Jadwal Pumping ASI yang Tepat dan Tips Memaksimalkan Produksinya
Mam yang sedang memberikan ASI eksklusif untuk si Kecil perlu memahami jadwal pumping ASI agar produksi tetap optimal dan kebutuhan bayi selalu terpenuhi.
Umumnya, jadwal pumping ASI dilakukan setiap 2–3 jam sekali atau sekitar 8 kali dalam sehari, mengikuti pola menyusu bayi, termasuk satu sesi pada malam hari jika memungkinkan.
Dengan jadwal yang teratur, memompa ASI tidak hanya membantu menjaga produksi tetap stabil, tetapi juga menyediakan stok ASI yang cukup saat Mam tidak bisa menyusui langsung.
Waktu Terbaik untuk Jadwal Pumping ASI
Waktu terbaik untuk memeras ASI bervariasi pada setiap ibu. Jika Mam juga menyusui si Kecil secara rutin, memompa ASI seusia menyusui bisa membantu meningkatkan produksi ASI dan menjadi cara memperbanyak ASI.
Jika Mam memompa ASI untuk memasok cadangan ASI karena harus jauh dari si Kecil dan tidak bisa menyusui secara langsung, maka waktu terbaik untuk jadwal pumping ASI adalah sama seperti saat menyusui si Kecil. Dengan demikian, tubuh akan tetap memproduksi ASI sesuai dengan yang dibutuhkan si Kecil.
Panduan Durasi dan Frekuensi Pumping ASI
Lalu, berapa kali Mam perlu memompa ASI? Hal ini juga bisa berbeda-beda pada setiap ibu. Jika Mam memberikan ASI perah secara penuh, maka disarankan pumping ASI dilakukan setidaknya 8 kali sehari. Mam bisa memerah ASI setiap 2-3 jam sekali di pagi sampai siang hari dan satu kali menjelang tidur.
Jangan sampai memberi jeda waktu terlalu lama, misal hingga lebih dari 6 jam antar sesi apabila Mam sedang berusaha meningkatkan produksi ASI. Hal terpenting yang perlu diingat, temukan pola pumping ASI yang paling sesuai untuk diri sendiri dan si Kecil.
Lama durasi setiap sesi pumping ASI, juga bisa berbeda tergantung cara dan kebiasaan masing-masing ibu. Namun secara rata-rata, lama memompa ASI adalah 15-20 menit per sesi, atau sampai kandungan ASI dalam payudara habis. Beberapa ibu bisa memompa lebih cepat namun ada juga yang lebih lama. Namun umumnya tidak lebih dari 30 menit.
Berapa banyak ASI yang diperah setiap sesi pumping? Jika Mam menyiapkan ASI untuk pasokan si Kecil, maka jumlahnya bisa disesuaikan dengan satu kali si Kecil menyusui.
Hasil penelitian menunjukkan bayi usia 1-6 bulan rata-rata menyusu hingga 750 ml ASI per hari. Jika si Kecil menyusu sehari 10 kali, maka Mam perlu menyiapkan 75 ml ASI setiap satu kali pumping ASI. Bayi usia 6-12 bulan biasanya minum lebih sedikit ASI karena masih mendapat tambahan MPASI.
Perlukah Pumping ASI di Malam Hari?
Kandungan nutrisi ASI yang dihasilkan pada malam hari berbeda dengan saat pagi dan siang hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASI yang diproduksi di pagi dan siang hari memiliki kandungan kortisol dan asam amino yang tinggi yang dapat mendorong aktivitas si Kecil.
Sementara, ASI yang dihasilkan pada malam hari memiliki kadar melatonin dan triptofan yang tinggi, sehingga dapat membantu bayi untuk tidur lebih nyenyak di malam hari.
Apabila Mam hanya memberikan ASI melalui botol, maka memompa ASI di malam hari sangat dianjurkan untuk mendapatkan ASI dengan kandungan yang sesuai dan membantu menjaga siklus sirkadian tubuh si Kecil.
Karenanya, saat memompa ASI, jangan lupa memberi label waktu siang atau malam agar tidak salah dalam memberikan ASI kepada si Kecil.
Namun, jika Mam masih bisa menyusui si Kecil secara langsung, pumping ASI di malam hari tidak menjadi keharusan.
Baca Juga : Cara Menyusui Bayi yang Benar dan Nyaman untuk Mam
Cara Memompa ASI pada Payudara yang Bengkak
Terkadang pada ibu yang menyusui, payudara terasa keras dan membengkak. Hal ini salah satunya bisa disebabkan peningkatan jumlah ASI di dalam payudara karena perlekatan bayi yang salah saat menyusui, frekuensi menyusui yang tidak teratur, atau terlalu lama tidak menyusui si Kecil sehingga ASI menumpuk.
Cara mengatasinya, bisa dengan memerah ASI secara langsung menggunakan tangan tanpa alat. Sebelum mulai, pastikan tangan dalam kondisi bersih. Pegang payudara yang terasa bengkak menggunakan kedua tangan dan pijat perlahan dari pangkal payudara hingga areola.
Untuk cara memompa ASI, angkat payudara yang bengkak, tekan menggunakan ibu jari dan jari-jari tangan, tekan perlahan ke arah depan menuju areola hingga keluar ASI yang menetes. Ulangi gerakan memompa di beberapa titik kantong ASI di sekitar areola.
Tips Menyimpan dan Menjaga Kualitas Stok ASI
Setelah memompa ASI, sudah pasti Mam harus menyimpannya sebelum diberikan kepada si Kecil. Menyimpan ASI juga tidak bisa sembarangan agar kandungan nutrisinya tetap terjaga. Berikut ini cara menyimpan ASI yang baik untuk menjaga kualitasnya:
- Simpan ASI dalam wadah steril, bisa botol maupun kantong khusus untuk ASI.
- Simpan ASI di dalam kulkas dengan suhu 4 derajat Celcius atau lebih rendah.
- Dalam pendingin, ASI bisa bertahan hingga 2 minggu, 6 bulan dalam kondisi beku, dan 3 hari jika tidak disimpan di pendingin. Pastikan Mam memberikan ASI botol kepada si Kecil dalam kondisi yang masih baik.
- Untuk mencairkan ASI yang dibekukan, gunakan wadah berisi air panas untuk merendam atau siram dengan air panas yang mengalir. Berikan ASI yang sudah dicairkan dalam waktu satu jam dan jika tersisa segera buang.
Baca Juga : Ini Pantangan Makanan untuk Ibu Menyusui yang Perlu Dihindari
S-26 ParenTeam hadir sebagai partner terpercaya bagi Mams dan Paps dalam setiap langkah perjalanan tumbuh kembang si Kecil. Lebih dari sekadar platform parenting, S-26 ParenTeam adalah ruang dukungan berbasis keahlian dari Wyeth Nutrition, yang memadukan informasi nutrisi terpercaya, wawasan parenting, serta exceptional tools untuk membantu memantau pertumbuhan dan proses belajar anak secara menyeluruh.
Demikian Mam, informasi seputar jadwal pumping ASI serta serba-serbi tentang cara memompa ASI. Semoga informasi yang disajikan dalam artikel ini bisa bermanfaat bagi Mam dan juga si Kecil, ya!
Pertanyaan Seputar Jadwal Pumping ASI
1. Berapa lama durasi memompa ASI yang ideal?
Lama memompa ASI bisa berbeda-beda untuk setiap ibu dan bisa dipengaruhi kapan waktu memompa ASI, cara atau alat yang digunakan, serta banyak sedikitnya ASI yang dipompa. Rata-rata sekitar 15-20 menit per sesi dan umumnya waktu 30 menit sudah terlalu lama.
2. Apakah pumping ASI di malam hari itu wajib?
Pumping ASI di malam hari sangat disarankan karena kandungan ASI yang diproduksi pada siang dan malam hari berbeda. Produksi ASI di malam hari mengandung lebih banyak melatonin yang membantu bayi lebih cepat beristirahat, sedangkan ASI di pagi hari lebih banyak mengandung kortisol yang membantu bayi untuk terjaga.
3. Bagaimana cara memompa ASI jika payudara terasa bengkak?
Cara memompa ASI jika payudara terasa bengkak karena kandungan ASI yang berlebih bisa dilakukan menggunakan tangan tanpa alat. Pastikan tangan dalam kondisi bersih. Pegang payudara yang terasa bengkak menggunakan kedua tangan dan pijat perlahan dari pangkal payudara hingga areola. Untuk memompa ASI, angkat payudara yang bengkak, tekan menggunakan ibu jari dan jari-jari tangan, tekan perlahan ke arah depan menuju areola hingga keluar ASI yang menetes. Ulangi gerakan memompa di beberapa titik kantong ASI di sekitar areola.
Referensi
1. NHS. Expressing and storing breast milk. Dari https://www.nhs.uk/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding/expressing-breast-milk/. Diakses 16/06/2026
2. CDC. Pumping Breast Milk. Dari https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/breastfeeding/pumping-breast-milk.html. Diakses 16/06/2026
3. Australian Breastfeeding Association. Expressing - the basics. Dari https://www.breastfeeding.asn.au/resources/expressing-basics. Diakses 16/06/2026
4. Akanalçı, C., & Bilici, S. (2024). Biological clock and circadian rhythm of breast milk composition. Chronobiology international, 41(8), 1226–1236. https://doi.org/10.1080/07420528.2024.2381599
5. University Hospitals. Breastfeeding: Breast Fullness and Engorgement. Dari https://www.uhhospitals.org/services/obgyn-womens-health/patient-resources/pregnancy-resources/breastfeeding-guide/breastfeeding-breast-fullness-and-engorgement. Diakses 16/06/2026
Produk wyeth nutrition

