Perkembangan Bahasa Anak: Tahapan dan Cara Stimulasi yang Tepat
Tahukah Mam? 1000 hari pertama kehidupan adalah masa penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pada periode ini, otak si Kecil sedang berkembang dengan sangat pesat. Karena itu, waktu 1000 hari pertama kehidupan juga sangat penting dalam proses perkembangan bayi terlebih dalam aspek bahasa.
Masa ini memang masa dimana si Kecil dapat dengan mudah menyerap bahasa, tetapi agar perkembangan bahasanya berjalan secara optimal, stimulasi bayi yang tepat juga perlu Mam berikan.
Mengapa Perkembangan Bahasa Penting?
Perkembangan bahasa anak berperan besar dalam kemampuan belajar, bersosialisasi, dan mengelola emosi. Bahasa adalah alat utama untuk berkomunikasi dan memahami dunia sekitar.
Menurut American Academy of Pediatrics, tiga tahun pertama kehidupan merupakan periode emas perkembangan otak, termasuk area yang mengatur bahasa. Interaksi verbal yang konsisten antara orang tua dan anak terbukti memperkuat koneksi saraf yang mendukung kemampuan berbicara dan memahami bahasa.
Anak dengan stimulasi bahasa yang baik cenderung memiliki kemampuan literasi dan akademik yang lebih kuat di kemudian hari. Karena itu, Mam tidak perlu menunggu Si Kecil besar untuk mulai menstimulasi kemampuannya.
Tahap Perkembangan Bahasa Si kecil
Di 12 bulan pertama kehidupan si Kecil, perkembangannya dalam hal bahasa selalu mengalami perubahan setiap bulannya. Nah, agar Mam dapat memberikan stimulasi berbicara pada bayi yang tepat untuk perkembangan bahasa anak, yuk kenali dulu tahap perkembangan bahasa si Kecil sejak ia lahir sampai berusia 1 tahun.
1 bulan
Tangisan adalah bahasa yang digunakan si Kecil di usia ini. Ia menggunakan berbagai jenis tangisan untuk menyampaikan bahwa ia lapar, lelah, bosan atau tidak nyaman. Jadi, tidak semua tangisan bayi solusinya diberi ASI ya Mam. Pastikan Mam mengenali makna tangisan bayi.
2 bulan
Di usia ini si Kecil sudah dapat menggunakan beberapa jenis suara yang berbeda. Tetapi suara-suara ini hanya sekadar suara dan tidak ada arti yang khusus. Ia juga mulai memperhatikan bahasa tubuh orang-orang yang ada di sekitarnya.
3 bulan
Saat ini keterampilan si Kecil untuk mendengar sudah semakin sempurna. Ia biasanya akan diam saat mendengar suara yang lembut. Ia juga membuat setidaknya dua suara seperti ‘aaah’ dan ‘uuuh’. Biasanya ia akan mengoceh saat ia senang.
4 bulan
Di usia 4 bulan ini si Kecil mulai tertawa saat Mam menghiburnya. Ia juga sudah bisa membuat suara-suara yang tujuannya untuk menarik perhatian Mam.
5 bulan
Si Kecil kini semakin jago membuat berbagai suara. Ocehannya mulai mengkombinasikan beberapa huruf hidup dan huruf mati. Misalnya, ‘nananana’. Si Kecil juga akan memperhatikan ekspresi wajah Mam dan menirukannya.
6 bulan
Nah, di usianya sekarang ini perkembangan bayi dalam aspek bahasa semakin meningkat. Ia akan menyesuaikan ucapannya dengan ucapan Mam seakan sedang mengobrol. Ia juga mulai bisa membuat suara dengan lebih banyak huruf hidup dan huruf mati, seperti ‘da’ dan ‘ma’. Pada usia 6 bulan, sebagian besar bayi juga mengenali suara dasar bahasa ibu mereka.
7 bulan
Kini si Kecil terlihat dapat membedakan dan memahami berbagai nada bicara. Misalnya mengenali nada bicara Mam saat sedang gembira atau terkejut. Ia juga mulai merespons beberapa ucapan Mam. Misalnya merespon saat Mam berkata, “Lihat itu ada apa ya.”
8 bulan
Si Kecil senang mengulang suara yang sama berkali-kali. Terutama suku kata yang ia dengar Mam ucapkan.
9 bulan
Nah, di usianya ini si Kecil ada yang sudah mulai mengucapkan kata pertamanya, walau mungkin belum jelas. Ia juga semakin mahir mendengar saat Mam berbicara dan dapat memahami instruksi sederhana seperti, “Adik, ke sini.”
10 bulan
Si Kecil mulai bisa mengucapkan satu dua kata walau belum jelas. Ia juga senang mengoceh dalam nada tertentu, tetapi biasanya tetap tanpa arti yang pasti.
11 bulan
Si Kecil kini makin mahir mengikuti instruksi sederhana, Misalnya memberikan barang pada Mam atau melambaikan tangan saat diminta. Ia juga mulai bisa menunjuk gambar di dalam buku bergambarnya dan menyebutkan nama benda yang ia tunjuk.
12 bulan
Dapat menyebut tiga atau empat kata untuk menamai benda yang ia kenal. Misalnya ‘gukguk’ untuk menyebut anjing. Si Kecil juga sudah mulai bisa meniru suara ucapan, mengucapkan “mama” atau “dadah”, memahami perintah sederhana, dan mengetahui kata-kata untuk benda umum, seperti "sepatu".
Baca Juga: Perkembangan Otak Anak untuk Membantu Kecerdasan Si Kecil
Stimulasi Bayi untuk Memaksimalkan Perkembangan Bahasa
Selain mengetahui tahapan perkembangan bahasa anak sesuai periode usianya, Mam juga perlu memahami pentingnya memberikan stimulasi sejak dini untuk mendukung kelancaran si Kecil berbicara atau perkembangan bahasa anak. Berikut ini adalah beberapa stimulasi bayi sederhana tetapi penting yang dapat Mam berikan untuk dukung perkembangan bayi dalam aspek bahasa:
1. Sering ajak Si Kecil berbicara
Sejak Si Kecil lahir ajaklah dia berbicara dan perlakukan mereka seolah-olah mereka memahami apa yang Mam katakan. Meski belum sepenuhnya mengerti apa yang Mam katakan, Si Kecil akan mempelajari ritme dan suara yang dihasilkan saat percakapan.
Tidak jarang anak akan menanggapinya dengan mendekut dan mengoceh, yang artinya anak belajar bahwa percakapan terjadi dua arah. Inilah mengapa Si Kecil paling senang jika Mam mendekapnya sambil mengajaknya bicara.
Ia senang mengamati wajah dan respons yang Mam berikan saat bicara. Jika bingung apa yang dibicarakan, Mam bisa mulai dari menyebut apa yang sedang dilakukan saat ini. Misalnya sedang menyuapi Si Kecil, Mam bisa menyebut kata makan. Saat anak mulai dapat mengucapkan suku kata yang bisa mam kenali, ulangi kembali padanya. Misalnya jika suara hari ini "amamam", Mam bisa menyebut ulang "mama".
2. Bacakan buku untuk Si Kecil
Stimulasi bahasa pada bayi yang juga efektif adalah membacakan buku untuk Si Kecil. Membaca untuk Si Kecil membantu perkembangan bicara dan berpikirnya. Sebagian besar bayi akan menyerap kata-kata yang Mam ucapkan dan bahkan mungkin meniru suara yang Mam buat.
Mulailah dengan buku yang memiliki gambar besar berwarna cerah. Jelaskan apa yang terjadi di setiap halaman. Tunjuk dan beri nama objek yang ada di buku. Mam dapat menjadikan ini bagian dari rutinitas Anda sebelum menidurkan bayi.
3. Ajak Si Kecil bernyanyi bersama
Bernyanyi adalah cara stimulasi bayi bicara yang menyenangkan karena dapat membantu perkembangan bahasa anak-anak lho, Mam. Dengan bernyanyi, anak akan mampu menyesuaikan dengan ritme bahasa. Menyanyikan lagu juga bisa melatih fokus anak.
Saat bernyanyi dengan gerakan, Mam membantu anak mengingat kosakata saat bergerak. Misalnya saat bernyanyi kepala, pundak, lutut, kaki Mam bisa menunjukkan mana saja anggota tubuh yang diucapkan. Selain itu, bernyanyi atau mendengarkan musik dapat membantu Si Kecil lebih tenang, terhibur, dan membantu proses belajarnya.
Masih banyak stimulasi bayi lain yang dapat mendukung perkembangan bahasa si Kecil. Pada akhirnya, perkembangan bahasa anak adalah proses bertahap yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Dengan memahami tahapan normalnya serta memberikan stimulasi yang tepat seperti membaca, berbicara, dan bernyanyi bersama, Mam sudah membantu membangun fondasi komunikasi yang kuat bagi Si Kecil.
Hindari tekanan dan perbandingan dengan anak lain. Setiap anak berkembang sesuai ritmenya sendiri. Dengan dukungan penuh kasih dari Mam, Si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan komunikatif.
Jika Mam mempunyai pertanyaan seputar perkembangan bahasa si Kecil atau perkembangan bayi dalam aspek lainnya, Mam bisa memperoleh jawabannya melalui berbagai artikel dan tools parenting di Wyeth ParenTeam, lho!
Pertanyaan Seputar Perkembangan Bahasa Anak:
- Apa saja tanda perkembangan bahasa anak yang normal?
Usia 1 tahun mengucap 1–2 kata, usia 2 tahun mulai menyusun dua kata, usia 3 tahun bisa berbicara dalam kalimat sederhana.
- Apa penyebab keterlambatan perkembangan bahasa anak?
Gangguan pendengaran, kurang interaksi, atau kondisi perkembangan tertentu.
- Apakah nutrisi memengaruhi perkembangan bahasa anak?
Ya, zat besi, DHA, dan protein mendukung fungsi otak yang berperan dalam kemampuan bahasa.
Referensi
NIDCD. Speech and Language Developmental Milestones. Dari nidcd.nih.gov/health/speech-and-language. Diakses 16 Mei 2023
Mayo Clinic. Language development: Speech milestones for babies. Dari
mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/language-development/art-20045163. Diakses 16 Mei 2023
AAP. Creating Positive Experiences for Your Infant. Dari healthychildren.org/English/healthy-living/emotional-wellness/Building-Resilience/Pages/Creating-Positive-Experiences-for-Your-Infant.aspx. Diakses 16 Mei 2023
NHS. Help your baby learn to talk. Dari nhs.uk/conditions/baby/babys-development/play-and-learning/help-your-baby-learn-to-talk/. Diakses 16 Mei 2023
AAP. Language Development: 4 to 7 Months. Dari healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Language-Development-4-to-7-Months.aspx. Diakses 16 Mei 2023
Mayo Clinic. Infant development: Milestones from 4 to 6 months. Dari mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/infant-development/art-20048178. Diakses 16 Mei 2023
Unicef. Learning through play. Dari unicef.org/vietnam/stories/learning-through-play. Diakses 16 Mei 2023
Centers for Disease Control and Prevention. (2023). Developmental milestones. U.S. Department of Health & Human Services.
Romeo, R. R., Leonard, J. A., Robinson, S. T., et al. (2018). Beyond the 30-million-word gap: Children’s conversational exposure is associated with language-related brain function. Psychological Science, 29(5), 700–710. https://doi.org/10.1177/0956797617742725
World Health Organization. (2019). Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age. WHO Press.
Produk wyeth nutrition