetap beri kesempatan kepadanya untuk mencoba, melakukan kesalahan, dan menemukan solusi sendiri.

 

Perbandingan Manfaat Berbagai Jenis Permainan

Setiap jenis permainan memiliki keunggulan masing-masing. Oleh karena itu, Mam tidak perlu terpaku pada satu jenis permainan saja.

• Permainan fisik

Membantu melatih koordinasi tubuh, keseimbangan, perhatian, kerja sama, dan kemampuan mengamati lingkungan.

Permainan papan atau meja

Membantu mengembangkan logika, strategi, memori, kemampuan bahasa, dan pemecahan masalah.

• Permainan digital edukatif

Menjadi media belajar yang interaktif apabila dipilih sesuai usia, memiliki tujuan pembelajaran yang jelas, serta digunakan dengan pendampingan orang tua dan durasi bermain yang sesuai.


Mengombinasikan berbagai jenis permainan dapat memberikan stimulasi perkembangan otak anak yang lebih lengkap bagi si Kecil karena setiap permainan melatih keterampilan yang berbeda.

Bermain secara rutin dapat membantu memberikan stimulasi bagi perkembangan otak si Kecil. Namun, agar proses belajar dan tumbuh kembang berlangsung optimal, stimulasi tersebut juga perlu didukung dengan asupan nutrisi yang sesuai. Oleh karena itu, selain mengajak si Kecil bermain, Mam juga dapat memastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi setiap hari. 

S-26 Procal Gold hadir dengan Most Advanced Formulation yang dilengkapi Multilearn Connect, kombinasi nutrisi penting untuk mendukung perkembangan otak dan sistem saraf si Kecil secara optimal. Diperkaya Sphingomyelin & Fosfolipid untuk membantu mempercepat arus informasi di otak, AA & DHA untuk perkembangan otak, serta Alfa-laktalbumin yang mendukung komunikasi saraf. Didukung nutrisi tepat dengan jumlah dan waktu yang tepat, S-26 Procal Gold membantu si Kecil tumbuh cerdas, siap belajar, dan berkembang optimal hari ini hingga masa depannya.

Baca Juga : 5 Cara Meningkatkan Kecerdasan Otak Anak Secara Alami

 

Pertanyaan Seputar Game untuk Mengasah Otak

  1. Apakah bermain game di gawai (gadget) bisa mencerdaskan anak?
    Bisa, jika game yang dipilih bersifat edukatif, sesuai usia, dan dimainkan dengan pendampingan orang tua. Meski begitu, game digital sebaiknya hanya menjadi salah satu bentuk stimulasi dan tetap diimbangi dengan aktivitas bermain langsung.
     
  2. Berapa lama batas waktu yang aman untuk anak bermain game digital?
    Untuk anak usia 2–5 tahun, penggunaan media digital umumnya dianjurkan tidak lebih dari sekitar 1 jam per hari dengan konten yang berkualitas dan didampingi orang tua.
     
  3. Mainan tradisional apa yang terbukti melatih kecerdasan otak?
    Bermain congklak dapat membantu melatih kemampuan berhitung, menyusun strategi, dan memecahkan masalah. Selain itu, petak umpet juga dapat melatih konsentrasi, pengambilan keputusan, dan kemampuan mengamati lingkungan sekitar.

Referensi

Raising Children Network. (2026, May 26). Memory game for kids: 3-6 years. https://raisingchildren.net.au/guides/activity-guides/thinking-and-brai…

Guarnera, A. (2018). Five Multi-Sensory Games for Homeschool Foreign Language Learning. Language Learning At Home. https://languagelearningathome.com/blog/2018/3/29/five-multi-sensory-ga…

Trafficon, & Trafficon. (2026). Problem solving games: 10 fun activities for early learners. Kids Club Early Learning Centre. https://kidsclubelc.vic.edu.au/problem-solving-games/

Activity, M. P. (2019). Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age. https://www.who.int/publications/i/item/9789241550536

UNICEF. (2026). The power of play: A global data story. UNICEF Data. https://data.unicef.org/resources/the-power-of-play/

World Health Organization. (2020). Improving early childhood development: WHO guideline. https://www.who.int/publications/i/item/97892400020986

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Buku kesehatan ibu dan anak (Edisi revisi 2024). https://kesprimkom.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/Buku_KIA…

Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2017, April 27). Pemilihan mainan anak sesuai fase perkembangan. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/cerdas-memilih-ma…

Produk wyeth nutrition

S-26 Procal GOLD

S-26 Procal GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 1-3 tahun)

S-26 Promise GOLD

S-26 Promise GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 3-12 tahun)

S-26 Procal Ultima

S-26 Procal Ultima

Susu pertumbuhan pertama di Indonesia yang menggunakan susu skim bubuk berasal dari sapi A2 untuk anak usia 1 - 3 tahun.

8886472105816_C1C1_idID.png

S-26 Procal Honey

Susu Pertumbuhan Anak usia 1-3 Tahun untuk dukung kesiapan belajarnya.

Promise Nutrissentials

S-26 Promise Nutrissentials

Susu bubuk Anak usia 3-12 Tahun. Berikan Nutrisi, Inspirasi, & Stimulasi tepat untuk bantu Ia siap belajar.

S-26 Procal GOLD pHPro

S-26 Procal GOLD pHPro

NAN pHPro 3 kini menjadi S-26 Procal GOLD pHPro 3, Susu Pertumbuhan Untuk Anak Usia 1-3 tahun.

Diformulasikan dengan partially hydrolized protein, bantu kurangi risiko alergi.

Join Sekarang
Join Sekarang