Manfaat Belajar Warna untuk Anak Menurut Para Ahli

10 Manfaat Belajar Warna untuk Anak dan Cara Mengajarkannya

Jul 22, 2026
4 mins

Ada banyak cara mengajarkan warna pada anak yang bisa Mam coba supaya dunia si Kecil semakin luas dan pengalaman belajarnya jadi lebih bermakna. Nah, anak biasanya mulai belajar mengenal warna pada saat prasekolah (usia 3–5 tahun). 

Yuk, pelajari lebih jauh apa saja manfaat belajar warna untuk anak sebagai bagian dari tahapan perkembangan, memperkaya kosakata, melatih kemampuan kognitf, hingga mendukung perkembangan emosional anak, serta cara mengajarkannya, Mam.

 

Manfaat Belajar Warna untuk Anak

Belajar mengenal warna itu bukan cuma untuk mengembangkan kreativitas dan minat anak pada seni. Lalu apa saja manfaatnya? Ini dia berbagai manfaat penting belajar warna sejak dini. 

1. Bagian dari Tahapan Perkembangan (Development Milestone)

Pada usia prasekolah (usia 3–5 tahun), anak biasanya mulai memasuki tahapan perkembangan baru yaitu keterampilan penamaan warna. Keterampilan ini dapat menjadi penanda bahwa proses kognitif anak berkembang baik dan anak akan mampu mengikuti pelajaran di sekolah dasar.

Pada dasarnya sejak usia empat bulan, anak sudah dapat membedakan warna-warna yang ia lihat. Saat anak mulai belajar bicara, ia sudah mampu mengucapkan nama-nama warna, tetapi belum bisa mengenali nama warna tersebut mengacu pada warna yang mana. 

Anak tidak otomatis tahu nama warna karena batas satu warna dengan lainnya bisa membingungkan. Misalnya kapan biru berubah menjadi hijau atau merah menjadi merah muda. Selain itu, banyak benda yang berbeda bisa memiliki warna yang sama. Ini membuat anak perlu waktu untuk memahami bahwa satu nama warna bisa digunakan untuk berbagai benda dengan gradasi yang berbeda.

Jadi manfaat belajar warna untuk anak juga membantu perkembangan kognitifnya serta berlatih logika dan cara berpikir dengan berinteraksi, mengobservasi, dan mengeksplorasi lingkungan di sekitar mereka.

2. Memperkaya Kosakata

Kemampuan berbahasa tidak hanya mencakup berbicara tetapi juga memahami. Dengan belajar warna, anak belajar untuk memperkaya perbendaharaan kata dan belajar berkomunikasi secara verbal dengan baik sekaligus memahami apa yang ia ucapkan.

Mengingat si Kecil usia 1 hingga 3 tahun masih terus mengembangkan kumpulan kosakata yang terkait dengan objek, orangtua atau pengasuh dapat mengajak belajar warna untuk anak dengan menggunakan objek yang sama, misalnya, bola merah dan bola kuning. Jangan gunakan sepatu merah dan jaket kuning. 

3. Mempererat Hubungan Orang Tua dan Anak

Meskipun sepertinya tidak ada hubungannya, tetapi belajar warna untuk anak sambil didampingi oleh orang tua juga dapat membantu anak membentuk kepribadian mereka. Pada usia prasekolah, bermain atau belajar bersama orang tua memengaruhi pembentukan kepribadian anak terhadap sekeliling dan dirinya sendiri. Belajar warna bersama anak dengan cara yang menyenangkan juga akan membuat si Kecil tertarik belajar dan membantu membangun hubungan orang tua dengan anak yang baik.

4. Mengantisipasi Adanya Kecenderungan Buta Warna

Jangan langsung menganggap anak buta warna. Pada usia prasekolah, anak masih dalam proses belajar warna, yang merupakan konsep abstrak bagi mereka. Mam harus sabar dan ingat bahwa tiap anak ada waktunya sendiri-sendiri untuk belajar dan menguasai suatu hal. 

Jika memang kekhawatiran buta warna sangat kuat, sebaiknya Mam dan Pap berkonsultasi dengan dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Mam, ayo selalu dukung proses belajar si Kecil agar ia menjadi anak hebat. Tentunya termasuk dengan membantu si Kecil belajar warna dengan cara yang tepat dan menyenangkan.

Baca Juga : Cara dan Teknik Menggambar untuk Anak Usia Dini

5. Melatih Kemampuan Kognitif

Salah satu manfaat belajar mengenal warna adalah melatih kemampuan kognitif si Kecil. Saat belajar membedakan dan mengingat warna, daya ingat serta fokus bayi ikut terlatih. 

Bayi juga mulai belajar membandingkan, mengelompokkan, dan memahami perbedaan berbagai warna. Ketika orang tua menyebutkan nama warna, kosakata dan kemampuan bahasa bayi pun ikut berkembang. 

Perkembangan kognitif anak juga harus didukung dengan asupan nutrisi yang lengkap dan sesuai kebutuhan anak. Mam bisa bantu cukupi kebutuhan si Kecil dalam masa emasnya dengan susu pertumbuhan seperti S-26 Procal Gold. 

6. Mendukung Perkembangan Visual dan Fokus

Saat belajar membedakan warna, bayi juga melatih fokus dengan mengikuti pergerakan benda di sekitarnya. Kemampuannya dalam melihat perbedaan macam-macam warna dan benda juga akan berkembang jika distimulasi dengan aneka warna. 

7. Meningkatkan Kreativitas dan Imajinasi 

Belajar mengenal warna membantu anak mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Anak mulai bereksplorasi dengan berbagai warna untuk mewarnai, menggambar, berkreasi, bermain, dan mengekspresikan ide atau perasaannya. 

8. Membantu Memahami Konsep Sehari-hari

Belajar mengenal warna sering muncul dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya kalau ia harus mengambil benda berwarna tertentu, seperti, “Ambil topi merah,” atau, “Cari spidol biru,”. Anak juga bisa belajar mengelompokkan mainan berdasarkan warna. 

Ini semua membantu anak memahami instruksi, mengorganisasi benda, dan belajar cara mengikuti aturan sederhana dalam kegiatan sehari-hari. Dengan begitu, anak juga belajar bagaimana berbagai hal di sekitarnya bekerja dan saling teratur.

9. Mengasah Kemampuan Pengambilan Keputusan Sederhana

Manfaat belajar warna untuk anak adalah membangun kemampuan mengambil keputusan sederhana dalam kesehariannya. Misalnya, anak bisa memilih baju yang mau dipakai atau membedakan mainan yang miliknya dan milik teman berdasarkan warna. 

10. Mendukung Perkembangan Sosial-Emosional

Seiring anak tumbuh, warna juga bisa membantu mereka memahami dan mengekspresikan emosi. Bahkan di usia sekitar 3 tahun, anak bisa mulai mengaitkan warna dengan perasaan, misalnya kuning dengan senang dan biru dengan sedih.

Anak juga cenderung merespons warna cerah seperti merah, biru, atau pink dengan perasaan positif, dan warna gelap seperti hitam atau abu-abu dengan emosi yang kurang menyenangkan. Hal ini membantu perkembangan sosial dan emosional anak karena mereka belajar mengenali dan memahami perasaan mereka sendiri.

Baca Juga : Pentingnya Mengenal Warna Diusia 1 Tahun

 

Cara Mengajarkan Warna Pada Anak

Idealnya, anak mulai belajar mengenal warna pada usia 1,5–3 tahun. Perlu diingat, proses belajar soal warna ini butuh waktu lama sebelum akhirnya si Kecil bisa memahami betul konsep warna dalam kehidupan sehari-harinya. 

Karena itu, simak berbagai cara mengajarkan warna pada anak berikut ini ya, Mam.

1. Mengenalkan Warna Melalui Benda Sehari-hari

Gunakan nama-nama warna dalam percakapan sehari-hari dan berikan anak pilihan sederhana. Misalnya, “Mau kaus kaki merah atau biru?”.

Cara terbaik membantu anak belajar mengenal warna adalah dengan memakai hal-hal yang sedang mereka sukai dan perhatikan saat itu.

2. Menggunakan Permainan (Sorting, Matching Warna)

Buat game sederhana untuk mengelompokkan warna menggunakan berbagai permainan edukasi anak seperti balok, boneka, kartu, atau krayon. Anak bisa menyortir benda berdasarkan warna yang sama sambil bermain dan belajar.

Mam juga bisa meminta anak membantu mengambil semua benda berwarna tertentu, misalnya, “Ambil semua balok hijau dulu”. Cara ini membantu anak belajar mencocokkan warna lewat permainan edukasi anak yang menarik. 

3. Mewarnai dan Menggambar Bersama

Salah satu aktivitas mengenal warna balita adalah mewarnai dan menggambar bersama dengan Mam dan Pap. Ajak anak menggambar atau mewarnai gambar dengan warna-warna yang beragam.

Sambil mewarnai, sebutkan nama setiap warna yang digunakan. Mam juga bisa bertanya, “Benda apa lagi yang warnanya sama seperti ini?” 

4. Membacakan Buku Anak Bertema Warna

Salah satu cara mengajarkan warna pada anak yang menyenangkan adalah membaca buku cerita yang berisi warna-warni atau buku khusus soal pengenalan warna. Bacakan dengan suara keras sambil menyebutkan dan membahas warna yang ada di gambar. 

5. Bernyanyi atau Memutar Lagu tentang Warna

Bernyanyi atau mendengarkan lagu tentang warna juga bisa jadi aktivitas mengenal warna balita. Lagu tentang warna sangat baik untuk membantu si Kecil mengenal warna karena liriknya mudah diingat dan diulang-ulang, serta iramanya ceria sehingga si Kecil lebih cepat belajar mengenali warna. Contoh lagunya yaitu Pelangi (A.T. Mahmud).

Nah, jadi itulah berbagai cara dan manfaat belajar mengenal warna untuk si Kecil serta berbagai aktivitas mengenal warna balita yang bisa Mam coba di rumah. Untuk mendukung nutrisi si Kecil dalam belajar, Mam bisa memberikan S-26 Procal Gold.

S‑26 Procal Gold hadir dengan Most Advanced Formulation yang dilengkapi Multilearn Connect, kombinasi nutrisi penting untuk dukung perkembangan otak dan sistem saraf si Kecil. Diperkaya Sphingomyelin & Fosfolipid untuk bantu mempercepat arus informasi di otak, AA & DHA untuk perkembangan otak, serta Alfa‑laktalbumin untuk dukung komunikasi saraf. Didukung nutrisi tepat dengan jumlah dan waktu yang tepat, S‑26 Procal Gold membantu si Kecil tumbuh cerdas, siap belajar, dan berkembang optimal hari ini hingga masa depannya.

Semoga informasinya bisa membantu Mam mendukung perkembangan anak secara optimal, ya, Mam!

 

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

  1. Umur berapa anak sudah bisa membedakan jenis warna dengan benar?

    Anak usia 3–5 tahun umumnya sudah mulai bisa membedakan jenis warna. Namun, proses mengenal warna akan terus berjalan seiring pertumbuhannya. Makin lama, ia akan makin bisa memahami perbedaan berbagai gradasi atau tingkatan warna.
     

  2. Apakah normal jika anak usia prasekolah masih sering tertukar saat menyebutkan nama warna?

    Wajar kalau anak usia prasekolah masih sering tertukar menyebutkan nama warna. Pasalnya, batas satu warna dengan lainnya bisa membingungkan. Misalnya kapan biru berubah menjadi hijau atau merah menjadi merah muda. Selain itu, banyak benda yang berbeda bisa memiliki warna yang sama.
     

  3. Bagaimana cara mengetahui apakah anak mengalami masalah tidak tahu warna?

    Jika pada usia 3 tahun anak masih sering tertukar mengenali warna, terutama warna merah dan hijau, sebaiknya konsultasikan ke tenaga kesehatan atau dokter mata.

Referensi

Burgert, N. 2013. How to teach our child colors. Diakses melalui kevinmd.com/blog/2013/11/teach-child-colors.html pada tanggal 5 Oktober 2020.

Center For Disease Control and Prevention. 2020. Preschoolers (3-5 years of age). Diakses melalui cdc.gov/ncbddd/childdevelopment/positiveparenting/preschoolers.html pada tanggal 5 Oktober 2020.

Dye, M. 2010. Why Johnny Can’t Name His Colors. Diakses melalui scientificamerican.com/article/why-johnny-name-colors/ pada tanggal 5 Oktober 2020.

Ministry of Education, Guyana. 2013. Colour Recognition: A three step approach for Parents and little ones. Diakses melalui education.gov.gy/web/index.php/policies/item/764-colour-recognition-a-three-step-approach-for-parents-and-little-ones pada tanggal 5 Oktober 2020.

Shabas, S. 2016. Relationships Between Parents and Preschool-Age Children Attending Kindergartens. Procedia – Soial and Behavioral Sciences 233, 269 – 273)

The Communication Trust. Tidak ada tahun terbit. Speech, Language, & Communication. How children develop speech, language, and communication skills. Diakses di thecommunicationtru

BBC. (2023) How toddlers learn colours: When do children see colours and how do they learn colour words? https://www.bbc.co.uk/tiny-happy-people/articles/zmrg8p3 Diakses 28 Juni 2026.

Shichida Australia. Colour Recognition for Babies: A Smart Start! https://www.shichida.com.au/blog/colour-recognition-for-babies/ Diakses 28 Juni 2026.

Hubble. (2021) How Color Recognition Develops Cognitive Skills. https://hubbleconnected.com/blogs/news/how-color-recognition-develops-c… Diakses 28 Juni 2026. 

The OT Toolbox. When Do Kids Learn Colors? Color Recognition in Child Development. https://www.theottoolbox.com/learning-colors/ Diakses 28 Juni 2026 

Little Stars Academy Preschool. The Power of Colors in Child Development. https://www.littlestarsacademypreschool.com/the-power-of-colors-in-chil… Diakses 28 Juni 2026.

The Bump. How Colors Play a Role in Baby’s Development. https://www.thebump.com/a/colors-baby-development Diakses 28 Juni 2026.

The Journal of Genetic Psychology. Children's emotional associations with colors. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8021626/ Diakses 28 Juni 2026.

Michigan State University. Help toddlers learn colors. https://www.canr.msu.edu/news/help_toddlers_learn_colors Diakses 28 Juni 2026.

Produk wyeth nutrition

S-26 Procal GOLD

S-26 Procal GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 1-3 tahun)

S-26 Promise GOLD

S-26 Promise GOLD

Susu pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan oleh Wyeth Nutrition Expert untuk dukung potensi hebat & Belajar Progresif si Kecil. (Usia 3-12 tahun)

S-26 Procal Ultima

S-26 Procal Ultima

Susu pertumbuhan pertama di Indonesia yang menggunakan susu skim bubuk berasal dari sapi A2 untuk anak usia 1 - 3 tahun.

8886472105816_C1C1_idID.png

S-26 Procal Honey

Susu Pertumbuhan Anak usia 1-3 Tahun untuk dukung kesiapan belajarnya.

Promise Nutrissentials

S-26 Promise Nutrissentials

Susu bubuk Anak usia 3-12 Tahun. Berikan Nutrisi, Inspirasi, & Stimulasi tepat untuk bantu Ia siap belajar.

S-26 Procal GOLD pHPro

S-26 Procal GOLD pHPro

NAN pHPro 3 kini menjadi S-26 Procal GOLD pHPro 3, Susu Pertumbuhan Untuk Anak Usia 1-3 tahun.

Diformulasikan dengan partially hydrolized protein, bantu kurangi risiko alergi.