Ikan untuk MPASI

Menu MPASI untuk Anak Alergi Ikan

Article
Jun 11, 2026
3 mins

Cari tahu rekomendasi ikan yang bagus untuk MPASI, cara mengolah ikan untuk MPASI, tanda alergi ikan pada bayi, hingga alternatif menu MPASI untuk anak alergi ikan. 

Listen Transcript

Menu MPASI untuk Anak Alergi Ikan

Masuk usia 6 bulan, bayi harus memulai tahapan barunya dalam hal makan. Makanan yang lebih padat dari ASI akan membantu bayi mencukupi kebutuhan gizinya yang kian bertambah banyak. Hal tersebut karena ASI tidak dapat lagi memenuhi nutrisi yang dibutuhkan anak usia 6 bulan ke atas dan dibutuhkan MPASI (makanan pendamping ASI) untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya.

MPASI yang bervariasi harus mencakup semua zat gizi, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Salah satu sumber protein yang dapat dikenalkan pada bayi adalah ikan. 

Rekomendasi Ikan yang Bagus untuk MPASI 

Berikut beberapa rekomendasi ikan MPASI yang bisa Mam pertimbangkan:

1. Gindara

Tekstur ikan gindara yang cukup lembut membuatnya cocok untuk dijadikan bahan MPASI.  Mam bisa membeli ikan ini  dalam bentuk fillet untuk memudahkan memasak. Kandungan asam lemak omega 3 ikan ini tak jauh berbeda dengan salmon. Ditambah lagi, ikan gindara juga mengandung asam lemak omega 6 yang penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

2. Kakap

Salah satu jenis ikan kakap yang favorit adalah ikan kakap merah. Pengolahannya dapat  dikukus atau dicampurkan ke dalam bubur beras merah saring. Keunggulannya, selain tidak berduri halus, daging kakap juga cukup tebal. Tiap kali memasak, gunakan 50 gram kakap untuk bisa memenuhi kebutuhan protein bayi sebanyak 10 gram.

3. Gurame

Ikan air tawar juga mengandung banyak zat gizi. Sekali pembuatan MPASI (50 gram), bayi akan mendapatkan protein dari ikan ini sebanyak 9 gram. Gurame memiliki tekstur yang kenyal dan tak terlalu banyak duri, sehingga mudah diolah sebagai bahan MPASI.

4. Kembung

Salah satu ikan yang banyak direkomendasikan oleh ahli gizi dan dokter anak untuk MPASI adalah ikan kembung. Pasalnya, tidak berbeda jauh dari ikan salmon, ikan kembung juga kaya akan kandungan DHA, asam lemak omega-3 yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak si kecil. Bahkan kandungan Omega-3 ikan kembung jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ikan salmon, yaitu mencapai 2,6 gram per 1 ons, sementara salmon hanya 1,6 gram.

5. Lele

Ikan lele adalah salah satu jenis ikan yang bisa menggantikan salmon sebagai bahan MPASI si Kecil lho, Mam. Ikan lele bahkan bisa mencegah stunting pada anak. Ikan lele merupakan sumber asam lemak omega 3, kaya kalsium dan vitamin D, mengandung protein tinggi dan vitamin B12.

6. Tuna

Tuna adalah salah satu jenis ikan yang dapat menjadi sumber omega 3 yang baik untuk si Kecil. Dalam 100 gram ikan tuna mengandung 29gram protein dan 4 mg kalsium, 2 mcg vitamin D, 0,9 mg zat besi.

7. Bandeng

Meski harganya relatif murah, nutrisi pada Bandeng sangat tinggi. Bandeng mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, zink, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, dan niasin (vitamin B3) yang baik untuk pertumbuhan si Kecil.

8. Mujair

Ikan mujair (Tilapia) menjadi alternatif makanan pendamping ASI yang penuh gizi. Ikan mujair merupakan sumber protein yang baik dan memiliki lemak yang rendah. Selain itu, mujair juga mengandung kalsium, fosfor, zat besi, dan vitamin A.

9. Sarden

Sarden merupakan salah satu pengganti salmon yang kaya omega 3 yang baik untuk perkembangan otak si Kecil. Sarden juga merupakan sumber protein, dan mikronutrien seperti zat besi, zinc, dan vitamin B12. Selain itu, ikan kecil ini juga kaya kalsium dan vitamin D.

5 Cara Mengolah Ikan untuk MPASI 

Selain memilih jenis ikan yang tepat, cara memasak juga penting agar tekstur ikan lebih aman dan mudah dikonsumsi bayi. Berikut beberapa cara mengolah ikan untuk MPASI yang bisa Mam coba:

  1. Mengukus ikan agar teksturnya tetap lembut dan gizinya lebih terjaga.
  2. Membuat puree ikan dengan campuran kentang, labu, atau nasi.
  3. Mencampurkan ikan ke dalam bubur MPASI untuk menambah asupan protein.
  4. Membuat sup ikan bening dengan sayuran agar lebih mudah dicerna bayi.
  5. Memastikan seluruh duri dan kulit ikan dibersihkan sebelum diberikan pada anak.

5 Rekomendasi Resep Ikan MPASI 

Mam bisa mencoba berbagai olahan ikan sebagai variasi menu MPASI harian. Selain kaya protein, ikan juga mengandung omega-3 yang penting untuk mendukung perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. 

1. Abon Ikan Kembung

Ikan kembung dikenal sebagai ikan yang bagus untuk MPASI karena kaya omega-3 dan protein. Abon ikan kembung cocok diberikan pada bayi usia 9 bulan ke atas karena teksturnya dapat membantu melatih kemampuan mengunyah. Mam bisa menaburkannya ke bubur atau nasi tim agar menu MPASI lebih bervariasi dan bergizi.[Ch3.1]

2. Pepes Ikan Kembung Tahu

Perpaduan ikan kembung dan tahu membantu memenuhi kebutuhan protein hewani serta nabati anak. Teksturnya lembut sehingga cocok untuk MPASI bayi usia 9 bulan ke atas. Tambahan daun bayam dan kemangi juga membantu memperkaya rasa serta kandungan nutrisi harian si Kecil.

3. Sup Ikan Kakap

Ikan kakap memiliki tekstur lembut, tidak terlalu amis, dan minim duri halus sehingga sering direkomendasikan sebagai rekomendasi ikan MPASI. Mam bisa menambahkan sayuran seperti wortel, brokoli, dan tomat agar kandungan vitamin dan mineralnya lebih lengkap. Menu ini cocok diberikan pada bayi usia 6 bulan ke atas. 

4. Sup Ikan Salmon

Salmon dikenal kaya DHA, omega-3, protein, dan vitamin D yang baik untuk perkembangan otak anak. Dengan tambahan sayuran seperti wortel, brokoli, dan kembang kol, sup salmon bisa menjadi menu resep ikan MPASI bergizi yang mudah dicerna bayi. 

5. Sate Lilit Ikan Tuna

Ikan tuna mengandung protein tinggi dan omega-3 yang baik untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. Olahan sate lilit cocok dijadikan finger food untuk bayi usia 9 bulan ke atas karena teksturnya lembut dan mudah digenggam anak saat belajar makan sendiri.

Namun, tidak semua anak cocok dengan jenis protein ini karena sebagian bayi dapat mengalami alergi terhadap protein ikan tertentu. 

Gejala Anak Alergi Ikan

Anak alergi ikan biasanya memiliki reaksi atau gejala ringan hingga berat. Reaksi yang paling umum dari alergi ikan adalah bintik merah atau ruam di badan, lutut, maupun siku. Beberapa orang bisa mengalami bersin, kesulitan bernapas, mual muntah, bahkan pada reaksi berat bisa mengancam nyawa. Reaksi tersebut muncul sistem imun keliru mengartikan protein ikan sebagai sesuatu yang mengancam tubuh. Sistem imun kemudian kemudian merilis histamin yang menimbulkan gejala pada tubuh.

5 Ikan Pemicu Alergi pada Bayi 

Meskipun ikan merupakan sumber protein dan omega-3 yang baik untuk MPASI, beberapa jenis ikan lebih sering memicu reaksi alergi pada bayi yang sensitif terhadap protein ikan. Reaksi alergi umumnya dipicu oleh protein parvalbumin yang banyak ditemukan pada ikan bersirip. Berikut beberapa ikan pemicu alergi pada bayi yang cukup sering ditemukan: 

1. Salmon

Salmon termasuk ikan yang cukup sering memicu alergi karena kandungan protein parvalbumin di dalamnya dapat dikenali sebagai zat asing oleh sistem imun bayi tertentu.

2. Tuna

Tuna merupakan salah satu jenis ikan laut yang cukup umum menyebabkan reaksi alergi pada anak sensitif terhadap seafood.

3. Kakap

Meski sering digunakan untuk MPASI karena teksturnya lembut, ikan kakap tetap dapat memicu reaksi alergi pada sebagian bayi.

4. Lele

Lele termasuk ikan air tawar yang juga memiliki protein pemicu alergi pada beberapa anak.

5. Nila atau Mujair

Ikan nila atau mujair cukup populer sebagai bahan MPASI, tetapi tetap berpotensi menimbulkan alergi pada bayi yang sensitif terhadap protein ikan.

Protein Pengganti untuk Anak Alergi Ikan

Namun, jika ternyata Si Kecil memiliki alergi ikan secara umum, Mam tidak perlu khawatir. Ada banyak alternatif menu MPASI untuk mengatasi alergi ikan pada anak. Nutrisinya pun tak kalah dengan protein hewani tersebut. Berikut di antaranya:

1. Telur

Telur bisa menjadi sumber protein hewani pilihan untuk  mengatasi alergi ikan pada anak. Bahkan Kemenkes RI membuat program pemberian 1 butir telur setiap hari pada masa awal MPASI bisa mencegah stunting lho, Mam. Hal ini didukung dengan penelitian yang menunjukkan bahwa pemberian telur setiap hari saat MPASI dapat meningkatkan pertumbuhan anak. Bahkan, telur sangat potensial untuk target global mengurangi stunting.

2. Daging Sapi

Protein hewani lainnya yang bisa menggantikan ikan adalah daging sapi. Daging sapi mengandung zat besi, zinc, dan protein. Namun, memberi daging sapi saat MPASI bisa menjadi tantangan tersendiri karena teksturnya cukup sulit dikunyah bayi. Untuk itu, cara termudah untuk mengenalkan daging sapi adalah dalam bentuk daging giling atau cacah.

3. Daging Unggas

Untuk memenuhi kebutuhan protein hewani pada anak yang alergi ikan, Mam bisa memberikan daging unggas seperti ayam atau bebek saat MPASI. Daging unggas juga mengandung vitamin B dan mineral seperti zat besi dan zink. Sama seperti daging sapi, Mam bisa menyajikan daging sapi dalam bentuk daging giling atau memasaknya hingga benar-benar empuk dan mudah digenggam Si Kecil. Pilihan lain penyajiannya dalam bentuk puree.

Nah, itu dia alternatif menu MPASI untuk anak alergi ikan dan juga yang spesifik alergi ikan salmon. Mam tak perlu khawatir lagi kan dengan asupan nutrisi si Kecil? Variasikan pemberian protein nabati dengan hewani agar bayi mendapatkan zat gizi yang cukup.

Terakhir, jangan lupa untuk bergabung dengan S-26 ParenTeam. S-26 ParenTeam hadir sebagai partner terpercaya bagi Mams dan Paps dalam setiap langkah perjalanan tumbuh kembang si Kecil. Lebih dari sekadar platform parenting, S-26 ParenTeam adalah ruang dukungan berbasis keahlian dari Wyeth Nutrition, yang memadukan informasi nutrisi terpercaya, wawasan parenting, serta exceptional tools untuk membantu memantau pertumbuhan dan proses belajar anak secara menyeluruh.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Ikan apa yang bisa mencerdaskan otak anak?

Ikan yang kaya omega-3 dan DHA dapat membantu mendukung perkembangan otak anak. Beberapa jenis ikan yang dikenal memiliki kandungan tersebut antara lain salmon, tuna, kembung, dan sarden. 

2. Kandungan penting dalam Ikan untuk Anak ?

Ikan mengandung protein, omega-3, DHA, vitamin D, zat besi, dan kalsium yang penting untuk tumbuh kembang anak. 

3. Tanda alergi ikan pada bayi itu seperti apa dan harus bagaimana?

Tanda alergi ikan pada bayi dapat berupa ruam merah, gatal, muntah, bersin, atau sesak napas. Hentikan pemberian ikan dan segera konsultasikan ke dokter bila gejala muncul. 

Referensi

  1. Food Allergy Awareness and Education (FAACT). (n.d.). Fish: A top 9 food allergen. https://www.foodallergyawareness.org/food-allergy-and-anaphylaxis/food-allergens/fish/  
  2. Orami. (n.d.). Resep MPASI ikan. https://www.orami.co.id/magazine/resep-MPASI-ikan 

Produk wyeth nutrition