Manfaat Belajar Warna untuk Anak Menurut Para Ahli

Belajar Mengenal Warna: Manfaat dan Cara Mengajarkannya

Jun 10, 2025
4 mins

Belajar mengenal warna dan cara mengajari anak warna perlu dipahami oleh orang tua karena kemampuan ini merupakan salah satu tonggak perkembangan penting pada masa anak usia dini. 

Selain membantu si Kecil mengenali dan mengelompokkan benda berdasarkan warna, aktivitas ini juga berkontribusi terhadap perkembangan kemampuan berpikir, bahasa, komunikasi verbal, serta kecerdasan visual spasial. 

Melalui berbagai aktivitas sederhana seperti menyortir benda, mencocokkan kartu warna, menggambar, dan mewarnai, anak dapat belajar mengenal warna secara alami sambil mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. 

Dengan stimulasi yang tepat, proses belajar warna dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi tumbuh kembangnya.

 

Kapan Anak Mulai Belajar Mengenal Warna?

Sebenarnya, kemampuan melihat warna sudah mulai berkembang sejak bayi. Bayi berusia sekitar 4 bulan sudah mampu membedakan berbagai warna yang dilihatnya. Namun, kemampuan belajar mengenal warna tidak berhenti sampai di situ.

Pada usia 1–3 tahun, anak umumnya mulai belajar mengenali, mencocokkan, dan menyebutkan nama warna, meskipun masih sering tertukar. Kemampuan ini akan semakin matang saat memasuki usia prasekolah (3–5 tahun), ketika anak mulai mampu menyebutkan warna dengan lebih konsisten dan benar.

 

4 Manfaat Belajar Mengenal Warna untuk Perkembangan Anak

Kemampuan mengenal warna bukan sekadar menghafal nama merah, kuning, atau biru. Ada banyak manfaat mengenal warna yang mendukung tumbuh kembang si Kecil.

1. Bagian dari tonggak perkembangan (Development Milestone)

Penamaan warna adalah sebuah proses kognitif yang kompleks bagi si Kecil. Hal ini disebabkan karena anak belajar bicara dengan menggunakan kata benda atau kata kerja. 

Mereka belajar untuk mengetahui bahwa setiap benda dan kegiatan memiliki nama sendiri. Maka ketika anak dapat mengatakan, misalnya sepatu, ia dapat belajar mengucapkan dan memahami artinya dengan cepat. 

Tetapi, ketika ia mulai dikenalkan dengan warna, ia bisa kembali bingung, karena warna tidak direpresentasikan berdasarkan bentuk, ukuran, jumlah, maupun tekstur. 

Lebih lanjut, kesulitan anak ini juga disebabkan karena dalam kehidupan sehari-hari ada terlalu banyak rona warna (colour hues) dan hal ini menyebabkan anak kesulitan mengasosiasikan warna dengan namanya (Dye, 2010).

Jadi manfaat belajar warna untuk anak juga membantu perkembangan kognitifnya serta berlatih logika dan cara berpikir dengan berinteraksi, mengobservasi dan mengeksplorasi lingkungan di sekitar mereka.

2. Memperkaya perbendaharaan kata dan memiliki komunikasi verbal yang luas

Kemampuan berbahasa tidak hanya mencakup berbicara tetapi juga memahami. Dengan belajar warna anak belajar untuk memperkaya perbendaharaan kata dan belajar berkomunikasi secara verbal dengan baik sekaligus memahami apa yang ia ucapkan (The Communication Trust resources, diakses 5 Oktober 2020). 

Mengingat si Kecil usia 1 hingga 3 tahun masih terus mengembangkan kumpulan kosakata yang terkait dengan objek, orangtua atau pengasuh dapat mengajak belajar warna untuk anak dengan menggunakan objek yang sama, misalnya, bola merah dan bola kuning. Jangan gunakan sepatu merah dan jaket kuning. 

Baca Juga : Cara dan Teknik Menggambar untuk Anak Usia Dini

3. Membentuk kepribadian dan mempererat hubungan orangtua dan anak

Meskipun sepertinya tidak ada hubungannya, tetapi belajar warna untuk anak yang didampingi oleh orangtua juga dapat membantu anak membentuk kepribadian mereka. 

Pada usia prasekolah, bermain atau belajar bersama orangtua mempengaruhi pembentukan kepribadian anak terhadap sekeliling dan dirinya sendiri. Pada usia ini anak belajar untuk menanggapi berbagai situasi dan mengembangkan persepsi emosional terhadap lingkungan (Shabas, 2016). 

Selain itu, belajar warna untuk anak dengan cara yang menarik dan menyenangkan akan membuat si Kecil tertarik belajar dan membantu membangun hubungan orangtua dengan anak yang baik.

4. Mengantisipasi adanya kecenderungan buta warna

Perlu diingat, Mam dan Pap sebaiknya tidak terburu-buru menilai atau memberi label buta warna karena pada usia prasekolah anak masih memiliki proses belajar warna yang merupakan konsep abstrak bagi mereka (Burgert, 2013). Oleh karena itu, wajar apabila si Kecil sesekali masih tertukar menyebutkan warna, misalnya merah dan oranye atau biru dan ungu. 

Namun, apabila setelah bertambah besar anak masih terus mengalami kesulitan membedakan warna dibandingkan teman seusianya, sering salah mengenali warna, atau kesulitan mengelompokkan benda berdasarkan warna hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan kepada dokter atau dokter mata untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga : Manfaat Melukis bagi Anak untuk Kreativitas, Motorik Halus, dan Kecerdasan Visual

 

5 Cara Mengajari Anak Warna dengan Menyenangkan

Tidak perlu menggunakan metode belajar yang rumit. Justru, cara mengajari anak warna yang paling efektif adalah melalui aktivitas bermain sehari-hari.
Beberapa kegiatan yang dapat Mam lakukan antara lain:

  1. Menyortir benda berdasarkan warna.
  2. Mencocokkan balok atau kartu warna.
  3. Menggambar dan mewarnai bersama.
  4. Bermain puzzle warna.
  5. Mengajak anak mencari benda berwarna tertentu di rumah atau saat berjalan-jalan, misalnya, "Coba cari bunga yang berwarna kuning."

Aktivitas-aktivitas tersebut membantu anak mengenali, membedakan, mengingat, sekaligus menyebutkan nama warna secara alami.

Untuk mendukung proses belajar tersebut, stimulasi juga perlu diimbangi dengan asupan nutrisi yang tepat. 

S-26 Procal Gold hadir dengan Most Advanced Formulation yang dilengkapi Multilearn Connect, yaitu kombinasi nutrisi penting untuk mendukung perkembangan otak dan sistem saraf si Kecil secara optimal. 

Diperkaya Sphingomyelin & Fosfolipid untuk membantu mempercepat arus informasi di otak, AA & DHA untuk mendukung perkembangan otak, serta Alfa-laktalbumin yang berperan dalam mendukung komunikasi saraf. 

Didukung nutrisi yang tepat, dalam jumlah dan waktu yang tepat, S-26 Procal Gold membantu si Kecil tumbuh cerdas, siap belajar, dan berkembang optimal hari ini hingga masa depannya. 

Baca Juga : Pentingnya Mengenal Warna Diusia 1 Tahun

 

Pertanyaan yang sering ditanyakan?

1. Zat gizi apa yang paling efektif untuk menjaga fungsi saraf mata dan visual anak?

Zat gizi seperti vitamin A, DHA, lutein, zeaxanthin, vitamin C, vitamin E, dan zinc berperan mendukung kesehatan mata dan fungsi penglihatan anak. Kebutuhan tersebut sebaiknya dipenuhi melalui pola makan bergizi seimbang.

2. Benarkah belajar warna dapat meningkatkan kemampuan logika anak?

Ya. Belajar mengenal warna membantu anak mengelompokkan, membandingkan, dan mengenali pola sehingga mendukung kemampuan berpikir logis sekaligus kecerdasan visual spasial.

3. Wajarkah jika anak usia 3 tahun masih sering tertukar warna? 

Wajar. Pada usia ini banyak anak masih belajar membedakan dan menyebutkan warna. Namun, jika kesulitan terus berlanjut hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter. 

Referensi

Produk wyeth nutrition

S-26 Procal GOLD

S-26 Procal GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 1-3 tahun)

S-26 Promise GOLD

S-26 Promise GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 3-12 tahun)

S-26 Procal Ultima

S-26 Procal Ultima

Susu pertumbuhan pertama di Indonesia yang menggunakan susu skim bubuk berasal dari sapi A2 untuk anak usia 1 - 3 tahun.

8886472105816_C1C1_idID.png

S-26 Procal Honey

Susu Pertumbuhan Anak usia 1-3 Tahun untuk dukung kesiapan belajarnya.

Promise Nutrissentials

S-26 Promise Nutrissentials

Susu bubuk Anak usia 3-12 Tahun. Berikan Nutrisi, Inspirasi, & Stimulasi tepat untuk bantu Ia siap belajar.

S-26 Procal GOLD pHPro

S-26 Procal GOLD pHPro

NAN pHPro 3 kini menjadi S-26 Procal GOLD pHPro 3, Susu Pertumbuhan Untuk Anak Usia 1-3 tahun.

Diformulasikan dengan partially hydrolized protein, bantu kurangi risiko alergi.

Join Sekarang
Join Sekarang