Cara Mengatasi Alergi Makanan pada Bayi yang Perlu Mam Ketahui
Ditulis Oleh : Tim Penulis
Ditinjau Oleh DR. dr. Tinuk Agung Meilany, Sp.A, Subsp.NPM (K)
Alergi makanan pada bayi adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat tertentu dalam makanan yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti protein dari susu, telur, atau kacang-kacangan.
Reaksi ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari ruam kulit, gangguan pencernaan, hingga masalah pernapasan.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami sejak dini cara mengatasi alergi makanan pada bayi, seperti mengenali pemicu alergi, memantau reaksi setelah makan, serta berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan yang tepat.
Gejala Alergi Makanan pada Bayi
Reaksi alergi terjadi dengan cepat ketika tubuh terpapar alergen atau bahan pangan yang menyebabkan tubuh merespons secara berlebihan.
Beberapa tanda umum melibatkan perubahan pada kulit, seperti bersin, hidung meler atau tersumbat, mata merah, gatal, berair, mengi dan batuk, ruam merah dan gatal, serta memburuknya gejala asma atau eksim.
Meski sebagian besar reaksi alergi makanan pada bayi bersifat ringan, terkadang reaksi parah atau anafilaksis atau syok anafilaksis dapat terjadi. Kondisi ini membutuhkan perawatan medis darurat.
Selain makanan, alergi dapat dipicu oleh bahan iritan di dalam dan luar ruangan. Jika Mam dan Pap melihat gejala alergi pada si Kecil, segeralah ke dokter anak atau ahli alergi.
Hal itu penting untuk menghindari eksperimen pribadi, seperti menghentikan konsumsi susu kepada anak yang dapat membuatnya kehilangan manfaat susu. Dengan petunjuk dokter, Mam dan Pap akan mendapat rekomendasi diet yang tepat.
Cara Mengatasi Alergi Makanan pada Bayi
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan jika Mam menduga si Kecil terkena alergi.
1. Perhatikan Potensi Alergen
Penanganan alergi dimulai dengan mengenali potensi alergen atau makanan pemicu alergi pada bayi. Sekitar 90 persen dari seluruh alergi makanan disebabkan delapan makanan berikut, yakni susu, telur, gandum, kedelai, kacang pohon, kacang-kacangan, ikan, dan kerang.
Telur, susu, dan kacang tanah adalah penyebab paling umum alergi makanan pada anak-anak, termasuk gandum, kedelai, dan kacang pohon. Kemudian, kacang tanah, kacang pohon, ikan, dan kerang biasanya menyebabkan reaksi paling parah.
Sebagian besar alergi pada anak bisa sembuh dari alergi setelah bertambahnya usia, contohnya alergi susu sapi. Tetapi alergi terhadap kacang tanah, kacang pohon (kenari, almond, kacang mete, dan lain sebagainya), ikan, dan kerang mungkin berlangsung seumur hidup.
2. Identifikasi Pemicu Alergi
Identifikasi makanan penyebab alergi pada bayi sangat penting. Saat perlahan-lahan mengenalkan makanan baru kepada si Kecil, pastikan Mam dan Pap memperhatikan apakah ada reaksi dari tubuh mereka.
Sebagai contoh, saat memperkenalkan menu baru, tunggulah sampai tiga atau lima hari sebelum makanan baru pada menu. Dengan begini, Mam dan Pap tahu mana makanan yang menimbulkan reaksi atau tidak.
Jika terjadi reaksi, catat apa yang muncul dan konsultasikan dengan dokter anak untuk konfirmasi.
3. Konsultasi dengan Dokter Anak
Jika Mam dan Pap mencurigai si Kecil mengalami alergi makanan, segera konsultasikan dengan dokter anak. Sebab, reaksi alergi bisa berdampak fatal dan terjadi dengan sangat cepat.
Jika si Kecil mengalami kesulitan bernapas/mengi, mengalami pembengkakan pada wajah/bibir, atau mengalami muntah-muntah atau diare parah setelah makan, segera bawa ke rumah sakit.
Jika si Kecil mengalami reaksi alergi ringan, seperti ruam atau gatal-gatal, bawa ke dokter anak untuk evaluasi lebih mendalam. Dokter dapat melakukan tes alergi untuk mengonfirmasi diagnosis dan memberikan panduan lebih lanjut tentang penanganan kasus spesifik.
4. Tes Alergi
Tes alergi dilakukan untuk mengetahui penyebab gejala alergi dan dilakukan melalui wawancara kepada orangtua kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Jika terdapat hubungan jelas antara penyebab alergi dengan reaksi alergi, tes alergi tidak perlu dilakukan.
Pasien membutuhkan tes alergi untuk gejala yang dicurigai sebagai penyakit alergi berat, persisten, atau berulang tanpa jelas diketahui penyebabnya. Tes alergi juga dilakukan untuk menentukan gejala terjadi disebabkan oleh alergi atau tidak.
Setelah melakukan 4 hal di atas, cara mengatasi alergi makanan pada bayi yang paling penting adalah menghindari makanan yang menjadi pencetus alergi. Oleh karena itu, pastikan Mam dan Pap memperhatikan reaksi bayi ketika menerima makanan baru. Tak kalah penting, jangan ragu mencari saran langsung dari profesional kesehatan!
Baca Juga : Cara Tes Alergi Susu Sapi Pada Bayi
5 Makanan dengan Risiko Alergi Tertinggi Saat MPASI
Mam dan Pap, memahami makanan dengan risiko alergi makanan pada bayi sangat penting, terutama setelah memasuki fase MPASI. Sebab, Si Kecil mulai mengonsumsi makanan dengan bahan yang biasa dikonsumsi orang dewasa.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), ada lima makanan paling sering menjadi alergen atau penyebab alergi, yakni susu sapi, telur, kacang-kacangan, kedelai, dan gandum.
Selain itu, makanan lain yang perlu diperhatikan sebagai penyebab alergi adalah ikan laut dan kerang-kerangan, kacang-kacangan pohon (pistachio, walnut, atau jambu mete), hingga wijen.
Tak perlu khawatir berlebihan, Mam tetap dapat memperkenalkan MPASI dengan sumber makanan di atas secara perlahan. Namun, pastikan Mam dan Pap selalu mengamati jika tanda bayi alergi makanan muncul, seperti kemerahan atau gatal pada kulit bayi.
Durasi Kemunculan Reaksi Alergi Makanan
Selain mewaspadai makanan pemicu alergi, Mam dan Pap juga perlu memantau durasi kemunculan reaksi sebagai cara mencegah alergi makanan pada si Kecil.
Umumnya, reaksi alergi muncul dalam beberapa menit hingga dua jam setelah mengonsumsi makanan pemicu alergi. Meski jarang, beberapa gejala mungkin juga tertunda hingga beberapa jam.
Bagi sebagian orang, alergi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi tidak berat. Namun, sebagian orang juga dapat mengalami reaksi alergi yang mengancam jiwa.
Oleh sebab itu, Mam dan Pap perlu waspada dan dianjurkan untuk menerapkan jeda waktu saat mengenalkan makanan, terutama yang berpotensi menjadi alergen.
Baca Juga : Macam-Macam dan Gejala Alergi Pada Anak Serta Cara Mengatasinya
Pertolongan Pertama Saat Si Kecil Menunjukkan Reaksi Alergi
Lalu, apa yang harus dilakukan jika si Kecil tiba-tiba menunjukkan reaksi alergi? Hal paling utama: jangan panik ya, Mam!
Langkah pertama, kenali gejala, misalnya ruam atau gatal pada kulit bayi. Jika gejalanya ringan dan hanya di satu area, dokter umumnya akan memberikan antihistamin.
Namun, jika terdapat gejala berat atau gejala ringan di lebih dari satu area, akan diberikan epinefrin. Jika gejala alergi makanan pada bayi tidak kunjung membaik, segera bawa si Kecil ke dokter atau rumah sakit.
Selamat merawat dan mendampingi tumbuh kembang si Kecil dengan penuh cinta, Mam! S-26 ParenTeam hadir sebagai partner terpercaya bagi Mams dan Paps dalam setiap langkah perjalanan tumbuh kembang si Kecil.
Lebih dari sekadar platform parenting, S-26 ParenTeam adalah ruang dukungan berbasis keahlian dari Wyeth Nutrition, yang memadukan informasi nutrisi terpercaya, wawasan parenting, serta exceptional tools untuk membantu memantau pertumbuhan dan proses belajar anak secara menyeluruh.
Pertanyaan Seputar Alergi Makanan Pada Bayi
- Apa saja ciri-ciri fisik bayi saat mengalami alergi makanan?
Ciri fisik yang sering muncul, antara lain ruam merah dan gatal pada kulit bayi, pembengkakan pada area bibir atau wajah, mata berair, hidung meler, hingga kesulitan bernapas atau mengi pada kasus yang parah.
- Makanan apa saja yang berisiko tinggi dan harus diawasi saat diberikan pada bayi?
Beberapa makanan berisiko tinggi pemicu alergi makanan pada bayi, meliputi susu sapi, telur, kacang tanah, gandum, kedelai, serta makanan laut seperti ikan dan kerang.
- Berapa lama reaksi alergi makanan muncul setelah bayi makan?
Reaksi alergi umumnya muncul dalam hitungan menit hingga dua jam setelah si Kecil mengonsumsi alergen. Namun, dalam kasus yang jarang, beberapa reaksi bisa terjadi berjam-jam kemudian.
Referensi
Healthy Children. Food Allergies in Children. Dari: https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/…. Diakses pada 09/06/2026
Mayo Clinic. (2021, December 31). Food allergy - Symptoms and causes. Dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/food-allergy/symptoms-ca…. Diakses pada 09/06/2026
Johns Hopkins Medicine. Dealing with Allergic Reactions in Children. Dari: https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/dealing-…. Diakses pada 09/06/2026
Produk wyeth nutrition