Cara Mengatasi Kembung pada Anak dengan Aman dan Efektif
Perut kembung pada anak umumnya disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan, yang bisa dipicu oleh pola makan, intoleransi makanan tertentu, atau infeksi. Kondisi ini bisa diatasi dengan beberapa langkah sederhana di rumah, mulai dari memijat perut si Kecil secara lembut, menyesuaikan pola makan, hingga memastikan anak cukup minum air istirahat.
Namun, Mam tidak perlu panik. Artikel ini akan membahas penyebab perut anak kembung dan diare serta bagaimana cara mengatasi kembung pada anak secara tepat.
Penyebab Perut Kembung dan Diare pada Anak
Perut kembung pada anak dapat terjadi karena berbagai penyebab. Pada sebagian besar kasus, kondisi ini disebabkan oleh penumpukan gas di saluran cerna akibat menelan terlalu banyak udara saat makan atau minum, mengonsumsi makanan tertentu, maupun gangguan pencernaan ringan.
Keluhan kembung juga dapat disertai diare, misalnya akibat gastroenteritis (flu perut), keracunan makanan, intoleransi laktosa, infeksi seperti giardiasis atau rotavirus, hingga efek samping penggunaan antibiotik.
Pada beberapa anak, perut yang terasa penuh atau keras juga sering dianggap sebagai salah satu ciri anak masuk angin, meski sebenarnya kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai gangguan pencernaan.
Langkah Pertolongan Awal Saat Perut Anak Terasa Penuh, Keras, atau Tidak Nyaman
Ketika perut si Kecil tidak nyaman, begah, atau keras, fokus utama Mam adalah mengembalikan kenyamanannya melalui langkah berikut:
1. Cegah Dehidrasi
Berikan cairan secara bertahap (sedikit demi sedikit tapi sering). Pilihannya bisa berupa air putih, ASI, kaldu hangat, atau minuman elektrolit/oralit yang aman sesuai usianya.
2. Istirahat yang Cukup
Pastikan tidur Si Kecil terpenuhi karena kurang tidur dapat memengaruhi pencernaan dan memperburuk kembung.
3. Posisikan Tubuh dengan Baik
Setelah makan, usahakan posisi tubuh si Kecil tetap tegak selama beberapa menit agar udara di saluran cerna lebih mudah keluar dan membantu mengurangi rasa penuh pada perut.
4. Berikan Pijatan
Mam bisa memijat dengan gerakan melingkar atau teknik populer seperti Hands of a Clock dan I Love You (ILU). Teknik-teknik ini efektif membantu mengarahkan gas menuju usus besar agar lebih mudah dikeluarkan.
5. Aktivitas untuk Mengurangi Penumpukan Gas
Anak dapat dibaringkan telentang sambil menggerakkan kaki seperti mengayuh sepeda (bicycle legs) atau diberikan tummy time saat terjaga dan diawasi untuk membantu mendorong gas keluar dari saluran cerna.
6. Berikan Makanan Lembut
Setelah perutnya nyaman, berikan makanan porsi kecil yang mudah dicerna dan minim bumbu.
Makanan dan Kebiasaan Makan yang Perlu Dibatasi Ketika Anak Mudah Kembung
Selain mengetahui cara mengatasi kembung pada anak, Mam juga perlu mengenali beberapa makanan penyebab gas di perut agar keluhan tidak mudah berulang. Meski tidak semua anak akan mengalami kembung setelah mengonsumsi makanan tertentu, beberapa jenis makanan berikut dapat memicu penumpukan gas pada sebagian anak:
● Kelompok makanan yang menghasilkan lebih banyak gas, seperti kacang-kacangan, lentil, brokoli, kubis, dan kembang kol.
● Minuman bersoda yang mengandung gelembung gas.
● Produk susu pada anak yang memiliki intoleransi laktosa.
● Makanan yang mengandung gandum pada anak dengan kondisi tertentu, seperti sensitivitas gluten atau penyakit celiac.
Selain jenis makanan, beberapa kebiasaan makan juga dapat membuat gas lebih mudah terperangkap di saluran cerna, misalnya:
● Makan terlalu cepat sehingga banyak udara ikut tertelan.
● Berbicara atau tertawa saat makan.
● Mengonsumsi makanan dalam porsi yang terlalu besar sekaligus.
Baca Juga : Mengatasi Sakit Perut Hilang Timbul pada Anak dan Petunjuk Praktis untuk Mams
Cara Mengatasi Perut Kembung dan Diare pada Anak
Berikut 10 cara mengatasi diare dan perut kembung pada anak.
1. Buat Anak Bersendawa
Salah satu penyebab umum kembung pada anak adalah adanya banyak gas di dalam perut si Kecil. Untuk itu, Mam bisa membuatnya bersendawa dengan beberapa gerakan.
2. Berikan Minum yang Cukup
Kembung dan diare juga bisa disebabkan gastroenteritis atau flu perut. Gejala biasanya berupa rasa tidak nyaman di perut, mual, muntah, diare, dan kembung.
Untuk sakit yang diakibatkan gastroenteritis, perawatan akan berfokus pada menjaga anak terhidrasi atau minum air yang cukup dan oralit untuk mengganti mineral dan garam yang hilang.
3. Pijatan pada Perut
Pijatan lembut pada perut si Kecil bisa keluhan sakit perut atau kembung. Mam juga bisa membaringkan si Kecil di pangkuan dan menepuk pelan punggungnya. Selain pijatan lembut, mengompres perut si Kecil dengan lap hangat juga bisa membantu mengurangi keluhan sakit perut saat si Kecil kembung.
4. Kurangi Produk Olahan Susu
Kembung dan diare pada anak juga bisa diakibatkan intoleransi pada laktosa. Untuk itu, mengurangi produk susu dari diet dapat mengurangi gejalanya.
Selain itu, bisa juga dengan mencoba produk susu bebas laktosa atau mengonsumsi produk susu yang dilengkapi dengan laktase untuk membantu pencernaan.
5. Hindari Makanan Pemicu
Makanan berpengaruh besar terhadap diare dan perut kembung pada anak. Mam bisa mencari tahu faktor intoleransi atau alergi yang bisa membuat perut si Kecil kembung, seperti makanan pedas, berlemak, atau bersoda.
Sebagai contoh, jika si Kecil memiliki penyakit celiac, Mam bisa menghindari pemberian makanan yang mengandung gluten.
6. Konsumsi Makanan Sehat dan Bergizi Seimbang
Perhatikan dan lakukan eksperimen terkait apa yang dikonsumsi si Kecil. Berikan makanan seimbang yang kaya serat, seperti buah-buahan segar, sayuran, dan biji-bijian.
Ini penting mengingat makanan tinggi serat dapat menyebabkan kembung, seperti brokoli, bawang merah, hingga kol.
7. Kurangi Makanan Berlemak
Mengurangi makanan yang digoreng atau berlemak dapat mengurangi gejala kembung dan diare karena lemak pada makanan dapat menunda pembersihan gas di usus.
8. Istirahat yang Cukup
Istirahat yang cukup dan memperbanyak minum serta mengonsumsi obat dapat mengurangi gejala akibat keracunan makanan.
Tubuh kemungkinan sedang melawan infeksi yang menjadi penyebab perut anak kembung dan diare. Selain itu, kurang tidur dapat memengaruhi sistem pencernaan dan memperburuk gejala perut kembung.
9. Berikan Makanan yang Mengandung Probiotik
Probiotik dapat berguna mengurangi keparahan gejala dengan adanya ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di usus. Sebagai contoh, Mam bisa memberikan yogurt tanpa pemanis buatan yang mengandung probiotik alami.
10. Konsultasikan ke Dokter
Jika perut kembung dan diare pada anak terus berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.
Baca Juga : Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Perut Pada Ana
Tanda Kembung yang Perlu Segera Diperiksakan ke Dokter
Perut kembung umumnya dapat membaik dengan perawatan di rumah. Namun, pada beberapa kondisi, keluhan ini dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan medis. Segera bawa si Kecil ke dokter atau fasilitas kesehatan apabila mengalami salah satu tanda berikut:
● Perut terasa sangat keras, kaku, atau nyeri saat disentuh.
● Nyeri perut muncul tiba-tiba dan tampak sangat hebat.
● Tidak bisa buang air besar yang disertai muntah.
● Terdapat darah pada muntahan atau feses.
● Kembung disertai demam, nafsu makan menurun drastis, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau anak tampak sangat lemas.
Setelah keluhan kembung membaik dan nafsu makan si Kecil mulai kembali, Mam dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisinya melalui pola makan bergizi seimbang yang disesuaikan dengan usianya. Bila diperlukan, Mam juga dapat melengkapi asupan hariannya dengan susu pertumbuhan yang sesuai.
S-26 Procal ULTIMA Multicare System berasal dari susu A2 yang lebih mudah dicerna sehingga mendukung kenyamanan pencernaan si Kecil.[Ch3.1] S-26 Procal ULTIMA Multicare System juga mengandung nutrisi seperti Sphingomyelin, Fosfolipid, AA, DHA, Omega 3 & 6, Kolin untuk dukung perkembangan otak si Kecil, serta kalsium, selenium, vitamin D, dan zat besi untuk dukung pertumbuhannya.
Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Kembung pada Anak
Apakah wajar jika anak sering buang angin?
Ya. Buang angin merupakan cara alami tubuh mengeluarkan gas dari saluran pencernaan. Selama tidak disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya masih normal.- Bagaimana cara membedakan perut kembung dengan sakit perut biasa?
Perut kembung biasanya membuat perut terasa penuh, tampak lebih membesar atau kencang, serta disertai sering bersendawa atau buang angin. Sementara itu, sakit perut biasa tidak selalu disertai penumpukan gas.
- Langkah atau pertolongan pertama untuk anak kembung?
Coba pijat perut si Kecil secara lembut searah jarum jam dan gerakkan kakinya seperti mengayuh sepeda. Jika keluhan tidak membaik atau disertai tanda bahaya, segera konsultasikan ke dokter.
Referensi
- Stephens, C., & Garone, S. (2021). Here’s What to Do If Your Child Is Throwing Up. Healthline. https://www.healthline.com/health/childrens-health/what-to-give-a-child-for-upset-stomach-and-vomiting
- Chavoustie, C. T., & Crider, C. (2026). Baby Massage for Gas. Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/baby-massage-for-gas-2
- Warwick, K. W., & Bjarnadottir, A. (2024). 13 Foods That Cause Bloating and What You Should Eat Instead. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/13-foods-that-cause-bloating
- Johns Hopkins Medicine. (n.d.). Abdominal Pain in Children. Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/abdominal-pain
Produk wyeth nutrition

