7 Gejala Asma pada Anak dan Cara Mengatasinya
Gejala asma pada anak perlu dikenali sejak dini agar kondisi ini dapat ditangani dengan tepat dan tidak mengganggu aktivitas si Kecil. Umumnya, anak yang mengalami asma akan menunjukkan tanda seperti batuk berkepanjangan, mengi, sesak napas, hingga sulit tidur di malam hari.
Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor sebagai penyebab asma pada anak, mulai dari alergi, infeksi saluran pernapasan, paparan asap rokok, hingga faktor genetik. Dengan memahami gejala dan penyebabnya, Mam dapat lebih cepat mengambil langkah untuk mengelola asma agar si Kecil tetap nyaman dan aktif.
Gejala Asma pada Anak
Apa gejala awal penyakit asma pada anak dan gejala umum lainnya? Gejalanya dapat bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang parah, berikut yang perlu Mam ketahui:
- Batuk tanpa sebab yang jelas
Pada usia anak-anak, batuk kronis yang berkepanjangan sering kali merupakan satu-satunya gejala klinis asma yang terlihat. Mam perlu lebih cermat memperhatikan polanya. Jika batuk Si Kecil terus berlanjut selama berhari-hari hingga berminggu-minggu tanpa sebab yang jelas, kondisi ini merupakan salah satu ciri-ciri asma pada anak. Terkadang batuk tersebut terdengar kering tanpa lendir, serta bisa disertai suara mengi saat ia membuang napas.
- Batuk di malam hari
Batuk pada anak dengan asma cenderung memburuk di malam hari atau ketika anak sedang sakit. Batuk ini sering kali persisten dan bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
- Batuk saat udara dingin
Keluhan batuk akibat asma juga rentan bertambah parah ketika Si Kecil terpapar udara dingin. Paparan udara yang dingin dan kering dapat mengiritasi paru-paru serta memicu peradangan saluran pernapasan sehingga menimbulkan batuk.
- Mengi
Mengi adalah suara napas berbunyi seperti orang bersiul dimana merupakan tanda bahwa saluran pernapasan si Kecil menyempit.
- Sulit bernapas
Selain gejala di atas, ciri-ciri asma pada anak adalah mengalami kesulitan bernapas, bahkan saat melakukan aktivitas normal sehari-hari, bahkan bisa memburuk saat mereka berolahraga atau bermain.
- Susah tidur malam
Anak-anak dengan asma sering kali sulit tidur di malam hari karena batuk atau sesak napas. Hal ini bisa menyebabkan mereka merasa lelah di siang hari.
- Batuk memburuk setelah menangis hingga terkena asap rokok
Apa ciri-ciri batuk asma selain kerap terjadi di malam hari? Tanda asma pada anak lainnya adalah mengalami batuk yang memburuk saat terpapar pemicu seperti tertawa, menangis, berolahraga, atau terpapar asap rokok.
- Mudah capek
Asma bisa menyebabkan anak merasa lelah lebih cepat daripada biasanya, terutama setelah melakukan aktivitas fisik.
- Sesak di dada atau nyeri dada
Pada si Kecil dengan usia di atas 5 tahun, gejala asma pada anak juga dapat berupa keluhan dada yang terasa atau nyeri.
- Sesak napas saat aktif berolahraga
Kesulitan bernapas yang sampai mengganggu aktivitas fisik anak bisa menjadi salah satu tanda penyakit asma. Saat anak berlari atau bermain, saluran pernapasan dapat menyempit yang memicu keluhan seperti batuk, suara mengi, dada terasa sesak, hingga napas memendek.
Gejala asma terkait olahraga ini biasanya mulai muncul dalam 5 hingga 20 menit setelah anak melakukan aktivitas fisik yang intens. Meski demikian, bukan berarti anak dengan asma tidak boleh berolahraga. Dengan penanganan medis yang tepat, kondisi saluran pernapasan dapat dikendalikan sehingga Si Kecil tetap bisa berolahraga dan aktif secara fisik.
Baca Juga : Batuk Alergi pada Anak : Gejala, Penyebab, dan Tips Penanganan yang Efektif
Penyebab Asma pada Anak
Gangguan pernapasan asma pada anak terjadi akibat peradangan pada bronkus atau saluran udara di paru-paru sehingga mengakibatkan bronkus mengalami penyempitan, membengkak, dan timbul lendir berlebih. Kondisi tersebut memicu si Kecil sulit untuk bernapas. Beberapa faktor umum yang menjadi penyebab asma pada anak adalah sebagai berikut:
- Alergi
Si Kecil yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu, debu, atau lingkungan yang berpolusi lebih rentan mengalami asma.
- Genetik
Memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit asma meningkatkan risiko seorang anak memiliki kondisi yang sama.
- Infeksi saluran pernapasan
Adanya infeksi saluran pernapasan oleh virus dapat memicu asma atau memperburuk gejala asma pada si Kecil.
- Paparan asap rokok
Paparan asap rokok yang terjadi pada saat si Kecil masih dalam kandungan maupun setelah kelahiran juga dapat meningkatkan risiko asma pada si Kecil.
- Aktivitas fisik
Kegiatan fisik seperti olahraga di udara dingin, lembap, atau kering juga bisa memicu terjadinya gejala asma pada anak.
Asma merupakan penyakit kronis yang memiliki sifat kambuhan. Kabar buruknya, hingga saat ini, asma belum bisa disembuhkan. Itu artinya cara menghilangkan asma pada anak adalah dengan mengendalikannya. Mam, mengendalikan asma pada Si Kecil berarti harus jeli mengenali apa saja yang menjadi pemicunya.
Infeksi saluran pernapasan akibat virus, seperti batuk pilek biasa atau flu, merupakan salah satu penyebab asma kambuh yang paling umum terjadi. Selain penyakit, paparan alergen baik di dalam maupun di luar rumah, seperti tungau debu, bulu hewan peliharaan, kecoa, serbuk sari, dan jamur, sangat rentan memicu peradangan pada saluran napasnya.
Mam juga perlu mewaspadai berbagai iritan di lingkungan sekitar. Asap rokok, polusi udara, hingga aroma menyengat dari produk pembersih rumah dan pewangi ruangan dapat mengiritasi paru-paru Si Kecil. Faktor cuaca, terutama paparan udara yang dingin dan kering serta perubahan suhu mendadak, turut berkontribusi memicu serangan asma.
Di sisi lain, asma dapat kambuh ketika anak melakukan aktivitas fisik yang intens atau saat ia mengalami emosi yang kuat, seperti tertawa terbahak-bahak, menangis, hingga stres. Memahami dan mencatat pemicu-pemicu spesifik ini akan sangat membantu Mam dalam meminimalkan frekuensi kekambuhan asma pada Si Kecil.
Baca Juga : Gejala Alergi Susu Sapi yang Wajib Mam Waspadai
Cara Mengendalikan Gejala Asma pada Anak
Mengelola atau mengendalikan asma pada anak membutuhkan pendekatan yang komprehensif, termasuk berkonsultasi ke dokter untuk penegakan diagnosa dan pengobatan lebih lanjut, serta mengubah gaya hidup. Berikut beberapa cara yang dapat Mam lakukan untuk mengatasi asma pada si Kecil:
- Identifikasi dan menghindari pemicu asma
Seperti dijelaskan di atas, pemicu asma bisa bervariasi, mulai dari infeksi pernapasan, aktivitas fisik, asap, hingga alergi.
Saat Mam sudah mengetahui pemicu asma dan juga dikuatkan dengan diagnosis dokter, ini akan memudahkan Mam untuk menghindarkan si Kecil dari penyebab utama asma sebagai langkah pertama dalam penanganan masalah kesehatan ini.
- Latihan pernapasan
Latihan pernapasan dapat membantu si Kecil mengontrol pernapasan ketika gejala asma muncul sekaligus sebagai cara untuk membantu mengurangi risiko hiperventilasi (kondisi seseorang bernapas terlalu cepat.
- Penggunaan humidifier atau air purifier
Mam juga bisa menggunakan alat humidifier atau air purifier di rumah supaya membantu menjaga kelembapan dan kebersihan udara untuk mengurangi risiko alergi dan iritasi pada pernapasan si Kecil.
- Memiliki action plan saat gejala asma kambuh
Yang dimaksud action plan dalam penanganan asma adalah panduan Mam orang terdekat yang mencakup informasi tentang cara mengenali gejala asma yang memburuk, tindakan saat si Kecil mengalami serangan asma, dan juga stok obat dari dokter yang perlu dipersiapkan.
Rencana ini sangat penting untuk memastikan si Kecil mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat.
- Penggunaan spacer dan masker inhaler
Mam juga perlu menyediakan spacer dan masker inhaler yang dapat membantu si Kecil menghirup obat dengan lebih efektif.
- Mengedukasi si Kecil
Selain tips di atas, hal lain yang perlu Mam lakukan adalah memberikan edukasi pada si Kecil mengenai asma dan bagaimana cara mereka mengendalikan saat gejalanya muncul. Informasi ini akan membantu si Kecil untuk lebih tenang saat muncul gejala dan termasuk untuk pengelolaan asma dalam jangka panjang.
Mam juga perlu meminta dukungan dan menginformasikan kondisi kesehatan si Kecil pada keluarga terdekat dan pihak sekolah sebagai langkah antisipasi untuk pengendalian gejala asma pada anak.
- Segera ke dokter saat terjadi gejala yang membutuhkan perawatan darurat
Dalam kasus serangan asma dengan gejala parah, seperti termasuk sesak napas yang parah, bibir yang membiru, tekanan darah rendah, dan perubahan denyut jantung, Mam perlu segera mencari pertolongan medis untuk perawatan darurat.
Mengingat asma juga dapat dipicu karena alergi, Mam juga perlu memperhatikan apakah si Kecil juga mempunyai alergi tertentu.
Saat punya alergi terhadap satu alergen, si Kecil juga memiliki risiko alergi terhadap alergen lainnya, seperti risiko alergi susu sapi. Karena itu, sangat penting bagi para Mam untuk tahu cara mengurangi risiko alergi pada diri si Kecil.
Kurangi risiko alergi si Kecil dengan S-26 Procal Gold pHPro. Susu ini mengandung protein whey terhidrolisis parsial 50%, 12 vitamin dan 9 mineral. S-26 Procal Gold pHPro juga dilengkapi dengan DHA, omega 3 & omega 6, kolin, zat besi, protein, kalsium, vitamin D & fosfor, serat pangan (Oligofruktosa), vitamin C, selenium, zinc, serta vitamin B kompleks.
Itulah beberapa informasi seputar gejala dan penyebab asma pada anak serta cara pengendalian yang bisa Mam coba terapkan untuk menjaga si Kecil selalu sehat dan dapat beraktivitas dengan baik.
Untuk informasi lain seputar tumbuh kembang Si Kecil, saat ini S-26 ParenTeam hadir sebagai partner terpercaya bagi Mams dan Paps.
Lebih dari sekadar platform parenting, S-26 ParenTeam adalah ruang dukungan berbasis keahlian dari Wyeth Nutrition, yang memadukan informasi nutrisi terpercaya, wawasan parenting, serta exceptional tools untuk membantu memantau pertumbuhan dan proses belajar anak secara menyeluruh.
Pertanyaan Seputar Asma pada Anak
- Apakah penyakit asma pada anak bisa sembuh total seiring bertambahnya usia
Penyakit asma pada anak merupakan kondisi kronis yang hingga saat ini belum bisa disembuhkan secara total. Meskipun demikian, gejala asma dapat dikendalikan agar tidak mudah kambuh. Kuncinya adalah dengan mengenali pemicunya dengan jeli dan memberikan penanganan yang tepat agar Si Kecil tetap bisa beraktivitas secara normal.
- Bolehkah anak yang memiliki riwayat asma mengonsumsi minuman dingin atau es?
Tidak ada larangan atau anjuran mengkonsumsi minuman dingin maupun es pada anak penderita asma. Namun, paparan udara dingin dapat mengiritasi paru-paru dan memicu peradangan saluran pernapasan Si Kecil. Mengingat pemicu asma bisa berbeda-beda pada setiap anak, Mam perlu mengobservasi reaksi anak dan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan aman tidaknya konsumsi minuman dingin.
- Kapan anak yang mengalami serangan asma harus segera dilarikan ke UGD?
Anak harus segera mendapatkan perawatan medis darurat apabila mengalami serangan asma dengan gejala yang parah. Gejala parah yang perlu diwaspadai meliputi sesak napas yang berat, bibir yang membiru, tekanan darah rendah, serta adanya perubahan denyut jantung.
Referensi
Asthma Canada. Asthma in Children. Dari: https://asthma.ca/get-help/asthma-in-children/. Diakses pada 11/06/2026
American College of Allergy, Asthma & Immunology. Asthma in Children: Signs, Symptoms & Treatment. Dari: https://acaai.org/asthma/asthma-101/who-gets-asthma/asthma-in-children/. Diakses pada 11/06/2026
Healthline. What Does an Asthma Cough Sound Like in Children and What Does It Mean? Dari: https://www.healthline.com/health/asthma/asthma-cough-in-kids. Diakses pada 11/06/2026
Healthy Children. Asthma triggers and what to do about them. Dari: https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/allerg…. Diakses pada 11/06/2026
Children’s Health. Common asthma triggers for children. Dari: https://www.childrens.com/health-wellness/common-asthma-triggers-for-ch…. Diakses pada 11/06/2026
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Asma. Dari: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1433/asma. Diakses pada 11/06/2026
Brown University Health. Assess Your Child’s Asthma Symptoms. Dari: https://www.brownhealth.org/centers-services/pediatric-respiratory-and-…. Diakses pada 11/06/2026
Produk wyeth nutrition