6 Manfaat Olahraga bagi Anak yang Mam Perlu Ketahui

7 Manfaat Olahraga untuk Pertumbuhan Anak dan Rekomendasinya

Agu 12, 2026
4 mins

Manfaat olahraga untuk pertumbuhan anak tidak hanya membantu si Kecil tetap aktif bergerak, tetapi juga mendukung berbagai aspek tumbuh kembangnya. 


Olahraga dapat membantu memperkuat paru-paru dan jantung, menjaga berat badan tetap sehat, mengurangi risiko berbagai penyakit, serta mendukung perkembangan fisik dan stimulasi motorik kasar anak. 


Selain itu, aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin juga berperan dalam mendukung perkembangan sosial emosional, membantu memperbaiki suasana hati, meningkatkan rasa percaya diri, dan mendorong anak lebih siap menjalani aktivitas sehari-hari. 


Karena itu, selain memenuhi kebutuhan gizi, penting bagi orang tua untuk membiasakan anak berolahraga sesuai usia dan minatnya agar tumbuh sehat, aktif, dan berkembang secara optimal.


7 Manfaat Olahraga untuk Pertumbuhan Anak 


Berikut ini beberapa manfaat olahraga untuk pertumbuhan anak:

1. Memperkuat paru-paru anak


Salah satu manfaat olahraga bagi anak adalah meningkatkan kapasitas paru-paru serta meningkatkan efisiensi paru-paru ketika memasukkan dan mengeluarkan udara ke dalam tubuh. Semakin banyak oksigen yang masuk ke tubuh maka semakin banyak pula karbondioksida yang dikeluarkan.
 

2. Menjaga berat badan


Jika si Kecil kurang bergerak, risiko ia mengalami kelebihan berat badan akan semakin besar karena ia cenderung mendapat asupan kalori lebih banyak dari yang ia butuhkan. 


Sisa kalori ini lah yang kemudian disimpan di dalam tubuh sebagai lemak. Jika anak rajin berolahraga maka kalori tadi akan dimanfaatkan tubuh saat anak bergerak.


3. Memperkuat jantung


Otot-otot di jantung akan ikut terlatih dan semakin baik kinerjanya ketika anak rutin berolahraga. Jantung menjadi semakin kuat dan bekerja secara efisien.


4. Mengurangi risiko terkena berbagai penyakit


Berolahraga juga membantu mengurangi tingkat stress dan kemudian turut menjaga tekanan darah. Selain itu, manfaat olahraga bagi anak juga menjaga tingkat kolesterol dalam tubuh serta mnegurangi risiko terkena diabetes tipe 2.


5. Mendukung perkembangan fisik dan motorik


Olahraga juga menjadi salah satu bentuk stimulasi motorik kasar anak yang penting selama masa pertumbuhan. Melalui aktivitas olahraga yang rutin, anak dapat melatih koordinasi tubuhnya, mengontrol kerja otot, tubuh menjadi lebih fleksibel, melatih keseimbangan tubuh, memperbaiki postur tubuh, dan sebagainya.


6. Mendukung perkembangan sosial emosional anak


Manfaat olahraga bagi anak tidak sebatas untuk fisiknya saja lho, Mam. Tetapi juga untuk perkembangan sosial emosionalnya.

Ketika anak berolahraga, otaknya akan melepaskan endorphin yang dapat membantu memperbaiki mood anak, tingkat energi, dan bahkan tidur anak menjadi lebih baik. Efek positif tersebut tentunya turut meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi kecemasan.


7. Pilih Olahraga yang Sesuai dengan Usia Anak


Agar anak tetap semangat berolahraga, pilih aktivitas yang sesuai dengan usia, kemampuan, dan minatnya.


Untuk aktivitas fisik anak 3 tahun atau anak usia dini, aktivitas seperti berlari, bermain bola, berenang, menari, atau senam lebih dianjurkan karena membantu mengembangkan keterampilan gerak dasar melalui permainan.


Seiring bertambahnya usia, anak dapat mulai mencoba olahraga yang lebih terstruktur, seperti bulu tangkis, sepak bola, tenis, atau bela diri sesuai kemampuan dan ketertarikannya. Jadikan olahraga sebagai aktivitas yang menyenangkan agar anak termotivasi untuk terus aktif bergerak.


Baca juga: Mengenal 5 Manfaat Olahraga bagi Balita


5 Tips Berolahraga yang Aman untuk Anak


Saat mendorong si Kecil untuk rutin berolahraga, Mam juga perlu memastikan aktivitas dilakukan dengan aman.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Anak usia 5–17 tahun dianjurkan melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit setiap hari.
  2. Berikan waktu istirahat jika anak mulai terlihat lelah.
  3. Pastikan anak minum air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga agar tetap terhidrasi.
  4. Gunakan perlengkapan pelindung sesuai jenis olahraga, misalnya helm saat bersepeda.
  5. Hindari berolahraga terlalu lama saat cuaca sangat panas dan berikan waktu beristirahat di tempat yang teduh.


Kapan Anak Harus Berhenti Berolahraga?


Meskipun olahraga bermanfaat, ada beberapa kondisi yang tidak boleh diabaikan.
Segera hentikan aktivitas olahraga dan konsultasikan ke tenaga kesehatan apabila si Kecil mengalami:

  • Nyeri yang terus muncul saat atau setelah berolahraga.
  • Bengkak pada sendi yang tidak kunjung membaik.
  • Sendi terasa tidak stabil atau sering "terkilir".
  • Terdengar bunyi "pop" yang disertai rasa nyeri.
  • Nyeri yang tidak membaik meskipun sudah beristirahat.


Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah cedera menjadi lebih berat sehingga anak dapat kembali beraktivitas dengan aman.


Selain aktif bergerak setiap hari, jangan lupa lengkapi gizi untuk tumbuh kembang anak agar perkembangan fisik, otot, tulang, dan otaknya berlangsung optimal. 


S-26 Procal Nutrissentials hadir dengan Kolin, AHA, DHA, Alfa-Laktalbumin, Omega 3 & 6, dilengkapi vitamin serta mineral untuk dukung perkembangan otak, daya tahan tubuh, dan pertumbuhan si Kecil setiap hari. Dukung belajar pintar si Kecil dengan tubuh dan otak yang optimal.


Baca Juga : Tahapan Pertumbuhan Anak dan Tips Stimulasi Tepat Sesuai Usianya


Pertanyaan yang sering ditanyakan?

1. Benarkah anak yang rutin berolahraga memiliki konsentrasi dan daya ingat belajar yang lebih baik?


Ya. Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu meningkatkan konsentrasi, kemampuan belajar, suasana hati, dan kualitas tidur, sehingga anak lebih siap mengikuti aktivitas belajar sehari-hari.

 

2. Gizi apa yang paling penting untuk memperbaiki massa otot anak setelah berolahraga?


Anak membutuhkan protein untuk membantu pertumbuhan dan pemulihan otot. Selain itu, pastikan kebutuhan karbohidrat, cairan, vitamin, dan mineral juga terpenuhi melalui pola makan bergizi seimbang.

 

3. Apakah jenis olahraga yang aman dilakukan oleh anak yang baru berusia 3 tahun? 


Pada usia 3 tahun, anak sebaiknya melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan, seperti berlari, bermain bola, menari, berenang, atau senam sederhana. Pilih aktivitas yang sesuai dengan kemampuan anak dan selalu lakukan di bawah pengawasan orang dewasa. 
 

Produk wyeth nutrition

S-26 Procal GOLD

S-26 Procal GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 1-3 tahun)

S-26 Promise GOLD

S-26 Promise GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 3-12 tahun)

S-26 Procal Ultima

S-26 Procal Ultima

Susu pertumbuhan pertama di Indonesia yang menggunakan susu skim bubuk berasal dari sapi A2 untuk anak usia 1 - 3 tahun.

8886472105816_C1C1_idID.png

S-26 Procal Honey

Susu Pertumbuhan Anak usia 1-3 Tahun untuk dukung kesiapan belajarnya.

Promise Nutrissentials

S-26 Promise Nutrissentials

Susu bubuk Anak usia 3-12 Tahun. Berikan Nutrisi, Inspirasi, & Stimulasi tepat untuk bantu Ia siap belajar.

S-26 Procal GOLD pHPro

S-26 Procal GOLD pHPro

NAN pHPro 3 kini menjadi S-26 Procal GOLD pHPro 3, Susu Pertumbuhan Untuk Anak Usia 1-3 tahun.

Diformulasikan dengan partially hydrolized protein, bantu kurangi risiko alergi.

Join Sekarang
Join Sekarang